Dark Love Chapter 12 [FINAL]

Image

Author: Flowssi was karinapp26

Genre: Horor, Family, Romance

Cast:

  • Im Yoona
  • Jessica Jung
  • Wu Yi Fan
  • Xi Luhan
  • Other

Ranting: PG 13+

Tittle: Dark Love

Summary:

Saat aku mengucapkan sesuatu kau langsung hilang begitu saja saat bulan purnama – Im Yoona

Mengapa kau datang saat yang tak tepat dan mengapa kau pergi disaat aku membutuhkan mu – Jessica Jung

Poster by perfectbaek

DONT BE SILENT READERS

HAPPY READING^^

Yoona akhirnya membuka matanya, disitu, dia disekap di ruangan yang bercahaya, dia seperti merasakan pegal di bahu kanan nya, dia pun menoleh, Jessica sudah di sebelah nya dengan keadaan pingsan.

Yoona berusaha melepaskan ikatan di tangan nya dan kaki nya, Mulut nya pun sudah di plester. Apa yang yoona lakukan hanya sia-sia.

Yoona merasakan batu yang mengenai pipi nya, sontak, dia menoleh ke arah jendela yang dekat dengan nya, terdapat Taeyeon dan Sunny yang sedang nyengir disana.

Yoona kaget bukan main, darimana Jessica bisa ditangkap? Dari mana Taeyeon dan Sunny bisa berada di tengah hutan ini?

Akhirnya, Taeyeon dan Sunny masuk perlahan lewat jendela, mereka tau siapa yang menculik Yoona dan Jessica, ya mereka tau.

Yoona menghelang napas lega saat tali dan plester nya dibuka. akhirnya ia bisa bernafas juga. Lalu, mereka bertiga juga menyelamatkan Jessica, Jessica juga belum sadar.

Suara tepuk tangan terdengar, terdapat seorang namja tegap berdiri di belakang mereka.

“S-siapa kau?!” Namja itu tertawa dengan enyah nya sambil mentap mereka smirk.

“Kau mencari mereka?” Kelima namja itu sudah di sekap, tetapi mereka juga sudah berubah menjadi manusia, bulan purnama ditutupi oleh ruangan itu.

“Lepaskan kita!” bentak Tao, dia berusaha menggigit Namja yang menyekap nya, ia bergerak sana-sini untuk berusaha melepaskan tali yang terpasang di tangan dan kaki nya.

“Kalian akan bertemu dengan ketua dari kami.” Guman namja tegap tadi, ia pun berjalan ke samping untuk memberikan jalan kepada atasan nya.

“Kita bertemu lagi, sunbae.” Seketika, semuanya membelakakan matanya, mulut mereka pun sudah melebar.

Siapa namja itu?

Apa yang dilakukan mereka untuk menyelamatkan diri?

Akan kah mereka selamat?

….

“Chan..Chanyeol, apa itu kau?” Yoona menyipitkan matanya untuk memastikan apa yang dilihatnya itu benar. Dan, benar saja apa yang dilihatnya. Seorang namja yang menurutnya baik dan sangat suka terseyum itu ternyata mempunyai latar belakang yang begitu menakutkan.

“Apa kabar, Yoona sunbae?” Tanya Chanyeol sambil membuat seringkai di matanya. Yoona, Taeyeon, Sunny dan Jessica hanya melongo. Mereka seakan ada di dalam mimpi.

“Chanyeol-a, kenapa kau.. begini?” Tanya Yoona lirih. Tao, Kris, Sehun, Luhan dan Kai juga memperhatikan gerak-gerik Chanyeol. Chanyeol terdiam sebentar lalu tersenyum pahit.

“1000 tahun yang lalu. Disaat itu, Peperangan terbesar terjadi di barat pasifik. Di perang itu, kaum Drakula melawan kaum serigala. Pada waktu itu, Mereka (Kaum Serigala) membawa ibuku pergi dari hadapan ku. Ayah ku pun juga gugur. Ternyata kekuatan serigala sangat kuat karena dibantu oleh para kaum manusia. Dan pada saat itu juga umur ku belum ada 5 tahun. Kaum ku kalah jauh dan diusir dari pulau itu. Lalu aku diramalkan suatu esok hari aku akan melawan 5 musuh besarku, yang ku dengar dari para kaum ku, mereka sangat lah kuat. Tapi ternyata jauh dari yang kuduka…”

“Apa yang kau maksud itu adalah kami?” tanya Kris dengan nada yang begitu dingin. Chanyeol tersenyum simple lalu mengangguk pelan. “Mungkin begitu.”

“Besok adalah waktu untuk peperangan. Kupikir, aku akan menang.” ucap Chanyeol santai lalu memasukan kedua tangan nya di saku celana jins nya.

“Kutunggu penantian kalian.” Sebuah suara berat milik chanyeol membawa cahaya putih yang begitu menyilaukan. Mungkin bagi yang masih bisa bertahan melihat cahaya itu, matanya akan langsung mengalami kebutaan.
….

Mereka tiba di sebuah bangunan yang megah, untuk kelima namja itu, tapi tidak dengan keempat yeoja itu. mereka sangat kebingungan, mereka berada di mana. Melihat beberapa ekspresi aneh yang dikeluarkan keempat yeoja itu, Sehun langsung berdeham.

“Ini, rumah kami. Kalian boleh tidur di kamar tamu, tetapi—–” Sehun menggantungkan kalimatnya lalu menatap ke-empat saudaranya. Dia tak tau menjawab apalagi, karena di kamar itu terdapat benda-benda masa lalu yang membuat siapa pun terkejut melihaat -benda itu-termasuk-keempat-yeoja itu.

“Ah—,tapi di dalam kalian jangan membuka beberapa lemari dan jangan memberantakinya!” pesan kris.  Mereka-keempat yeoja itu- mengaangguk tanpa mengatakan sepatah kata pun. Mereka hanya kebingungan melihat suasana dirumah ini. kelima namja itu dengan santainya meninggalkan keempat yeoja ini yang masih terdiam ditempat.

…….

“Aku ingin keluar dari sini! oh ayolah, yoona, jessica, taeyeon! apa kalian tidak ketakutan? jauh dari kota, bahkan ini di tengah hutan!” Suara sunny melengking di tempat kedap suara itu. Yoona, Jessica dan Taeyeon hanya bisa pasrah. Mereka tak tau harus percaya kepada siapa dan bergantung kepada siapa. Tetapi, yang mereka andalkan hanyalah kelima namja itu.

“Sunny-a, aku tau, ini tempatnya begitu jauh dari kota, susah untuk kita keluar dari tempat ini. Tapi kau tau kan, kita disini hanya bisa bergantung pada kelima namja itu. hutan ini begitu berbahaya, sangat berbahaya. kau lihat kemarin yoona dan jessica di sekap seperti itu? kau mau juga-eoh? tolong jangan berpikir individual sunny-ah, kita kesini bersama-sama, kita keluar juga harus bersama-sama!” tegas taeyeon. Dia mengeluarkan apa yang ingin ia katakan, ia dari dulu juga sudah curiga kepada kelima namja ini. Tapi, rasa ingin taunya, jauh dari rasa takutnya.

“Taeyeon benar sunny-ah. bisakan kau memikirkan perasaan kita juga?” Tanya Jessica dengan suara yang lirih. Sunny menghelang napas panjang lalu menutup matanya. Seharusnya ia tak mengenal kelima namja itu, seharunya juga ia dan ketiga sahabatnya tak bersekolah disitu, mungkin jika itu terjadi, mereka tak akan mendapat masalah sebesar ini.

“Aku takut.” Satu kalimat yang keluar dari bibir merah itu membuat dia diperhatikan oleh kedua sahabatnya -jessica dan taeyeon-. Jessica menggenggam tangan Yoona erat, seakan ia tau, seberapa takutnya Yoona pada kejadian ini, Taeyeon pun mendekatinya, dia juga menggenggam tangan Yoona erat.

“Kalung ini sangat bagus jika telpasang di lehel mu! ah, kau begitu manis!” yeoja kecil itu tersenyum malu, terlihat semburat merah di wajah nya. Namja di depan nya langsung menunjukan lehernya, yeoja kecil itu mem-poutkan bibirnya seakan bertanya maksud dari namja kecil itu. “Aku juga pakai kalung yang sama dengan mu yoong! lihat! sama kan?”

Yeoja kecil itu mengangguk. dia lalu menarik namja kecil itu kesuatu tempat, tempat yang sangat indah. tempat dimana seseorang biasanya menyatakan cinta. 

taman kota.

“Lu-ah, beljanjilah padaku untuk tidak pelgi jauh!” ucap yeoja kecil itu sambil menunduk, dia malu mengaktakan ini, menurutnya ini terlalu berhelebihan untuk umur semuda dia. 

“Allaseo, allaseo!” Namja kecil itu mengangguk menengar penuturan dari yeoja kecil di depan nya. Namja kecil itu langsung mendekatkan bibir nya ke wajah yeoja kecil itu.

“AH!”

Luhan terbangun dari mimpi yang mungkin bisa dibilang-buruk. Dia menepuk pipinya, lalu mengucek-ucek matanya. Dia terlalu banyak memikirkan hal-hal yang buruk akhir-akhir ini.

“Apa yang aku impikan sih!” Dia lalu mendesah pelan lalu membuka laci-meja yang berada di sebelah tempat tidurnya-. Ia melihat sebuah kalung atau bisa disebut liontin.

Kemudian, ia berusaha mengingat lagi kejadian dimana ia bisa mendapat kalung ini. Banyak sekali memori yang tergiang-giang di kepala Luhan. Tapi ia tak ingat kapan itu, dan………

siapa yeoja kecil itu.

Luhan mengetuk-etuk kepala nya sendiri. Bingung dengan semua pikiran yang tiba-tiba terlintas di otak nya ini. Dia mengerang saat dia mencakar tangan nya sendiri.

Menurutnya, ia sudah gila.

……

Jessica terdiam balkon atas. Angin malam menerpa rambut emas nya. Ia tak mengubris semua itu, pikiran nya berjalan kemana-mana. Seolah sedang tersesat. Ia menenggelamkan wajah nya diantara kedua kakinya yang ia lipatkan.

“Kenapa tidak tidur?” Jessica mendongak-kan kepalanya lalu menemukan namja tinggi yang ikut duduk disebelahnya. Ia terdiam sebentar sambil menatap namja itu baik-baik.

“Aku terlalu tampan ya sampai kau menatapku seperti itu?” Tanya kris lalu diikuti dengan senyuman jahil. Jessica langsung memandang kris jijik kemudian ia memukul bahu kris.

“Kau ini terlalu pede sekali, cih!” ucap Jessica langsung membuang mukanya. Kris tertawa geli melihat tingkah laku Jessica. Dia kemudian memegang pudak Jessica.

“Apa kau tidak takut berada disini?” Jessica terdiam sebentar lalu menatap Kris dengan tatapan nanar. Kris mungkin bisa membaca arti dari tatapan nanar milik nya. Kris menghelang napas panjang.

“Maaf kan a…”

“T-tidak apa-apa. tolong jangan membahas seperti itu!” seru Jessica, ia tak mau membicarakan hal-hal seperti itu bersama manusia yang sebenarnya ia takutkan-Kris. Kris hanya mengangguk pelan mendengar seru-an dari Jessica. Ia merasa sedikit bersalah, sebenarnya bukan sedikit melainkan banyak.

Jika saja ia dulu tidak mendekati Jessica, mungkin sekarang jessica tak akan masuk ke dalam permasalahan nya. Dan, dia pun tak mempunyai sedikit perasaan terhadap jessica.

Kris tak menyadari bahwa sedari tadi ia ditatap oleh Jessica. Kris hanya melamun. Jessica menekan pipi tirus milik kris. kris langsung sadar dang mengerang pelan.

“Kata eomma, jangan melamun saat malam-malam!” perintah Jessica yang membuat Kris langsung tertawa lepas. Jessica langsung merasa pipi nya memerah sekarang. Ia belom pernah melihat Kris tertawa selepas ini, Dia selalu melihat kris tertawa simpul atau hanya tersenyum saja.

“Kau benar-benar sangat lucu!” Jessica langsung salah tingkah saat tangan kekar milik kris menyentuh puncak kepalanya. Dia yakin, mukanya seperti kepiting rebus sekarang. Kris menghentikan tawanya lalu tersadar akan tingkah Jessica.

“Kau tidak mengantuk?” Jessica langsung merasa gugup ingin berbicara dengan kris. Ia menggaruk rambutnya yang tidak gatal. “A…aku, sangat mengantuk. aku pergi dulu!”

Kris menatap punggung Jessica yang sudah menjauh dan tidak terlihat lagi. Senadainya saja ia manusia biasa, mungkin ia tak akan memiliki masalah sebesar ini dan mungkin saja ia sudah mempunyai hubungan bersama Jessica.

Seandainya.

…..

Taeyeon membuka matanya, ia melihat ketiga kawan nya masih asyik dengan mimpi mereka masing-masing. Kemudian, Taeyeon membuka gorden dan jendela yang berada di kamar tamu-itu.

Dia meliha cuaca yang tidak begitu baik. Dia lalu melihat keatas. Dia terkejut saat melihat keadaan matahari yang akan melakukan gerhana. Dia lalu segera membangunkan Jessica, Yoona dan Sunny.

“Palli ireona! ya! jessica, yoona, sunny! ireona ireona!” teriak Taeyeon sambil memukul mereka bertiga dengan guling. Sunny lah yang pertama kali bangun.

“Ada apa Taeng-ah?” Tanya Sunny sambil menguap lalu mengucek-ucek matanya. Taeyeon langsung menarik baju sunny dan menunjuk arah jendela. Sunny bingung, ia pun langsung berjalan ke arah jendela. Sunny terkejut lalu menatap ke arah Taeyeon.

“Gerhana matahari?!”

…..

Teriakan, Auman, erangan terdengar dimana-mana. Darah pun juga berceceran dimana-mana. Peperangan sudah dimulai sejak dini hari. Peperangan yang telah ditunggu sekian lama.

Kedua mata itu terus bertatapan. Menyiapkan kekuatan di dalam tubuh mereka, jarak mereka sangat lah dekat. Bahkan mereka bisa merasakan hembusan nafas satu sama lain. “Apa yang kau harapkan jika kau menang?”

Chanyeol tersenyum angkuh lalu mundur beberapa langkah. “Yoona, kau berani bertaruh denganku?” Luhan terdiam sebentar, dia mencengkram tangan nya kuat saat memori tergiang di kepalanya.

“Jangan ganggu wendy-ku!” ucap namja kecil itu-luhan sambil mendorong pelan namja kecil di depan nya. “Petelpan! tolonglah aku! aku diculik captain hook!” 

“Tenang saja wendy! aku akan menyelamatkan mu!” 

“Hohoho! akulah  captain hook! kau tak akan bisa menyelamatkan wendy petelpan! dia belada di sebelahku sekalang!” ucap namja kecil yang lebih tinggi dan lebih kurus dari Luhan.

“Sudah ya main nya, aku lelah.” ucap Luhan lalu tertawa bebas saat melihat ekspresi teman-teman nya yang sedikit kecewa karena omongan nya. 

Luhan merasakan ada sebuh tangan yang mencengkram salah satu anggota tubuh nya. Dia pun langsung mengedipkan matanya, dia tersadar, tersadar dari memori konyol yang terlintas. Dia sadar tangan nya sudah dicengkeram kuat oleh Chanyeol.

“Ku tebak, kau tak akan berani melawan ku.” Seru Chanyeol sambil menatap Luhan dengan tatapan mengejek, Luhan yang tak terima dengan perkataan nya langsung menyakar pipi kanan Chanyeol.

“Jangan asal berbicara! Jika Yoona taruhan nya, aku berani mempertaruhkan jiwaku!” Ujar Luhan dengan yakin. Ia kemudian tersadar apa yang telah dikatakan nya. Ia tak pernah seberani ini dan selancang ini mengatakan seperti itu. Tapi, di lubuk hati kecilnya mendorong nya untuk mengatakan itu.

“Sepertinya darah mu sangat segar,” Ucap Chanyeol lalu menunjukan mata merah nya. Luhan juga menunjukan mata wolfnya. Mereka saling menatap dengan tajam.

…..

“Luhan!”

“Sehun!”

“Kris!”

“Kai!”

“Tao!”

Keempat yeoja itu sibuk mencari para namja yang sudah tak ada dirumah entah kemana-menurut mereka. Saat keempat yeoja itu bangun, rumah sudah tak ada orang-kecuali mereka.

Mereka juga tak enak jika melakukan hal seenak nya dirumah orang, apalagi jauh yang namanya dari perkotaan. Mereka juga tak bisa lari begitu saja dari sini. Apa yang mereka harus naiki jika ingin kabur dari sini.

“Hey!” ketiga yeoja itu menatap kesumber arah suara siapa lagi kalau bukan Yoona. Yoona tampak berpikir sebentar lalu menatap ketiga kawan nya. “Kalian ingat perkataan Chanyeol kemarin?”

“Yang mana?” Tanya Taeyeon penasaran. Yoona mem-poutkan bibirnya dengan pertanyaan Taeyeon. Jessica dan Sunny pun juga ikut mengangguk setuju dengan pertanyaan taeyeon.

“Sebelum kita berada disini, Chanyeol berkata bahwa dia menunggu penantian kita, apa maksudnya kelima namja itu? Dan ini…., sebentar lagi akan mulai gerhana matahari, dan…..”

Yoona tampak tersengal-sengal sambil berpikir. Kemudian ia menelan salivanya sebentar kemudian menatap ketiga sahabatnya serius. Ketiga sahabatnya bingung dengan arti tatapan Yoona.

“MUNGKIN MEREKA SEKARANG ADA DALAM PEPERANGAN!”

……

Belum ada yang menyerah diantara mereka berlima, bersama pasukan chanyeol yang hanya bisa dihitung menggunakan jari. Tanpa mereka sadari, keempat yeoja itu sudah menyusul mereka. Mencari dimana keberadaan mereka.

Jauh dari tempat itu, Dua yeoja dengan pakaian yang serba tertutupi itu melihat kejadiannya secara langsung. Mereka berdua kemudian bertatap-tatapan.

“Kita sepertinya harus kesana.”

…..

Keempat yeoja itu sangat ketakutan melihat jalan yang berlumuran darah dan banyak sekali, wolf ataupun vampire tersungkur dengan keadaan yang mengenaskan, sangat mengenaskan. Bahkan Jessica menahan untuk muntah karena ia tak tahan melihat keadaan wolf dan vampire itu.

“Ini benar-benar….” Sunny bahkan tak bisa melanjutkan perkataan nya yang melihat keadaan sangat buruk seperti ini. Tiba-tiba mereka-keempat sekawan itu berhenti melihat dua orang di depan mereka.

“Jessica Eonni.”

“Yoona, eonni.”

“ANDWEE!!!!!”

TO BE CONTINUED

Note: HELLO!!! maaf bangeeeeeet ya, yang udah nunggu ff ini sejak lama /bow/ sebenernya ini udah sempet jadi sebulan yang lalu, terus laptop rusak jadi hilang deh file nya /curhat/. maaf kalo banyak typo yang berterbaran yess.

Jujur pas itu gada niat buat nge-lanjutin ff ini. Tapi ngelihat dari banyak nya komentar sama ff kelanjutan nya, aku jadi ada niat buat ngelanjutin ff ini. Sekali lagi maaf kalo belum memuaskan dan tunggu chapter berikutnya ya^^