happiness (mision)

ha2

Pimthact present

Starring by Yoona Im – Chanyeol Park

Romance – Comedy

Insipired from ‘Paper Towns‘ scene

enjoy it!

Lelaki tinggi itu duduk didepan jendelanya yang berhadapan langsung dengan taman rumahnya dan juga rumah-rumah tetangga. Tapi, bukan itu yang menjadi objeknya, melainkan seorang gadis yang baru saja pulang sekolah dengan tas ransel ungu yang tersampir di punggung nya.

Pemandangan ini sedikit berbeda karena biasanya gadis itu pulang bersama kekasihnya dan melakukan ciuman atau pelukan perpisahan atau apalah itu jika mereka ingin berpisah-dan jujur saja itu membuat hati lelaki tinggi itu sesak-bukan, mungkin sakit.

Tapi kali ini, gadis itu hanya pulang bersama supirnya dan tak ada yang memberikan ciuman atau pelukan perpisahan, dan itu mengurangi sesak yang melanda lelaki tinggi itu. Tapi itu membuat Chanyeol bertanya-tanya apakah mereka sudah putus? tapi jika mereka putus setidaknya Yoona terlihat lemas atau sedih, kan? Tapi wajah Yoona datar dan santai seperti biasa, seperti tak terjadi apapun padanya.

Gadis itu tak kunjung masuk kerumah karena pintu tak segera terbuka saat ia mengetuk pintu. Sambil menunggu pintu itu dibuka, gadis itu menolehkan kepalanya kemanapun dan matanya bertemu dengan mata Chanyeol yang tertangkap basah mengintip nya dari jendela.

Sementara Chanyeol tak bisa bersembunyi karena dia sudah tertangkap basah. Dia pun gelagapan sambil melambai kaku karena Yoona tak kunjung menunjukkan respon. Tapi sedetik kemudian, Yoona tertawa dan berkata, “Kau ini apa? stalker?”

Chanyeol menggelengkan kepalanya sambil bernafas lega karena Yoona berhasil mencairkan suasana, “Aku hanya ingin mencari kevin-anjingku, dan tidak ada kerjaan saja aku menjadi stalkermu,”

“Ok, ok, Park Chanyeol, itu alasan yang bagus,” ucap gadis itu-Yoona sambil tersenyum miring menatap Chanyeol yang sekarang menatapnya sengit, “Aku serius, Nona Im.”

“Whatever. By The Way, long time no see,” ucap Yoona sambil tersenyum manis. Dan itu membuat Chanyeol bergidik merinding. Bukan-bukan karena ucapan Yoona, tetapi senyuman nya yang langsung membuat Chanyeol mabuk. Sial, Chanyeol benar-benar jatuh dalam pesona Yoona.

Tapi ucapan Yoona ada benarnya juga, mereka sudah lama tidak berhubungan. Padahal dulu mereka suka bermain bersama dan saat menginjak remaja, mereka mulai sering berjalan-jalan bersama. Dan saat Yoona sudah sibuk bersama pacarnya, itu memberikan efek domino bagi hubungannya dengan Chanyeol. Mereka tak pernah berhubungan lagi dan itu membuat Chanyeol sesak dan juga merasa sangat kehilangan.

Sepertinya, Chanyeol benar-benar jatuh cinta pada Yoona.

So long. You are really busy with your boyfriend,” ucap Chanyeol asal yang langsung diikuti umpatan kecilnya karena ia salah bicara. Jika dia bicara seperti itu, Yoona akan tau bahwa dia selama ini mengintip Yoona yang selalu sibuk dengan pacarnya. Bukan kan mereka sudah lama tidak berhubungan? jadi itu mustahil bahwa Chanyeol tau apa yang dilakukan sehari-hari oleh Yoona.

“Sorry?” tanya Yoona yang sepertinya tidak terlalu mendengar kalimat terakhir yang diucapkan oleh Chanyeol. Lantas Chanyeol menggeleng sambil bernafas lega-lagi, “Nope.”

Dan setelah itu, pintu rumah Yoona dibuka oleh adik Yoona. Dan Yoona pun melambaikan tangan ke-arah Chanyeol kemudian gadis itu menghilang dari balik pintu.

Chanyeol tersenyum senang dan menandai dikalendernya bahwa ini adalah hari bersejarah baginya.

….

Chanyeol mengerjapkan matanya saat mendengar sesuatu dari jendelanya. Saat matanya terbuka sedikit, dia melihat ada seseorang yang masuk kerumahnya. Sedetik kemudian, Chanyeol mengambil tongkat baseball yang terletak dibawah bantalnya dan langsung bangun dengan perasaan panik. Dia juga mengumpat karena baru sadar bahwa dia lupa mengunci jendelanya, oh betapa bodohnya dia.

Namun yang Chanyeol lihat adalah seorang gadis dengan celana jeans dan kaus juga dipadukan dengan jaket-dengan hodie yang menutupi wajahnya, tetapi tak bisa menutupi rambut pirang nya yang panjang. Gadis itu juga membawa sebuah ransel hitam besar dipunggung-nya.

Jadi gadis itu masuk melalui atap rumah Chanyeol dan masuk lewat jendela kamar Chanyeol. Dan sekarang, gadis itu berusaha menyentuh lantai kamar Chanyeol.

Saat Chanyeol siap berteriak, gadis itu melepaskan hodie yang menutupi wajahnya dan menaruh satu jarinya didepan bibirnya menyuruh Chanyeol diam. Dan Chanyeol sedikit tersentak mengetahui bahwa gadis itu adalah Yoona.

Ok.

Ini adalah awkward moment, dimana Yoona berada dikamarnya selarut ini dan mengetahui bahwa dia hanya memakai boxer tanpa memakai kaus atau apapun. Jadi, Chanyeol langsung cepat-cepat mengambil kaus dan memakainya-kelakuannya itu membuat Yoona tersenyum geli.

“Jadi, Yoona?” tanya Chanyeol yang membuat Yoona akhirnya tersadar.

Yoona kemudian menatap sekeliling kamar Chanyeol dan membasahi bibirnya, “Aku membutuhkan-mu dan juga mobilmu,”

“Selarut ini? untuk apa?” tanya Chanyeol sambil menyerit heran. Sebenarnya Chanyeol bisa saja langsung menolong Yoona, tapi dalam waktu selarut ini,-ini terlihat tidak masuk akal.

“Untuk menjalankan sebuah misi,” ucap Yoona sambil tersenyum sangat manis dan memutar tangannya seolah-olah sedang membayangkan sesuatu.

“Misi apa?” tanya Chanyeol-lagi.

“Ayolah Chanyeol, ini misi yang menarik, kau akan menyesal  jika kau tak bergabung denganku,” sahut Yoona sambil tersenyum. Yoona juga terkekeh kecil membayangkan misinya nanti.

Why you dont do that with your boyfriend?” tanya Chanyeol yang sedikit mendapat rasa sesak dihatinya. Sebenarnya tidak sedikit juga sih-, yah kalian pasti maksud-ku, kan?

ex-boyfriend,” ralat Yoona tanpa mengubah mimik wajahnya, masih terlihat tersenyum dan santai.

Dan sebagai jawaban-nya, Chanyeol langsung mengangguk dengan senyum merekah.

….

Setelah Chanyeol mengganti pakaian yang lebih layak, mereka berdua keluar dari kamar Chanyeol dengan berhati-hati. Mereka berdua berjalan menuruni tangga sambil bergandengan tangan agar jarak mereka tak terlalu jauh, lagipula lampu dirumah Chanyeol sudah dimatikan.

Walau berpegangan tangan seperti itu adalah hal kecil untuk Yoona, tapi Chanyeol berusah menetralkan jantung nya yang berdegup terus-terusan. Sial, dia benar-benar takut jika Yoona mendengar suara degup jantung nya sendiri.

Namun akhirnya, mereka berdua sudah berhasil keluar dan cepat-cepat pergi menggunakan mobil Chanyeol.

…..

So, apa misi pertama-mu?” tanya Chanyeol yang memfokuskan matanya ke-arah jalanan yang tidak terlalu ramai. Artinya, dia tidak menatap Yoona-yang sekarang malah menatapnya dengan tersenyum.

“Kita harus pergi ke toko perbelanjaan terlebih dahulu,” ucap Yoona yang membuat Chanyeol langsung menatapnya.

“Untuk apa?” Tanya Chanyeol bingung.

“Kau akan tau nanti, ikuti saja kata-kata ku,” titah Yoona lalu membuang pandangan-nya kearah jalanan.

“Jika ini berbahaya aku akan meninggalkan-mu,” canda Chanyeol yang langsung disambut dengan tawa dari Yoona. Dan setelah itu, Yoona ikut menimpali candaan Chanyeol dengan candaan yang lain-yang akhirnya membuat Chanyeol ikut tertawa.

Mereka terus tertawa dan bercanda sampai di tempat yang dituju. Sebuah bangunan besar dengan penerangan yang menyilaukan mata-juga masih sedikit ramai.

Kemudian, mereka berdua langsung masuk dan mengambil keranjang. Sebenarnya hanya Chanyeol yang mengambil keranjang-itupun berkat paksaan dari Yoona, sementara gadis muda itu sudah meninggalkan Chanyeol yang sekarang sibuk mencarinya.

Chanyeol akhirnya menemukan Yoona ditempat alat-alat bangunan. Chanyeol menyerit saat Yoona sibuk memilih obeng. Akhirnya Chanyeol menghampiri Yoona dan bertanya, “Itu, untuk apa?”

“Ini untuk membuka jendela,” jawab Yoona akhirnya memasukan salah satu obeng itu di keranjang yang dibawa oleh Chanyeol. Chanyeol semakin menyerit saat mendapat jawaban seperti itu dari Yoona, apakah Yoona ingin menjadi maling?

Tapi Chanyeol hanya diam saja dan mengikuti Yoona. Akhirnya mereka berdua sampai ditempat cat-cat tembok. Namun, bukan beberapa rak yang berisi cat warna-warni yang Yoona hampiri, melainkan sebuah rak besar di tengah yang berisikan pylox.

Yoona memilih beberapa warna dan akhirnya memasukan dua warna yang berbeda ke-keranjang. Dan Chanyeol semakin bingung dengan Yoona, sekarang apa lagi?

Akhirnya Yoona malah meninggalkan Chanyeol yang masih menggeleng tak habis pikir. Chanyeol pun menyusul Yoona yang ternyata sedang ditempat mainan. Yoona yang sedang asyik mencoba beberapa mainan akhirnya menyadari bahwa disebelahnya ada Chanyeol. Dan diapun menunjukkan kepada Chanyeol mainan karet berbentuk winnie the pooh – yang jika dipencet akan mengeluarkan bunyi. Akhirnya boneka itu dipencet oleh Yoona beberapa kali dan membuat Chanyeol geli akhirnya tertawa.

Mereka mencoba beberapa mainan sambil tertawa bersama. Bahkan mereka sempat melempar bola basket karet ke arah ring kecil. Dan akhirnya, Yoona mengambil sebuah terompet dan menyalakan-nya

Chanyeol memegang perutnya yang sakit akibat tertawa, “Stop it,”

Lalu untuk menyingkat waktu, mereka berdua mulai serius untuk membeli barang yang dibutuhkan. Sebenarnya hanya Yoona sih yang serius-karena juga hanya dia saja yang tau apa yang akan dibeli.

Yoona menghampiri bagian alat tulis dan mengambil beberapa plester dan perekat. oh tidak beberapa-tapi sangat banyak. Dan itu membuat keranjang hampir setengah penuh. Sementara Chanyeol hanya bisa diam mengikuti Yoona yang sekarang berjalan menuju tempat make-up.

Namun, Yoona sudah menelusuri beberapa rak dan tidak menemukan apa yang dia cari. Chanyeol sudah mati kebosanan melihat Yoona yang tidak menemukan barang yang ia cari. Akhirnya Chanyeol mencoba untuk membantu Yoona, “Apa yang kau cari?”

Waxing,” jawab Yoona polos yang membuat Chanyeol menganga. Waxing? Memang Yoona ingin mencabut bulu disebelah mana-ini bukan ambigu-tapi ya, ini benar-benar tidak masuk akal. Obeng, pylox, perekat, plester,—waxing? kau bisa bayangkan bagaimana jika ke-lima benda itu digabung.

Waxing didekat tempat sabun, Yoona.” Jelas Chanyeol yang langsung diikuti dengan larian Yoona yang entah kemana. Chanyeol-entah berapa kali juga menggeleng tak habis pikir. Namun sesaat kemudian, Chanyeol malah merasa geli dan dia merasa senang-ini adalah malam terbaik seumur hidupnya.

Chanyeol memegang jantung nya yang berdegup sangat kencang. Dia merasakan rasa hangan sekaligus nyaman. Dan, senyuman-nya tak pernah lepas dari bibirnya, bahkan sekarang dia sedang menutup matanya dan menghirup udara banyak-banyak.

“Chanyeol-ah, ak—-kau sedang apa?” tanya Yoona yang memiringkan kepalanya sambil menatap Chanyeol yang sekarang gelagapan. Chanyeol sendiri berusaha tertawa-walau terdengar kaku, diikuti gerakan tangan-nya yang menggaruk tengkuk.

“Tidak ada, apa kau sudah menemukan waxing-nya?” tanya Chanyeol yang mengalihkan arah pembicaraan-tapi akhirnya, Yoona mengangguk dan melupakan tingkah bodoh Chanyeol tadi.

“Jadi, sekarang?” tanya Chanyeol yang segera dibalas senyuman manis dari Yoona.

“Hanya tinggal satu saja, ikan segar,” ujar Yoona yang akhirnya berlari kearah ikan-ikan segar. Dan Chanyeol, hanya bisa bengong dan tak mau mengetahui kelanjutan-nya.

Setelah memasukan satu bungkus ikan segar ke-keranjang, Yoona merasa sudah cukup dan lengkap. Lalu Yoona segera menarik tangan Chanyeol ke-arah kasir dan segera membayar semuanya.

….

“Jadi, apa misi kedua-mu?” tanya Chanyeol. Mereka berdua sekarang sudah masuk kedalam mobil Chanyeol dan bersiap untuk ke-tempat selanjutnya. Sementara Yoona membasahkan bibirnya untuk memulai pembicaraan.

Revenge to ex-boyfriend,” jawab Yoona dengan santai. Sementara Chanyeol langsung membulatkan matanya dan menatap Yoona dengan pandangan ‘kau-gila-?’

Sementara Yoona hanya terkekeh dan menerawang, “Dia menduakan-ku dan menganggapku selama ini hanya mainan. Bahkan kemarin saat dia bersama teman-teman nya juga wanita barunya, dia berpura-pura tidak mengenalku dan menjatuhkan harga diriku-dan kurasa itu sedikit membuatku sesak. Tapi aku berani bersumpah, akting nya benar-benar buruk,”

Chanyeol merasakan bulu kuduk nya merinding karena dia bisa merasakan emosi Yoona yang sedikit menguak saat menceritakan kejadian itu, walau ia tau bahwa tadi Yoona berbicara dengan nada yang datar dan santai. Juga Chanyeol tau bahwa Yoona menahan sesak didadanya karena ia tau seberapa besar Yoona menyukai ex nya itu. Yoona sangat pandai berakting ternyata.

“Dan aku akan membalasnya, seenak-nya saja menurunkan harga diriku,dia pikir aku apaan,” lanjutnya sambil mengepalkan tangan-nya. Namun di nada bicaranya ini, Chanyeol malah menemukan kekesalan yang sangat besar, saking besarnya, Chanyeol malah ikut-ikutan membenci mantan pacar Yoona.

“Jadi itu misimu,” gumam Chanyeol yang dibalas anggukan semangat dari Yoona. Bahkan sekarang, Yoona sudah terlihat serius dan sangat semangat, sangat berbeda dari yang tadi.

“Sekarang kita kerumah Kim Jongin, rumah-nya di perumahan yang terletak di daerah Apeudong,” jelas Yoona yang kemudian diikuti anggukan dari Chanyeol.

Chanyeol kali ini akan ikut menjalani misi Yoona dengan semangat. Dia benar-benar merasa tak terima karena Yoona dipermainkan dengan gampangnya, padahal daridulu Chanyeol susah payah membuat Yoona menyadari perasaan-nya-walau akhirnya tidak, tapi Chanyeol juga sudah mati-matian tetap membuat Yoona tersenyum walau ia tau senyuman itu bukan untuknya.

Chanyeol dan Yoona sudah sampai pada salah satu rumah yang tidak terlalu besar tapi mewah. Dari informasi yang Chanyeol dapat, Kim Jongin-ini tinggal sendiri disini karena kedua orang tuanya berada di Jepang. Dan dari Yoona juga, Chanyeol mendapat informasi bahwa jam segini, Kim Jongin sudah pasti terjaga dalam mimpinya.

Mereka berdua lalu keluar dari mobil dengan hati-hati. Untung halaman rumah Kim Jongin lumayan luas, jadi mereka tak akan mengganggu ketengan tetangga.

Yang dilakukan Yoona pertama kali adalah menghampiri mobil Kim Jongin. Yoona kemudian tersenyum manis dan langsung membisikan sesuatu kepada Chanyeol yang membuat Chanyeol tersentak. Yoona hanya mengangguk dan mengambil beberapa pleseter, sementara Chanyeol mengambil perekat.

Keduanya melapisi mobil Jongin dengan kedua barang itu, Oh lihat, mobil Jongin sekarang terlihat seperti buah-buahan yang siap untuk dijual. Sementara, Yoona terlihat tertawa senang dan akhirnya, Chanyeol tak bisa menahan tawanya karena melihat wajah Yoona.

Setelah itu, mereka berdua memasuki rumah Jongin menggunakan obeng yang Yoona pakai untuk membuka jendela. Mereka berdua kemudian masuk dengan pelan agar tidak membangunkan sang pemilik rumah. Bahkan Yoona sempat jungkir balik agar tidak membuat suara-maksudku, jungkir balik lebih baik-kan daripada meloncat?

Akhirnya Yoona mengambil pylox dan menuliskan beberapa kata di dinding rumah Kim Jongin. Sementara Chanyeol ikut-ikutan dengan menuliskan kata-kata aneh yang tak jauh beda dengan Yoona. Mereka berdua akhirnya sibuk dengan ke-asyikan diri mereka sendiri, terkadang, mereka juga sering menimpali hasil karya(?) mereka satu sama lain.

Yoona juga menaruh ikan segar tadi dilantai rumah Jongin, agar bau amis nya menyebar keseleruh penjuru rumah Jongin.

Kemudian Yoona menarik tangan Chanyeol untuk memasuki kamar Kim Jongin. Yoona benar-benar berhati-hati dalam membuka pintu kamar Jongin. Setelah pintu berhasil dibuka, Yoona menghela nafas lega karena masih melihat Jongin nyenyak dalam tidurnya.

Yoona mengeluarkan waxing dan menatap Chanyeol dengan pandangan memohon. Sementara Chanyeol menyerit heran sambil mundur selangkah. Yoona akhirnya menghela nafas kecil karena Chanyeol belum tau maksud dari pandangan-nya.

“Tolong cukur alis mata dia menggunakan ini,” mohon Yoona yang kemudian dibalas gelengan cepat dari Chanyeol. Chanyeol bahkan mundur selangkah dan membuang pandangan nya dari Yoona.

“Tidak, ini gila,”

“Oh, ayolah Chanyeol. Kau tidak akan menyesal, aku akan menjamin itu.” sahut Yoona dengan pandangan yang begitu manis.

Chanyeol menatap waxing itu ragu kemudian mengangguk kaku.

Lalu Chanyeol mengambil waxing itu dari tangan Yoona. Sementara Yoona tersenyum manis dan berusah menahan tawa. Akhirnya, Chanyeol mendekati ranjang Jongin dan berjongkok didekat tubuh Jongin.

Chanyeol dengan perlahan mengoleskan gel waxing itu di alis Jongin. Dan kemudian Chanyeol mengambil sebuah kain dan menempelkan di alis Jongin yang masih terolesi oleh gel tadi. Sedetik kemudian, Chanyeol menarik kain itu cepat dan membuat alis Jongin habis tercuri waxing.

Namun, pada saat itu juga, mata Jongin terbuka. Jongin kaget, begitupun juga dengan Chanyeol dan Yoona. Sebelum Jongin sempat berteriak, Chanyeol langsung menutupi badan Jongin dengan melemparkan selimut. Yoona dan Chanyeol langsung berlari kencang keluar dari rumah melewati jendela tadi.

Kemudian, mereka berdua bersembunyi dibelakang semak-semak. Dari situ, mereka dapat melihat bahwa Jongin membuka pintu secara perlahan-juga keluar secara hati-hati dengan membawa sapu. Mereka berdua menyadari bahwa Jongin hanya menggunakan boxer, dan Yoona pun memiliki ide aneh dengan menyuruh Chanyeol untuk memotret style Jongin malam ini.

Dengan hati-hati, Chanyeol mengangkat ponselnya dan langsung memotret Jongin. Sialnya, ponselnya ternyata mengeluarkan blitz dan membuat Jongin mengetahui keberadaan mereka berdua. Akhirnya mereka berdua langsung berlari dari tempat itu dan masuk dengan cepat ke dalam mobil Chanyeol.

“God, aku tidak pernah senakal ini,” ucap Chanyeol sambil memegang dadanya yang naik turun akibat berlari. Yoona pun yang sudah ngos-ngosan hanya cengengesan dan tertawa.

“Ini tidak seburuk yang dipikirkan bukan,” sahut Yoona yang dibalas anggukan oleh Chanyeol. Akhirnya Chanyeol menyalakan mobilnya dan secepatnya pergi dari rumah Jongin.

….

Akhirnya Chanyeol dan Yoona sudah sampai didepan rumah mereka. Mereka berdua keluar dari mobil dan berdiri di tengah jalanan yang sepi-juga jalanan yang memberi jarak antara rumah mereka. -walau rumah mereka hanya berhadapan sih-.

Thanks for the complete mission” ucap Yoona yang kemudian langsung memeluk Chanyeol. Chanyeol sedikit tersentak, tapi kemudian dia membalas pelukan Yoona dan mengangguk.

Kemudian Yoona melepaskan pelukan dan diikuti dengan Chanyeol. Yoona mundur sedikit dan tersenyum, “Aku tidak akan melupakan malam ini,”

Chanyeol tersenyum senang dan menghela nafas sambil mengangguk.

“Semoga kita bisa bertemu lagi,” ucap Chanyeol  sambil menepuk pundak Yoona. Yoona tersenyum manis kemudian mengangguk kaku,

i already hope so,” ucap Yoona kemudian memanjat rumahnya dan masuk melalui jendela. Sebelum masuk melalui jendela, dia melambaikan tangan nya kearah Chanyeol yang masih setia ditempatnya. Chanyeol kemudian melambaikan tangan nya juga kearah Yoona dan tersenyum.

i have a nice dream now. – Chanyeol

FIN

A/N: hope u like it, sorry banyak typo atau apapun itu-saya mohon maaf. oya aku juga minta maaf udah lama gak ngurus blog pribadi aku duh wkwk, dan aku juga mau mohon maaf ke para readers atau stalker aku, mohon maaf kalo ada kesalahan dalam kata-kata ya ( ini minta maaf karena lagi puasa sih, lol ) maaf ini ff aneh yang gak kepikiran buat dibuat.

Regards, Pimthact