My Angel – SeFanny vers.

Gambar

Author: Karinapp26

Genre: Romance, Friendship, Angst

Cast: Tiffany | Sehun | Seohyun

Ranting: PG12+

One Shoot

Poster by Perfectbaek

DONT BE SILENT READERS!! | Happy Reading ^^

Hidup di tengah-tengah antara penderitaan dan kesenangan, namja itu. Oh Sehun, terlalu suka menyendiri, walaupun ia masuk ke dalam genk yang begitu terkenal, tapi, tak mudah untuk nya suka untuk beradaptasi dengan hal yang seperti itu.

Menurutnya, susah untuk melupakan teman, maka dari itu, percuma saja bila dekat dengan teman, akhirnya berpisah juga. Dia tak mau ambil pusing, tapi dia juga pernah mengalami nya, mengalami hal seperti itu, pernah.

Tetapi, walau di gemari dan disukai banyak yeoja, itu malah membuat nya semakin bete. Setiap hari. ia selalu menerima teriakan-teriakan fans nya yang terlalu ‘berlebihan’

Dia bukan lah cassanova yang berjalan lenggak-lenggok di atas panggung, dia juga bukan model yang selalu bergaya di depan kamera, dia juga bukan termasuk dalam tim basket di sekolah nya.

Tetapi, menurut mereka kelebihan sehun itu pintar, bermuka tampan, dan sebagainya. Tetapi, dengan teriakan mereka itu hanya mendapat balasan berupa senyum nonorganik dari Sehun.

Sehun hanya bisa terdiam saat sampai di kamar nya, klasik, tak ramai dan juga biasa. Inilah kamar yang ia inginkan, kamar yang sudah membuat dia nyaman.

Dia membanting pantat nya di kaca jendela. Dia hanya menatap semua dengan tatapan kosong. Sebelah selatan yang lumayan jauh dari rumah nya, terdapat taman yang lumayan sepi. Tapi, walau begitu, taman itu lah yang membuat kenangan yang berusaha ia lupakan. Kenangan yang terlalu pahit untuk dia rasakan.

Bertahun-tahun lalu, ia harus menerima kepahitan dari kekasih nya, Seo Joo Hyun. Dimana kekasih nya sudah di jodohkan dan harus pergi ke Amerika. Dia tersenyum menanggapinya, ya, hanya bisa tersenyum.

Dimana tempat itu adalah saksi saat ia dan kekasih nya jadian dan berpisah. Di bawah pohon mapel yang begitu rindang, di saat ia mencoba tak rapuh, tetapi, inilah yang ia rasakan.

‘Duk’

Sebuah suara membuyarkan lamunan nya, ia menatap jauh ke taman yang sepi itu, terdapat benda putih yang menyangkut di pohon mapel itu. Dia segera berlari ke sana, tak tau dari mana mood nya, ia hanya bisa mengikuti kata hatinya.

Di temukan nya seorang yeoja yang sedang tersungkur di bawah, rambut nya yang masih rapih, Yeoja itu berusaha bangkit lalu memegang punggung nya.

“Gwenchana?” Yeoja itu mendongak saat mendengar suara berat milik seorang namja. Namja berkulit putih sudah berada di depan nya yang sedang memandang dia khawatir.

Dia hanya mengangguk sambil tersenyum getir.

“Sini mari kubantu.” Tangan putih itu tepat berada di depan wajah cantik nya. Ia memandang tangan itu sebentar lalu tersenyum sambil mengangguk.

Tangan nya memegang punggung nya, ia merasa berbeda. Dimana sayap nya? Dia melihat ke atas, dia tersenyum senang sambil menatap ke arah pohon mapel yang berada di dekatnya.

“Namamu siapa?” Yeoja itu menatap manik mata milih namja yang berada di depan nya, Sehun. Kedua bola mata mereka saling bertemu, Yeoja itu yakin, namja itu bisa dipercaya.

 “Hwang Mi Young, kau bisa memanggilku Tiffany.” Tiffany membungkukan badan nya sedikit, dia pun tersenyum seraya bertanya ‘nama-mu-siapa-‘

Sehun pun merasa sedikit canggung lalu tersenyum kecil. “Namaku Sehun, Oh sehun.”

….

“Jadi, rumah mu dimana?” Yeoja itu agak kaget karena tiba-tiba namja yang berada di sebelah nya menanyakan hal seperti itu. Sebenarnya, dia adalah malaikat.
Malaikat yang mencari kebahagiaan di dunia. Akhirnya ini yang baru ia dapatkan, seorang namja yang menolong nya, bahkan mungkin ia baru pertama kali ini melakukan hal aneh.

Jatuh cinta.

Tiffany masih bingung harus menjawab bagaimana, dia adalah angel yang mencari kebahagiaan, tapi, dimana ia harus tinggal? apa yang harus ia katakan untuk saat ini?

Apakah ia harus berbohong? Tapi, apakah mencari kebahagiaan harus berbohong? ia terlalu polos untuk mendapatkan jawaban disini, apa yang ia butuhkan tak sesuai dengan yang ia harapkan. “Aku diusir.”

Sehun mengerutkan bibir nya sebentar lalu mengangguk mengerti. Di dalam hatinya, ia merasa. Senyuman itu, mengingat kan nya dengan seorang yeoja. Ia bingung, apakah ia harus menolong yeoja ini?

“Mau kubantu?” Tiffany yang tadinya hanya menunduk sekarang langsung mengangkat kepala nya menatap Sehun dengan alis yang terangkat. Sehun yang mengetahui itu langsung berdeham kecil.

“Mau ke rumah ku dulu?” Mata Tiffany berbinar mendengar ajakan Sehun. Dia langsung memegang lengan sehun, sehun kaget akan perlakuan Tiffany kepadanya.

“Jinjjayo?!” Sehun mengangguk cepat lalu memberi tatapan seolah mengatakan ‘lepaskan-lengan-ku’. TIffany yang mengerti tatapan Sehun langsung melepaskan genggaman nya.

“Mian.”

….

“Sehun, siapa yang kau bawa?” Terdengar suara wanita dari dalam rumah, Tiffany menatap Sehun bingung. Sehun hanya meng-isyaratkan Tiffany untuk masuk.

“Siapa… whoa? yeopo” puji wanita paruh baya yang tiba-tiba menyambut Sehun dan Tiffany. Tiffany tersenyum lalu membungkukan badan nya. “Annyeonghaeseyo, Tiffany imnida.”

“Sehun-a, kau mencari yeojachingu pandai sekali.” Sehun dan Tiffany membelakakan matanya kaget lalu menggeleng bersamaan. “Anio eomma, dia bukan yeojachinguku, dia hanya teman ku.”

Tiffany mengangguk malu lalu menunduk. “Kau tinggal dimana?” Tiffany mengerucutkan bibir nya pelan. Dia sebenarnya enggan untuk berbohong lagi, tapi apa buat, demi kebahagiaan nya yang ia cari.

“aku diusir.” Wanita paruh baya itu mendekat ke Tiffany lalu menepuk pundak Tiffany seraya menyabarkan nya. “Bagaimana jika tinggal disini untuk sementara?” Sehun yang sedang minum langsung tersedak.

“Tak perlu.” Tolak Tiffany dengan sopan, bukan nya ia tak mau benar-benar menolak ide dari eomma sehun, tetapi, ia hanya tak mau merepotkan keluarga ini, ia sudah cukup berbohong.

“Tak apa, mumpung ada kamar kosong, bukan begitu Sehun?” Sehun hanya bisa menghelang napas nya malas. Inilah yang ia tak suka dari eomma nya, mempunyai ide gila.

“Otthe?” Tiffany berpikir sebentar, ia sangat jujur dalam hatinya jika benar-benar bahkan terlalu ingin tinggal disini, tapi ia hanya lah seorang angel, ia tak mungkin disini terlalu lama.

“Jika tak merepotkan, aku tak keberatan.” Tiffany akhirnya memutuskan jawaban nya, mata eomma sehun langsung berbinar-binar. Inilah yang dia inginkan, seorang anak perempuan. Karena, ia dikaruniai kedua anak laki-laki.

“Mari kita keatas, akan ku beri sepasang baju yang cocok!” Eomma Sehun langsung menarik tangan Tiffany untuk berjalan ke atas. Adik Sehun yang berjalan ke bawah hanya menatap bingung kedua yeoja itu.

“Hyung, nuguya?” Namja kecil yang baru berpendidikan sekolah dasar itu menghampiri kakak nya yang sedang merasa bosan.

“Yeoja yang akan menginap.” Sehun menatap adik nya dengan tatapan yang sulit diartikan. Adik nya hanya mengedikan bahu tak peduli lalu berjalan keluar.

….

“Kau tau, ini sangat cocok untuk mu.” Nyonya Oh tampak sangat senang saat Tiffany memakai baju desain nya. Sebenarnya, Nyonya Oh dikaruniai anak perempuan, tetapi, dia sudah meninggal.

“Jinjjayo?” Tiffany melihat dirinya di kaca. Kaos biru dengan gambar abstrak dipandu dengan celana pendek berwarna ungu. Rambut nya yang dikucir sebelah. Seperti anak remaja.

“Ya, mempunyai dua anak lelaki membosankan, bukan begitu?” Canda nyonya Oh yang membuat Tiffany tertawa.

“Jangan terlalu segan-segan disini, anggap saja ini rumah mu.” Tiffany tersenyum lalu mengangguk senang. Nyonya Oh pun keluar, membiarkan Tiffany menikmati pemandangan barunya.

Inilah saat nya ia untuk memulai. Ya, memulai hari yang baru.

Sinar matahari perlahan muncul dan menerangi sebagian dunia. Suara merdu dari kicauan burung terdengar. Suara rintikan embun pagi pun juga sudah tepat di telinga.

Tiffany merentangkan tangan nya, dia juga mengucek-ucek matanya. Dia tersenyum menyambut pagi hari yang begitu cerah. Di buka jendela dan gorden nya. Wajah nya begitu nampak putih saat matahari menyinarinya.

Dia pun melihat bayangan nya di cermin. Dia tersenyum senang, ternyata, dirinya lebih cantik di dunia dari pada di tempat asal nya.

“Kau sudah bangun ternyata.” Tiffany terlonjak kaget saat mendengar suara Sehun menyeruak telinganya. Ia melihat Sehun sambil cengengesan, untuk apa Sehun masuk ke kamarnya.”Wae?”

“Ayo, makan bersama.” Ajak Sehun sambil tersenyum. Tiffany berusaha menahan jantung nya yang tak berhenti berdetak. Wajah nya tiba-tiba berseri-seri melihat Sehun tersenyum.

…..

Suasana makan pagi ini terasa ramai. Sedari tadi, Nyonya Oh dan Tiffany berbincang seperti menggosip, membicarakan kehidupan masing-mansing dan mereka bahkan melupakan Tuan Oh, Sehun dan Adiknya, Junsu.

Sehun memperhatikan Tiffany yang tampak senang dan tertawa, wajah tiffany mengingatkan dia oleh seseorang, dari cara bicara dan tertawa. Sehun segera menggeleng menyingkirkan pikiran nya itu.

///

“Sehun!”

Namja itu menolehkan kepala nya kebelakang, ia melihat sahabatnya, terpaku disana. Sontak ia bingung dan mendekati sahabat nya perlahan.

Dia menghampirinya, di dekat pohon mapel itu, tempat pertama mereka bertemu. Dan dengan pohon mapel itulah Sehun bisa menyukai sahabat nya, Seohyun.

“Wae Seo-ah?” Sehun tersenyum memegang bahu Seohyun. Seohyun hanya terpaku sambil menatap Sehun dengan tatapan nanar. Perlahan air matanya keluar.

“Mian, sehun.” Hanya kalimat itulah yang mampu diucapkan oleh yeoja manis itu. Dia seolah tak berani berkata. Bibirnya sudah terkunci rapat oleh perasaan nya.

“Mian, aku harus pergi.” Dan, di kalimat kedua itulah yang mampu membuat Sehun terdiam di tempatnya. Ia masih menatap kelopak mata Seohyun yang sama sekali tak berani menatapnya.

“Aku akan pindah ke Jakarta, pekerjaan appa.” Sehun menghembuskan nafasnya panjang. Inilah saatnya untuk melepaskan sahabatnya, Ia memang harus menghadapi takdir.

Ia tak akan bisa memaksa Seohyun untuk tetap tinggal disini dengan nya, untuk terus tetap berpegangan tangan dengan nya, untuk tetap terus berada disebelah nya. Itu tak bisa!

“Mian Sehun-a.” Seohyun memajukan satu langkah lalu memeluk Sehun. Sehun hanya bisa diam, akhirnya karena keluluhan hatinya, ia membalas pelukan Seohyun.

////

“Jangan melamun!” Tiffany menyentil kepala Sehun dengan tersenyum. Sehun akhirnya sadar lalu menatap Tiffany dengan kaget. Tiffany hanya memamerkan wajah tak bersalahnya.

“Ya! sakit tau!”

Sehun hanya terkekeh pelan. Lalu ia berbalik menatap Tiffany. Tiffany bingung mengapa ia ditatap seperti itu.

“Mau ikut aku?” Tiffany sebelum nya kaget karena tiba-tiba Sehun mengajak nya. Dia menaikan satu alisnya. Sehun yang mengerti arti tatapan Tiffany menghembuskan nafas nya pelan. “Ke taman.”

Gadis dan Lelaki muda itu berjalan beriringan menelusuri setapak jalanan yang halus. Jika orang-orang yang melihat mereka berdua seperti itu pasti akan mengira mereka berpacaran.

Tetapi, mereka hanya saling bercerita dan bercanda. Apa yang Tiffany ceritakan tak semuanya itu adalah kebenaran. Apa yang ia lakukan hanya ingin membuat dia bahagia. Ia ingin bahagia.

“Sehun-a.” Sehun mengubah tatapan nya ke samping. Dilihatnya Tiffany yang sudah menatap nya duluan. Tiffany membalas tatapan sehun dengan senyuman cerah nya.

“Apa kau pernah merasakan…” Tiffany menggantungkan kalimatnya, berusaha menyiapkan sebuah kalimat yang memang harus ia lanjutkan. “Jatuh cinta.”

Sehun menatap Tiffany yang tak lagi menatap nya. Tiffany menatap jauh ke depan dengan tatapan kosong. Sehun perlahan mengangguk. “Kau sendiri?”

“Aku, sedang merasakan nya. Ternyata, jatuh cinta itu tidak terlalu menyenangkan.” Sehun terkekeh pelan. Apakah gadis yang berada di sebelah nya ini terlalu polos?

“Kenapa kau tertawa?” Sehun menggeleng pelan. Tiffany pun sedikit memajukan bibirnya yang membuat Sehun gemas dengan nya.

“Oh-ya, apakah jatuh cinta itu perlu alasan?” Tanya Tiffany. Sehun berpikir sebentar. Ia pun juga menghentikan langkah nya, membuat Tiffany yang berada di sebelah nya juga ikut berhenti.

“Menurut ku iya.” Sehun lalu kembali berjalan. Tiffany masih diam, dia tak mengikuti langkah Sehun. Ia masih mencerna perkataan Sehun. Apakah Sehun juga mencintainya? itu tak mungkin!

“Waeyo?” Sehun sekali lagi menghelang napas nya, apakah gadis yang berada di samping nya terlalu polos?

“Pasti nanti akan ditanya oleh pasangan.” Sehun akhirnya menjawab dengan senyum mengembang. Ia tak tau kenapa, bangga dengan jawaban nya.

“Jika, ada seseorang yang menyukaimu, bagaimana?” Tanya Tiffany yang membuat Sehun sedikit kaget. Tiffany lalu menunduk sedikit, merasa ucapan nya sedikit bersalah.

“Nugu?” Tiffany bingung dia akan menjawab siapa. Dia ingin berbohong, tetapi, dia juga ingin jujur kepada Sehun bahwa ia benar-benar mencintainya, semenjak pertama bertemu.

“Aku.” Sehun terlonjak saat mendengar satu kalimat yang sangat begitu pendek. Walau begitu pendek, tetapi makna itu membuat Sehun bisa merasakan detak jantung nya berhenti. Diantara kebahagiaan dan rasa tak rela. Tapi, darimana rasa tak rela itu?

“Mian.” Tiba-tiba air mata Tiffany jatuh dari pelupuk pupil nya. Dia tau, dia seorang angel dan dia mempunyai indra penglihat yang disebut indra keenam. Ia bisa merasakan apa yang berada di dalam hati Sehun.

“Aku sudah berbohong kepadamu.” Tiffany melanjutkan kalimatnya. Kali ini, suara serak juga mengikutinya.

“Apa maksudmu?” Sehun menatap Tiffany yang sedang menutup wajah nya yang sembab dengan kedua tangan nya. Ia tak bisa menangis seperti ini.

“Ini baru, pertama kali aku menangis.” Ungkap nya lagi. Sehun bingung dengan ucapan Tiffany yang beberapa kali tak menyambung dengan topik pembicaraan mereka.

“Aku.. aku bukan lah manusia.” Tiffany akhirnya menumpahkan tangisan nya, ia hanya bisa berkata seperti itu. Ia rasa, bumi bukan lah tempat mencari kebahagiaan.

“K-kau siapa?” Sehun berjalan mundur. Tiba-tiba suara rintikan air terdengar, dengan cuaca yang cerah ini, Gerimis sempat saja terjatuh dan mengguyur kota Seoul.

“Aku adalah malaikat.” Tiba-tiba hujan langsung terguyur. Tiffany terjatuh lemas. Ia sangat menyukai hujan, dengan hujan, mereka tak akan bisa tau ia menangis apa tidak.

“Kau jangan bercanda!” Sehun masih tetap berdiri di depan Tiffany. Dia menatap Tiffany yang tersungkur ke bawah. Ia ingin menolong Tiffany, tetapi, ia tetap memikirkan yeoja yang selalu mengisi hatinya.

Seo Joo Hyun.

“Saranghae.” Kata itu seolah membuat Sehun terdiam. Kata yang sepertinya bisa menghipnotisnya. Kata yang di lontarkan begitu saja dari Tiffany. Dia tak menyangka Tiffany akan mengatakan begitu.

“Seohyun, sahabatku. Dia telah meninggal, 1 tahun yang lalu. Dia menyuruh ku untuk mencoba mencari kebahagiaan bersama mu, di bumi.” Sehun semakin bingung dengan perkataan Tiffany. Walaupun suara hujan yang begitu keras, tetapi perkataan tiffany terdengar jelas di gendang telinga nya.

Tiba-tiba, seorang yeoja datang. Yeoja itu berpakaian putih. Wajah nya begitu menawan dan sangat cantik, terdapat sayap di punggung nya. Dengan sepatu ballet nya, ia menghampiri gadis dan lelaki itu.

Tanpa mengetahui kedatangan seorang malaikat itu, Sehun tetap lekat menatap Tiffany yang masih duduk di bawah sambil menunduk, ia kali ini tak menutup wajah nya. Perlahan, kedua matanya tertutup, ia merasakan sesuatu akan keluar dari tubuh nya.

Ia benar-benar merasakan itu. Perlahan, sayap berwarna putih dan bercahaya keluar dari punggung nya. Yeoja itu kemudian berdiri, pakaian nya pun sudah berubah menjadi gaun. Rambutnya yang basah berubah menjadi rambut gelombang dengan jepit yang berbentuk mahkota.

“K-kau bisa melihatnya sendirikan?” Tiffany berkata lirih. Inilah saat nya untuk ia meninggalkan orang yang pertama kali bisa membuatnya jatuh cinta.

“T-tiffany, mari kita balik.” Tiffany menoleh menatap yeoja yang berjarak satu meter darinya. Sehun mengikuti arah pandang tiffany. Dia kaget melihat yeoja yang selama ini ia inginkan untuk kembali kepadanya.

“Seohyun-a.” Sehun ternganga, Ia tak tau apa yang harus ia perbuat lagi. Dia sudah bertemu dengan yeoja aneh, dan bertemu dengan yeoja yang sangat ia sayangi.

“Gumawo telah membuat sedikit kebahagiaan untuk Tiffany.” Seohyun tersenyum manis dan membuat Sehun jatuh. Kenapa ada dua yeoja yang tiba-tiba masuk ke dalam hidupnya.

“Gumawo…. Sehun-a.” Perkataan Tiffany membuat ia mendongak untuk menatap kelopak mata indah nya. Mata yang beberapa hari telah membuat nya tersenyum bahkan tertawa.

“Annyeong~” Semakin lama, kedua yeoja itu menghilang pandangan nya dari Sehun. Ia tak tau harus berbuat apa, tiba-tiba semua nya gelap, satu pun tak bisa ia lihat.

END

Note: Jujur, kaya nya ini ff nya masih gantung ‘-‘ jadi karena udah gak dapet inspirasi/? mau sampe disini aja😀 mungkin akan dibuat sequel, tunggu versi lain nya yaa😉