It’s Me! (Drabble)

Image

Tittle: It’s Me!

by Flowssi ex: karinapp26

Starring by

GG’s Yoona | F(x)’s Krystal | EXO-K’s Kai | EXO-M’s Luhan

Genre: FIND BE YOUR SELF

Ranting: PG15+

This fanfiction is purely my own. Cast belong’s God. I just borrowed the names of characters and places. Don’t plagiat this FF!

Poter by nanachaa [Thank You!]

Drabble

Happy Reading~^^

Kita mempunyai perbedaan! kita tak selalu sama!

.

“Ya! Krystal mana Yoona?!” Yeoja itu mendengus kesal. Dia pun membalikan badan nya menghadap lawan biacaranya itu atau bisa dibilang yang mengajak nya bicara. Yeoja itu kemudian memasang wajah kesal dan dingin. Dia menatap lawan bicara nya itu sambil menggigit bibir. Mata nya pun berubah menjadi sipit.

“Aku Yoona, bukan Krystal.” Jelas Yeoja itu sambil mengetuk kepala lawan biacaranya. Ia pun kembali duduk menikmati minuman nya.

“Yoona-ya, mianhae.” Ujar namja itu duduk di hadapan Yoona sambil memegang kepala nya yang sakit-yang di ketuk oleh Yoona. Yoona memutar bola matanya kesal sambil memainkan sedotan yang ada di dalam minuman nya. Sesekali, dia mengggeleng-gelengkan kepalanya. Namja di depan nya makin merasa bersalah melihat perubahan wajah nya itu.

“Yayaya, sudah biasa Han kau memanggil ku Krystal, jadi aku juga sudah terbiasa dengan panggilan mu itu.” Ucap Yoona yang sudah bisa di tebak dia merasa sangat kesal.

“Yoona mianhae. Dari belakang kau benar-benar mirip dengan Krystal.” Yoona menatap namja di depan nya sambil mendesah kasar. Dia pun memainkan bibir nya mengikuti cara bicara seperti namja di depan nya tadi. Namja di depan nya itu langsung menatap kesal ke arah Yoona karena mengikuti gaya bicaranya. “Yoona!” Serunya sambil memukul pundak Yoona.

“Ya! Luhan-ssi! appo!” bentak Yoona lalu balas memukul pundak Luhan. Luhan memegang pundak nya yang terasa sakit terkena pukulan Yoona. “Kau tadi yang mulai duluan mengejek omongan ku!” Ucap luhan tak terima perlakuan Yoona yang tadi. Yoona membuka mulutnya sambil menatap Luhan jengkel.

“Kau tadi yang salah memanggil ku! itu membuat ku kesal! kau yang salah tau!” Yoona kembali memukul Namja di depan nya ini lebih keras sehingga menimbulan suara pukulan.

“Kau yang salah!”

“Kau!”

“Tidak, kau!”

“Kau lah!”

“Kau!”

“Kau!”

“Kau yang salah! mengaku!”

“Kau yang salah!”

“EONNI! OPPA! DIAMM!!” Teriak seseorang yang sekarang sudah berada di depan meja Yoona dan Luhan. Yoona dan Luhan sontak terdiam dan melihat seorang yeoja yang sedang menahan amarah. Yeoja itu melipat kedua tangan nya, sebenarnya ia sedikit malu karena dengan suaranya yang tadi begitu keras, mengundang sebagian perhatian dari penghuni kantin.

“Kalian ini berpacaran selalu saja bertengkar. Kapan kalian akur?” Tanya Yeoja itu-Krystal sambil menatap Luhan dan kakak nya-Yoona. Yoona dan Krystal adalah kakak-beradik yang sudah begitu terkenal di sekolah ini. Mereka bukan lah keturunan darah biru, mereka lahir dari keluarga yang sederhana. Tetapi, dengan pesona mereka. Mereka bisa mengalahkan ke-primadonaan Taeyeon yang sebenarnya jauh lebih cantik dan lebih kaya dari mereka – tetapi sifatnya yang angkuh dan sombong tak mendukung ke-primadonaan nya.

Pekerjaan orang tua mereka pun sebenarnya juga bisa dibilang tinggi. Ayah nya bekerja sebagai manager perusahaan Im Crop. Sedangakan ibu mereka bekerja sebagai marketing di Im Crop. Im crop merupakan perusahaan warisan dari Kakek mereka yang sudah tiada. Jadi, Tuan Im pun memutuskan untuk tetap melanjutkan perusahaan Im Crop.

 Yoona dan Krystal berbeda 1 tahun. Mereka terkadang juga sering bertengkar hanya karena masalah kecil. Alasan nya ialah: Yoona yang tak mau mengalah dan Krystal yang selalu melawan. Jadi begitulah, jika mereka tak saling melengkapi.

“Dia duluan yang mulai, Krys.” Tunjuk Yoona ke arah Luhan. Luhan menganga tanda tak terima. Dia pun menggigit bibir nya kesal sambil membuang nafas kasar.

“Eonni mu duluan yang mulai, Krys!!” Sanggah Luhan sambil menatap Krystal yang sudah mulai sebal dengan kembalinya sikap anak kecil mereka.

“Sekarang oppa dan eonni minta maaf!” Yoona dan Luhan sontak langsung membelakangi tubuh mereka masing-masing sambil melipat kan tangan mereka saat mendengar suruhan krystal. Krystal mendesah sebal melihat kedua pasangan ini. Dia tak habis pikir, bagaimana bisa pasangan ini bisa terbilang ‘sangat romantis’ tapi kenyataan nya seperti ini?

“Ada apa ini krys?” Seorang namja tinggi dengan rambut berwarna coklat menghampiri keributan itu. Krystal melipat tangan nya lalu menujuk kedua pasangan itu yang saling membelakangi satu sama lain. Namja itu menggeleng pelan sambil mencibir.

“Bertengkar lagi?” Krystal hanya menganggung mendengar tebakan dari namja di samping nya.

“Nuna, Hyung. Ayolah, jangan begini, jangan seperti anak kecil!” desis namja itu-kai sambil menatap punggung kedua pasangan itu. “Dia yang mulai duluan!” Yoona dan Luhan membalikan badanya saat menyadari mereka ngomong bersamaan. Krystal dan Kai hanya tertawa menatap kedua pasangan itu yang sekarang mulai malu.

Kringg Kringg

Bel berbunyi sangat nyaring. Sontak semua yang berada di kantin langsung tergopoh-gopoh pergi ke kelas. Yoona, Luhan, Krystal dan Kai juga langsung pergi ke kelas masing-masing.

…..

Yoona berjalan ke arah kelas Krystal dengan tas ungunya. Terkadang, di lorong-lorong terdapat sunbae-sunbae dan adik-adik kelas ataupun seangkatan yang menyapanya. Yoona hanya memamerkan senyum yang bisa dibilang – sengatan listrik.

Yoona sampai di depan kelas Krystal dan menemukan adiknya sedang bercanda dengan Kai. Yoona sudah berdiri di sebelah mereka. Dia merasa kesal karena Kai dan Krystal tak mengetahui keberadaan nya. Yoona menghentakan kakinya lalu berdeham, membuat Krystal dan Kai menoleh kepadanya.

“Eoh. eonni, kapan kau berada disini?” Yoona menatap mereka jengkel dan sebal. Oh ayolah! sudah hampir sepuluh menit Yoona melihat pasangan ‘muda’ itu terus bercanda dan bercengkerama. “10 menit yang lalu.” Ucap Yoona sambil melihat jam yang terpasang di tangan kanan nya.

“Mianhae nuna, ah. Kenapa nuna kesini? seharusnya kan nuna sudah pulang dengan hyung.” Yoona membelakakan matanya lalu menaikan satu alisnya. “Siapa yang kau maksud hyung?” Tanya Yoona merubah suara nya.

Mendengar kata ‘hyung’ sebenarnya dia sudah tau siapa itu. Tapi, dengan mendengar panggilan itu membuat mood nya turun drastis. Dia mendesah pelan sambil menyipitkan matanya. “Haha, eonni. sana pulang lah dengan pacarmu itu, aku akan pergi dengan kai.” Ucap Krystal lalu menggandeng kai dan membawa pergi menjauh dari Yoona.

“Meyebalkan, menyebalkan, menyebalkan!” seru Yoona sambil loncat-loncat dan menghentakan kakinya keras. Beberapa helai rambut pun sekarang berada di depanya. Ia kemudian meniup rambut itu. Kemudian ia pergi ke arah balkon sekolah itu yang suhu nya begitu rendah.

Ia tak peduli dengan suhu itu. Ia kemudian duduk terdiam lalu menatap sekeliling nya. Nafasnya begitu memburu menahan suhu yang begitu rendah itu.

“Eomma, appa, seongsangnim, luhan selalu saja memanggilku Krystal. Apakah satu hari saja, ada yang memanggil ku benar-benar Yoona.” lirih nya. Ia kemudian menunduk, merenungi nasib nya ini.

Tiba-tiba dia mendengar suara langkah kakinya. ia mengangkat kepalanya dan menghadap ke sebelahnya. Dia kemudian mengerucutkan bibirnya saat mengetahui siapa orang yang berada di samping nya ini. Sedangkan orang yang berada di samping nya tersenyum lembut.

“Mianhae.” Hanya sepatah kata itu pun tak membuat Yoona mengurusi atau menjawab bahkan bergerak sekalipun. Luhan langsung mengelus puncak kepala Yoona yang membuat Yoona langsung duduk dengan tegap lalu menatap mata Luhan.

“Kau marah?” Tanya Luhan sambil tersenyum kepada Yoona. Yoona mendecak sebal. “Menurutmu?”

Luhan tertawa sambil memperlihatkan giginya yang rapi. “Terkadang, aku sedikit bercanda memanggil mu krystal. Bahkan yang di kantin aku hanya bercanda. Tetapi itu malah membuatmu emosi. Tetapi kau dan Krystal itu punya perbedaan. Kau lebih cantik dari Krystal, kau lebih pintar dari krystal. Dan satu lagi.”

Yoona langsung menaikan alisnya menghadap ke arah Luhan. luhan hanya tersenyum nakal. “Kau hanya miliku seorang.” Lalu, luhan memperkecil jarak wajah diantara mereka berdua. kedua mata itu pun saling tertutup, dan menempelkan bibir mereka masing-masing.

Di balik itu….

“Ya! Krys, jangan dilihat! kau masih kecil!” Ucap kai sambil menutup mata nya Krystal. Krystal mendecak sebal lalu memukul tangan kai. “Kau yang jangan melihat!” Ucap Krystal sambil menutup mata Kai dengan tangan nya.

“Kau yang jangan melihat!”

“Kau lah!”

“Kau!”

“Kau!”

“Kau!”

“Kau!”

“Kau!”

“Kau!”

….

Pagi telah menyerbu kota seoul. Musim semi sekarang menyelimuti kota metropolitan ini. Bunga-bunga bermekaran dimana-mana, menambah kesan romantis di kota ini.

pinggir jalan kota ini terdapat banyak pasangan yang menikmati hari libur mereka selepas bekerja maupun belajar. Di hari libur begini, tak ada satupun tugas yang diberi, karena hari ini benar-benar libur dan bebas dari apapun.

Seorang namja pun hendak menjemput ‘gadis’ nya. Ia telah sampai di depan rumah sang gadis itu. Dia merapikan rambutnya lalu mengontrol jantungnya yang berdetak tak karuan. Tangan nya pun mulai mengetuk pintu coklat itu.

Seorang yeoja dengan memakai mini dress dan flat shoes pun membuka pintu itu. ia tersenyum saat melihat seorang namja berpakaian rapi berada di depannya. “Krystal, lihat Yoona?”

“Ah, eonni ada di dalam.” Ujar Yeoja itu sambil menyunggikan senyum manis nya lagi sambil memperlihatkan giginya. “Bisa panggilkan?” Pinta Luhan dengan suara yang lembut.

“Oppa mau masuk atau di luar?”

“Di luar.”

“Mau berdiri atau duduk?”

“Berdiri.”

“Mau minum apa tidak?”

“Tidak usah.”

“Mau —-“

“Kau mau mati?”

“Ya! Xi Luhan, aku ini Yoona! masa dari tadi kau tak sadar akan suaraku!” Seru Yoona menatap tajam namja di depannya ini, berbeda dengan senyuman manisnya yang tadi. Namja di depannya hanya menganga. “Kau begitu cantik.”

“Jadi, jika aku cantik aku dikira krystal dan jika aku jelek aku dikira Yoona?” Ucap Yoona sambil mengercutkan bibirnya. Dia mengembungkan pipinya sambil mendengus kesal.

“Anio, kau hanya berbeda saja. Kan sudah kubilang kau jauh lebih cantik dari Kyrstal!” Sanggah Luhan kepada Yoona yang sedang memajukan bibirnya. “Cih, alesan.”

“Ayolah yoong— jangan marah begitu!” Ucap Luhan memegang tangan Yoona sambil memohon-mohon. Yoona jadi geli sediri melihat wajah Luhan yang begitu imut.

“Hahaha, harusnya kau lihat wajah mu saat seperti itu luhan! kau begitu jelek! sangat jelek!” Ejek Yoona sambil tertawa, kedua tangan nya memegang perutnya yang terasa sakit, karena tertawa begitu keras.

“Ya! berhentilah tertawa!” Ucap Luhan, wajah nya sudah seperti kepiting rebus. Yoona melihat wajah Luhan makin tertawa. Dia menyipitkan matanya, matanya pun juga sudah mengeluarkan air mata karena terus tertawa.

“Ya!” Yoona tetap tertawa karena sekarang wajah luhan benar-benar sangat merah. Luhan mendengus kesal. Lalu, ide nakal muncul di otaknya, dia pun langsung menempelkan bibirnya di bibir mungil Yoona.

Cukup lama mereka ciuman, lalu Yoona langsung mendorong Luhan. Yoona menatap Luhan dengan tatapan sengit. “Ya!” Ucap Yoona memukul Pundak Luhan. “Salah siapa tak mau berhenti tertawa!” seru Luhan sambil tersenyum kemenangan.

“Dasar namja mesum!” Pukul Yoona lagi pada pundak Luhan. Luhan memegang pundak nya yang sakit.

“Biarpun mesum, Yoona tetap cinta!” Yoona menganga, tetapi, kemudian dia menunduk karena wajahnya memerah. Luhan tertawa melihat wajah merah Yoona.

“Sudahlah, tak usah jadi pergi saja.” Ucap Yoona berlalu meninggalakan Luhan. Luhan langsung berhenti tertawa lalu memegang tangan Yoona. “Ya! jangan seperti itu!”

Yoona hanya mengerucutkan bibirnya. Luhan lalu tersenyum nakal lalu tertawa sebentar. “Jika kau cemberut akan kucium!” Yoona menganga lalu memukul dada Luhan.

“DASAR NAMJA MESUM!!”

END

Note: Hai~~ Maaf karena kemarin aku hiatus terlalu lama. Oh iya, maaf banyak yang nunggu Dark Love, lagi proses. maaf untuk typo bertebaran karena sebenarnya ini udah selesai dari kemarin tapi baru sempet ke post hari ini. Maaf banget dari Flowssi *bow*

Jangan lupa RCL^^