Idiot! (Drabble)

idiot-by-flowssi1

by Flowssi

Yoona with Luhan,sehun,chanyeol

Romance-comedy

PG13+

poster by Prinsekai94 at Art Fantasy [Thanks ^^]

Dont be silent readers~^^

~ Happy reading ~

____oOo____

Yoona – Luhan

Namja itu sedang bersiul-siul sambil memasangkan earphone di telinga nya. Ia kemudian memilih lagu pada mp3 nya. Lalu, kedua tangan-nya masuk kedalam saku celana yang sangat rapi itu. Walaupun baju dan celana nya terlihat rapi, tapi jika dilihat-lihat ia seperti anak brandalan – yang memang seperti itu.

Ia merasakan sepatunya menginjak sesuatu. Kemudian ia melihat ke arah sepatunya dan menemukan sebuah jepit berwana merah jambu. Ia mengambil jepit itu lalu melihat ke arah kanan dan kiri.

Tak ada seorang pun disitu.

“Punya siapa ini?” tanya Luhan kepada dirinya sendiri. Tiba-tiba seseorang memegang pundak nya, sontak Luhan langsung kaget dan menatap kebelakang. Mata nya melebar, dan bibir nya pun terbuka sangat besar.

“Eoh, mianhae jika mengganggu sunbae,  itu jepitku.” Ucap yeoja itu dengan sopan. Luhan terdiam sebentar, ia melihat penampilan gadis itu dari atas hingga bawah.

Seragam yang terpakai rapi, Rambut coklat yang tergerai, kaus kaki selutut dan sepatu berwarna hitam bertali. Luhan masih memandangi wajah gadis itu.

“Sunbae?” Luhan langsung tersadar, kemudian ia menurunkan earphone nya dan ia pasangkan di leher nya. Luhan kemudian salah tingkah saat mendapatkan senyuman tipis dari Yoona. Luhan kemudian berdeham dan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.

“A-da ap-apa?” Yoona tertawa kecil, ia baru pertama kali ini bertemu dengan flower boy di sekolah nya yang terkenal dengan sifat arogan nya. Sebenarnya Yoona tadi tidak terlalu berani mendekati Luhan karena takut Luhan menatap nya dengan tatapan sinis.

tak seburuk yang kupikirkan, pikirnya.

“I-itu di tangan sun-sunbae, itu jepitku.” Luhan langsung melihat jepit rambut yang ada di tangan nya kemudian ia memberinya kepada Yoona. Yoona menerima jepit rambut itu, untuk sesaat tangan nya bersentuhan dengan tangan Luhan.

Luhan kemudian menelan saliva nya kuat-kuat ia berdeham membuat Yoona langsung tersadar. Yoona menyembunyikan rona merah nya dengan menundukan kepalanya.

“G-gumawo sunbae.” Yoona membungkuk 90 derajat. Luhan kemudian menghelang napas panjang, kali ini ia harus melawan ke-gengsian nya yang sangat tinggi.

“Tak perlu se-formal itu, aku luhan, Xi Luhan, kau cukup memanggil ku Luhan, tak perlu menggunakan sunbae.” Ucap Luhan sambil mengulurkan tangan nya, lalu memberikan senyum se-menawan mungkin. Yoona menatap uluran tangan itu, kemudian ia menerima uluran tangan itu.

“Nama ku Yoona, Im Yoona.” Luhan terkesiap dengan senyuman yang terukir di bibir tipis itu.  Kemudian ia melihat genggaman tangan nya dan Yoona. Yoona melihat arah mata luhan, ia sedikit tersentak. lalu ia melepaskan tangan nya dari genggaman tangan luhan.

“Sunbae, ah maaf maksud ku luhan. a-aku pergi dulu ya, aku ada kelas dance sehabis ini.” Luhan memegang tangan Yoona yang akan pergi. Yoona kaget lalu melirik ke arah luhan sambil menaikan satu alis nya.

“Aku juga ikut kelas dance, mau kah kau kesana bersamaku?” Yoona mengangguk sambil tersenyum manis. Luhan lalu berjalan beriringan bersama yoona kemudian merangkul Yoona.

“Seperti ini agar tak ada canggung diantara kita.” Luhan menjelaskan saat melihat tatapan tanya Yoona. Yoona kemudian tersenyum simpul, lalu menunduk menyembunyikan rona merah wajah nya.

yoona, you make me fly.

____oOo____

Sehun-Yoona

Sehun memainkan ponsel nya, ia sedang benar-benar bosan sekarang. Dia sudah menyelesaikan pelajaran tambahan yang diberikan Song seongsangnim, sedangkan para sahabat nya belum menyelesaikan bahkan setengah pun belum ada.

benar-benar lamban, pikirnya.

Sehun kemudian berjalan-jalan di taman sembari memainkan tas nya. Kemudian ia melihat seorang yeoja tengah menghentak-hentakan kaki nya sembari melihat jam tangan nya.

Dengan sedikit keberanian, Sehun menghampiri yeoja itu kemudian tersenyum canggung. “Anyyeong, ehm, Yoona-ssi.”

Yeoja itu terkejut kemudian menatap namja di depan nya dengan tatapan instens. “B-bagaimana sunbae tau namaku?”

Sehun menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal lalu salah tingkah. Ia menatap Yoona yang sedang tertawa kecil melihat tingkah nya. Ia semakin salah tingkah ketika melihat Yoona melemparkan senyum kepadanya.

“A-Aku j-juga tak tau.” Ucap sehun. Ia mengutuk karena rasa gugup nya dan rona wajah merah nya yang akan sangat kelihatan di wajah pucatnya. Yoona kemudian berpikir sejenak.

“Sunbae belum pulang?” Sehun kemudian mengatup bibir nya saat Yoona bertanya seperti itu. Pikiran nya sudah melayang kemana-mana dan membayangkan hal yang aneh-aneh.

apakah dia meng-khawatirkan ku?

Apa dia ingin aku mengantarkan nya pulang?

atau kah dia tak ingin sakit jika aku terus berlama-lama di sekolah yang dingin ini?

Yoona menggoyang-goyangkan bahu sehun saat melihat sehun hanya terbengong menatap nya. “SUNBAE!”

Sehun kemudian mengucek-ucek matanya saat mendengar teriakan Yoona. Dia kemudian mengusap-usap telinganya yang menjadi korban suara nyaring milik Yoona. Yoona lalu menutup mulut nya kemudia ia membungkuk berkali-kali kepada Sehun.

“M-Miahe sunbae.” Sehun kemudian mengangguk sambil tersenyum. Tangan kanan nya mengelus pelan puncak kepala Yoona yang membuat yeoja itu langsung salah tingkah.

“Emh, kau mau pulang bersama ku?” Yoona kemudian tersenyum senang kemudian dia mengangguk lalu memegang lengan Sehun. “Apa boleh?”

“T-tentu, ayo!” ucap Sehun sambil menggandeng tangan Yoona menuju mobil nya. Jujur saja ia sedikit canggung berada di dekat Yoona. Jantung nya yang tak teratur dan berdegup sangat kencang. Mungkin saja, Yoona bisa mendengar detak jantung milik Sehun.

“Sudah sampai.” Guman sehun saat ia sudah berhasil memakirkan mobil nya di depan rumah Yoona. Rumah yang tak terlihat begitu besar dan mewah tak seperti rumah yang berada di sekitar rumah itu.

“Gumawo sunbae.” Ucap Yoona sambil membuka pintu mobil Sehun yang sudah tak terkunci. Sehun menggigit bawah bibirnya, kemudian ia membuka kaca mobil nya.

“Yoona!” Yoona membalikan badan nya saat mendengar Sehun memanggil nya, kemudian ia mundur beberapa langkah dan membungkuk sedikit agar bisa melihat sehun yang  berada di dalam mobil.

“Ada apa sunbae?”

“Dimana sayap mu?” Yoona menyeritkan matanya heran saat mendengar pertanyaan dari Sehun, kemudian ia menelan saliva nya dan menghembuskan nafas.

“Maksud sunbae?”

“Bukan nya kamu bidadari jatuh dari surga?

EOMMAAA, KATAKAN PADAKU BAHWA INI BUKAN MIMPIII!!

____oOo____

Yoona-Chanyeol

“BAEKHYUN-AH, KEMBALIKAN PONSEL KU!” teriak seorang namja tinggi kepada namja yang lebih pendek darinya. Namja itu mengejar teman nya yang iseng mengambil ponsel nya.

  Tanpa ia sadari, ada seorang yeoja yang sedang berjalan dengan hati-hati karena membawa tumpukan buku-buku pelajaran. Kemudian, Chanyeol menabrak yeoja itu dan membuat semua buku yang dibawa yeoja itu jatuh berserakan.

Chanyeol tersentak kemudian ia berjongkok, membantu yeoja yang ia senggol tadi merapikan buku-buku yang berserakan. Kemudian mata nya bertemu dengan iris madu yang hangat itu.

“Gwenchana sunbae, aku bisa membereskan sendiri.” Chanyeol masih terkesiap dengan wajah anggun Yeoja di depan nya-Yoona. Dia masih memegang buku sambil membuka mulut nya lebar.

“Sun-sunbae.” ucap Yoona sambil menggoyang-goyangkan bahu Chanyeol.   Chanyeol lalu memutar kepala nya tanda ia sadar. Ia kemudian tersenyum kikuk atas sikap nya yang memalukan itu.

“Kau mau membawa ini ke perpustakaan? sini kubantu.” ucap Chanyeol sambil tersenyum lembut. Sebenarnya dia berusaha menahan malu karena tangan nya sempat bersentuhan dengan tangan Yoona saat ia akan membawa buk.

“Anio sunbae, aku bisa membawa sendiri.” Ucap Yoona dengan sungkan, ia tak mau merepotkan Chanyeol yang notabene nya adalah sunbae nya sendiri. Ia takut akan omongan dari yeoja-yeoja yang menjelek-jelekan nya.

“Sudah tak apa, ini banyak sekali bukan? perpustakaan juga masih jauh.” Yoona kemudian memundurkan bibir nya dan mengangguk canggung. Chanyeol kemudian tersenyum senang dan membantu yoona membawakan setengah tumpukan buku yang yoona bawa tadi.

Yoona dan Chanyeol sudah sampai di perpustakaaan, mereka pun segera menaruh buku-buku itu di salah satu rak di pojok perpustakaan seperti yang di pinta oleh Jung Seongsangnim-penjaga perpustakaan.

Chanyeol lalu mengusap-usap puncak kepala Yoona yang membuat yeoja itu tersenyum malu. “Eh, ta-tadi ada debu yang tertempel di rambut mu, jadi…”

Yoona kemudian menggigit bawah bibir nya sambil malu, kemudian ia tersenyum lebar. “G-gumawo sunbae, gumawo.”

Chanyeol mengangguk senang dan tertawa kecil saat melihat rona pipi yang berada di wajah cantik itu. Kemudian ia mengulurkan tangan nya di depan tubuh Yoona.

“Nama ku Chanyeol, Park Chanyeol. Kau cukup memanggil ku Chanyeol, tak perlu menggunakan sunbae.” Yoona kemudian ber ‘oh’ ria sambil mengulurkan tangan nya dan menggenggam tangan Chanyeol.

“Nama ku Yoona, Im Yoona.” Chanyeol kemudian mengangguk, sebetul nya ia sudah mengetahui nama Yoona semenjak ia menyukai gadis itu. Yoona lalu melihat ke arah genggaman tangan nya dengan Chanyeol yang belum terlepas. Chanyeol pun juga mengikuti arah pandang Yoona, dia kemudian melepas tangan Yoona.

“Ah, maaf.” Yoona mengangguk canggung lalu ia memegang pipi nya yang sudah seperti kepiting rebus.

“Yoona?”

“Ne?”

“B-bisakah aku meminta nomor ponsel mu?”‘

“Eh?”

“A-aku ingin meminta nomor ponsel mu boleh? jika ada info di sekolah ini siapa tau aku bisa memberitau mu jika kamu belum tau.” Chanyeol berteriak senang saat melihat Yoona menganggukan kepalanya. Dia memuji dirinya sendiri karena pintar mencari sebuah alasan.

Yoona menulis nomor nya di kertas kecil. Lalu ia memberikan nommor nya kepada Chanyeol. Chanyeol menerima kertas itu sembari tersenyum. “Gumawo.. Yoona.”

AKU MENDAPAT NOMOR SEORANG TUAN PUTRI!

____oOo____

Drabble complete

“Chanyeol-a, kau mau ikut tidak membeli bubble tea?” Tanya namja pucat sambil mengetuk kepala Chanyeol. Chanyeol hanya acuh sambil tersenyum-senyum sendiri sambil memandangi kertas kecil yang sangat berarti untuk nya.

“CHANYEOL!” Chanyeol langsung membulatkan matanya saat namja pucat itu-Sehun berteriak di telinga nya. Kemudian ia memberikan tatapan tajam kepada Sehun sambil mengelus-eluskan telinganya.

“Mwo?! Seenak jidat mu saja berteriak di telingaku!” Sehun hanya mengerucutkan bibir nya kesal lalu melihat ke arah Luhan yang sedang tertawa kecil melihat kemarahan Chanyeol.

“Chanyeol, kau mau ikut tidak membeli bubble tea bersama Sehun?” Tanya Luhan lembut sambil tersenyum jahil. Chanyeol tertawa lalu mengangguk, ia pun menaruh kertas kecil itu di kantung celana seragam nya.

“Kajja!”

“Ini pesanan kalian.” Ucap Seorang yeoja yang memakai seragam sesuai dengan warna kedai disitu. Sehun tersenyum menerima plastik yang berisikan tiga bubble tea itu. Kemudian ia memberikan beberapa lembar uang.

“Ini bubble tea nya.” Ucap Sehun menghampiri Chanyeol dan Luhan yang sedang bercanda tawa. Chanyeol dan Luhan hanya mengangguk dan belum ada niat untuk meminum bubble tea itu.

“Maaf, bubble tea nya sudah habis.” Perhatian ketiga namja itu beralih kepada yeoja yang berada di kasir sedang memesan bubble tea. Tapi sepertinya yeoja itu tidak beruntung karena bubble tea nya sudah habis.

Yeoja itu mengangguk lemah lalu berjalan gontai menjauh dari kasir itu. Padahal dari kemarin, dia sangat ingin membeli bubble tea-hanya saja ia selalu dipadatkan oleh pelajaran tambahan atau pun tugas-tugas yang hanya akan membuat kepalanya meledak.

Luhan lalu berjalan menghampiri Yoona, yang membuat Chanyeol dan Sehun saling bertatapan kemudian menyusul Luhan.

“Yoona, kau minum bubble tea ku saja, ini masih baru dan belum kuminum.” Yoona kaget saat melihat Luhan yang berada di sebelah nya menawari bubble tea kepadanya. Belum sempat Yoona menjawab, sudah ada satu namja yang menawari bubble tea juga kepadanya.

“Punya ku saja Yoona, ini juga belum kuminum. Bukan kah kau lebih menyukai rasa Taro daripada Oreo?” Yoona membuka mulutnya saat tiba-tiba datang seorang namja lagi yang menawarinya bubble tea.

“Yoona, punya ku saja. Punya Chanyeol dan Luhan tidak memakai bubble, mereka memakai mango puding.” Ucap Sehun sambil memegang bahu Yoona. Sementara, Yoona masih bingung dan menahan malu karena dia menjadi pusat perhatian di kedai itu.

“Punyaku!”

“Punyaku!”

“Punya mu bukan rasa taro, Yoona tak menyukai rasa oreo seperti punyamu!”

“Kalian berdua tak memakai bubble, yoona hanya menyukai jika menggunakan bubble!”

“Kalian minggir saja, Yoona hanya akan menerima punya ku!”

“Tidak, kau yang minggir, Yoona lebih menyukai punyaku!”

“Kalian diamlah!”

Chanyeol dan Sehun segera menatap tajam Luhan karena perkataan Luhan. Luhan lalu menghelang napas kasar. “Kalian tidak lihat? Yoona sudah kabur karena kelakuakan kalian!”

“Kelakuan kita? Yoona kabur juga karena kelakuan mu Luhan!” Sanggah Chanyeol sambil menatap tajam luhan.

“Itu kelakuan mu!”

“Kelakuan mu!”

“Itu kelakuan kalian berdua bodoh!”

“Kau yang bodoh!”

“Kau!”

“Kau!”

“Kau!”

Kemudian mereka terus seperti itu hingga Upin&Ipin sudah mempunyai cucu. /ditendang upin&ipin niac/ /lalu ditolong Kai/ /Dibunuh exostan-_-/

END

A/N: Haiii, gimana drabble gaje dari author? sebenernya ini lumayan panjang juga kalo buat drabble, ini sebenernya juga drabble collection. Maafkan ff gaje ini karena tiba-tiba author kepikirkan untuk buat ff ini.

Untuk ff Dark Love Author usahakan secepetnya selesai, karena otak author belum bisa diajak kerja, mungkin otak author lelah (?)

Oke, tunggu ff selanjut nya yang akan author post okee ^^

Thanks, flowssi.