Dark Love Chapter 10 (Down!)

Gambar

Author: karinapp26

Genre: Horor, Family, Romance

Cast:

  • Im Yoona
  • Jessica Jung
  • Wu Yi Fan
  • Xi Luhan
  • Other

Ranting: PG 13+

Tittle: Dark Love

Summary:

Saat aku mengucapkan sesuatu kau langsung hilang begitu saja saat bulan purnama – Im Yoona

Mengapa kau datang saat yang tak tepat dan mengapa kau pergi disaat aku membutuhkan mu – Jessica Jung

Poster by TiffanyTania

DONT BE SILENT A READERS ^^

Setelah menidurkan Yoona. Mereka juga menyelimuti Yoona, tak mau Yoona terganggu sedikit pun.

Tapi, perhatian Tao pun beralih ke sebuah bingkai berwarna putih yang terpampang jelas di meja belajar Yoona.

“Ini mirip dengan mu Lu.” suara Tao nampak seperti bisikan, tapi pasti sudah bisa didengar oleh keempat namja itu.

“Mana lihat!” Perhatian Kris pun juga beralih, tak hanya kris, Sehun, Luhan dan kai pun juga ingin melihat fotonya.

Seorang Namja kecil dan Yeoja kecil tengah berangkul di taman yang begitu luas. Rambut yeoja kecil itu berkibar, Namja itu pun juga tersenyum.

Dengan dua kertas tulisan yang tertempel di bingkai itu. ‘Dengan cuaca yang begitu menyejukan! happy holiday!’

Dan satu kertas lagi, tepat diatas kertas itu. ‘Aku kangen dengan mu Lulu, cepatlah kembali.’

“Lulu, siapa dia?” Sehun menatap keempat saudara nya itu. Dan dia hanya dibalas dengan bahu yang diangkat.

“Sudahlah, ayo, kita harus pulang!” usul Luhan diikuti anggukan dari keempat namja itu.

Wajah itu, bahkan mirip dengan ku.

.

Apa yang dipikirkan oleh Luhan tentang foto itu?

Apa yang terjadi pada mereka di masa depan?

…..

Yoona mengerjap-erjapkan matanya. Dia menutup mulut nya yang terbuka. Tangan nya pun direntangkan kan. Berusaha bangun untuk menyambut hari baru.

Dia sekali lagi menguap. Tapi, kali ini dia sudah tidak berada di kasur nya lagi. Dia lalu membereskan tempat tidur nya, membuka gorden penutup jendela, mengambil seragam sekolah nya dan segera mandi.

“Yoona.” Yoona terlihat kaget saat membuka pintu. Terlihat lima Namja sudah berada di depan pintu kamar nya. Yoona mendesah bingung.

“Apa yang kalian lakukan.. di rumah.. dan apa.. haish!” Saking kesal nya, Yoona tak tau harus berbicara apa. Bahkan, Dia memundur kan langkah nya secara perlahan.

“Ya-Yoona, kita hanya ingin mengantarmu ke sekolah.” Tao berucap singkat lalu melakukan kebiasaan rutin nya. Memasukan tangan kedalam saku nya.

“Aku bisa berangka sendiri! aku bukan anak kecil!” Bantah Yoona sambil menatap mereka tajam. Namja itu memang aneh, yoona kan bukan anak kecil lagi!

“Ikuti saja!” Perintah Luhan lalu menggenggam tangan Yoona. Yoona sontak kaget, ada suatu perasaan yang mengganjal saat Luhan memegang tangan nya. Tidak! jangan sampai Yoona menyukai nya! dia hanya boleh menyukai satu orang.

Lulu.

“Permisi!” Yoona kali ini benar-benar kesal dengan lima namja ini. Mereka malah menghalangi Yoona untuk berjalan. Yoona mengurucutkan bibir nya.

Demi apa ini, Kelima Namja kemarin terlihat gentle, sekarang? Terlihat orang bodoh yang ingin melindungi satu yeoja yang sepertinya menatap mereka dingin.

“Jika kalian begini terus, aku akan benci kalian!” Suara Yoona tak di respon oleh satu pun dari kelima namja itu. Kali ini, Yoona menghentakan kaki nya.

“Sunbae!” Yoona menoleh begitu terdengar suara nyaring yang sepertinya di pertunjukan untuk nya. Begitu pun kelima namja itu, langsung menoleh ke asal suara, Yoona mendengus kesal.

“Kalian! minggir!” Yoona langsung berjalan ke arah teman nya itu. namja, ya dia tau itu siapa. Park Chanyeol. teman nya yang lumayan dekat dengan nya. Baik, tampan lagi. Tapi, karena Yoona adalah Sunbae nya di Ekskul nya, dia memanggil Yoona dengan sebutan Sunbae.

“Waeyo, Chanyeol?” Yoona tersenyum sambil mendekati Chanyeol. Chanyeol pertama memamerkan deretan gigi putih nya itu.

“Tadi, Sunbae dicari Taeyeon, Sunny dan Jessica, katanya ada keperluan penting. Mereka sekarang ada di dekat ruang guru” Yoona mengangguk lalu tersenyum.

“Gumawo!”Yoona menepuk pundak Chanyeol lalu berlari pergi. Chanyeol menatap punggung Yoona yang semakin jauh darinya.

….

“Kalian mengapa mencari ku?” Yoona menepuk pundak Taeyeon. Taeyeon, sunny dan Jessica menatap Yoona dengan tatapan yang sangat sulit diartikan.

“Yoona-ya..” Suara Jessica mulai berubah, Yoona tau. Ini pasti mereka ada maunya jika seperti ini.

“Nanti malam, kita ke rumah mu ya..” Suara sunny juga berubah, Yoona mengerucutkan bibir nya. Memang benar dugaan nya.

“Wae?” Taeyeon, Jessica dan Sunny saling bertatapan, bingung akan menjawab apa.

“Mengerjakan, pr.. bersama” Yoona menatap mereka bertiga kesal. Suara lirih dan jahil Taeyeon memang menggema di telinga nya, tapi ia mengrubis itu.

“Pasti, pr fisika!” tebak Yoona dan di jawab anggukan manis dari Taeyeon, Jessica dan Sunny.

Mereka memang tak populer, mereka memang tak tersingkirkan. Tetapi, mereka sekarang lumayan terkenal karena masalah dan konflik yang tiba-tiba datang ke mereka.

Tapi, mereka mempunyai kelebihan masing-masing. Itulah yang membuat mereka terus bersama dan mengerti satu sama lain. Mereka juga sangat melengkapi.

“Yoona-ya, ayolah, nilai kerja sama itu penting!” celoteh Jessica. Yoona menghebuskan nafas nya kesal.

“kerja sama maksud mu menyontek kan?” Taeyeon, Jessica dan Sunny mengangguk. Ini akting andalan mereka, karena Yoona tak tahan jika orang yang di hadapi nya itu tiba-tiba menangis atau menyerah begitu saja.

“B-baiklah.” Ucap Yoona akhirnya. Mata Taeyeon, Sunny dan Jessica langsung berbinar.

“Jinjjayo?” Mereka bertiga serempak memeluk Yoona saat pertanyaan mereka di balas anggukan oleh nya.

“Gumawo Yongie-ah!” Yoona tau, hari ini sedikit aneh dan menyebalkan, tetapi, ini yang ia suka, di peluk oleh sahabat nya.

Ia ingin orang-orang iri melihat persahabatan nya. Tapi yang membuat nya kesal dan aneh, kenapa kelima namja itu selalu mencoba menjaga nya?

….

Yoona menatap seisi kelas itu. Inilah kelas les barunya. ia diusulkan oleh ketiga sahabat nya untuk mengikuti les biologi, dikarenakan ia sangat lemah dalam biologi.

‘Memang mereka tidak dalam fisika!’ sedari tadi, Yoona meruntuki dalam hatinya. Dia memang tak suka mengikuti les, menurut nya, pelajaran di kelas itu lebih menyenangkan.

Dan kali ini, dia harus mengenalkan diri, Oh ayolah! dia memang anak baru Tapi di les, bukan di kelas.

Repot-repot untuk mengenalkan diri di depan kelas les nya, toh, ini les sekolah, pasti sudah banyak yang kenal yoona, walau belum semua nya.

“Annyeonghaeseyo, Im Yoona imnida, aku dari kelas 11 A, salam kenal.” Yoona membungkukan badan nya. Lalu guru nya, menyuruh nya memilih antara dua tempat duduk.

Yang satunya dekat dengan kelima namja itu. Tunggu, sejak kapan kelima namja itu mengikuti les? dan satu nya lagi dekat dengan Chanyeol.

Kelima Namja itu saling berbisik-bisik.

“Luhan-a, ayo bilang ke Hwang seongsangnim, suruh dia duduk di dekat kita!” suruh Sehun yang duduk berada di sebelah Luhan dan diikuti anggukan dari Kris, Kai dan Tao.

“Kenapa harus aku?” Luhan menyenggol bahu Kris. Kris menatap Luhan kesal lalu melempar penghapus ke arah nya.

“Kau itu paling tua! sudah sana!” Tao sedikit mendorong bahu Luhan, Luhan berpikir sejenak.

Mereka memang mendapatkan takdir yang berat. Bahkan kisah mereka jika dijadikan buku, tak akan pernah ada yang percaya.

Toh, semua orang susah untuk mempercayai bukan?

Tapi, memang inilah takdir dan kisah mereka. Mereka disuruh mengawasi dan menjaga dua yeoja. Hanya dua, tapi bukan kah itu sangat berat.

Kedua yeoja itu dikatakan mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki satu orang pun di dunia ini.

“Kok malah duduk dekat Chanyeol?!” suara Kai membuat lamunan Luhan buyar.

Luhan hanya diam sambil mendengarkan omelan dari Kris dan hanya melihat Yoona yang berjalan ke arah meja Chanyeol.

….

Yoona mengeluarkan napas kasar saat disuruh memilh antara duduk di dekat Chanyeol atau kelima namja itu.

Dia masih kesal dengan kelima namja itu yang sedari tadi sok menjaga nya. Dia bukan anak kecil lagi! lagi pula mereka itu bukan body guard nya.

“Aish!” Yoona mengumpat sambil melihat ke arah sekeliling. Banyak pasang mata yang melihat nya.

“Bagaimana?” Yoona mengangguk mengerti. Ia lebih memilih duduk dekat dengan Chanyeol.

……

Yoona dengan malas berjalan ke arah pintu luar, ia sudah bisa menebak, pasti itu keempat sekawan nya.

Yup, tebakan nya benar. Empat sekawan nya sudah berjajar di pintu depan sambil tersenyum manis ke Yoona. Ya, karena ada maunya.

“Nah, silahkan menyontek!” setelah beberapa jam mengerjakan bersama-sama. Yoona lah yang menyelesaikan duluan.

Dengan cepat, Taeyeon, Sunny dan Jessica segera mencontek jawaban Yoona. Yoona yang melihat mereka hanya menggeleng pelan. Dilihat nya jam yang menempel di dinding kamar nya.

“sudah jam segini.” Guman Yoona lalu melipat tangan nya. Di senderkan nya pundak itu di kursi nya.

“Finally!” Jessica menghelang napas lega. Jessica lalu menatap Yoona yang merasa bosan, ia mempunyai ide untuk menghibur Yoona.

“Yoong, temani aku ne?” tanya Jessica. Yoona menatap Jessica sambil mengangkat satu alis nya.

“Sebentar saja.” Jessica menunjuk arah luar. Yoona mengangguk lalu berjalan mengambil jaket nya.

“Kita akan keluar sebentar, kalian tunggu disini ne.” Pesan Jessica, Taeyeon dan Sunny mengangguk mengerti.

“Tablet ku ada di lemari.” Yoona berucap sambil menutup pintu, ia dan jessica pun bersiap untuk keluar.

….

“Yoong,” Suara Jessica mampu memecahkan keheningan yang mereka ciptakan.

“Mwo?” Yoona menatap Jessica bingung. Jessica tersenyum manis ke arah Yoona.

“Aku, masih bingung dengan kelima namja itu.” Suara Jessica mampu membuat Yoona sedikit kaget.

“Ah, mereka memang aneh.” Yoona mendesah kesal, walaupun bukan musim dingin, tapi malam ini sangat dingin.

“Mereka, kemarin terus mengawasi ku, Yoon.” Lapor Jessica. Yoona menatap Jessica sebentar lalu menghelang napas panjang.

“Sama seperti ku.” Yoona dan Jessica saling bertatapan. Mereka berdua mengerucutkan bibir nya secara bersamaan.

….

“Kutunggu kau disini.”

“apa mau mu?”

“Kau mempunyai urusan dengan ku bukan eoh?”

“Apa maksud mu?!”

“Jika kau mau yeoja mu selamat, cepatlah kesini!”

Yoona dan Jessica berhenti, tepat di perbatasan kawasan aman dengan kawasan gangster.

Mereka lalu berbalik arah menuju rumah Yoona. Tapi sepertinya, terdengar hentakan kaki.

“Tunggu disana!” Yoona dan Jessica meneguk ludah, mereka berbalik lalu mencoba menatap gangster tajam.

“Ini bukan kawasan mu lagi!” Yoona menggrubis sambil menatap mereka tajam. keringat dingin sudah bercucuran pelupuk dahinya, begitupun juga Jessica.

“Kalian mau tau Kelima namja itu siapa?” Ketua dari gangster itu membuat sedikit perhatian dari Yoona dan jessica.

“Kami tak…” Terlambat, perkataan Jessica telah dipotong dengan mulut nya yang tertutup oleh dekapan seseorang.

Mereka pun membawa kedua yeoja itu ke sebuah ruangan, di ruangan itu sudah terdapat kelima namja itu.

“Kalian benar wolf?” Ketua dari gangster itu bertanya kepada kelima namja itu. Kelima namja itu hanya terdiam sambil mepersiap kan kuda-kuda mereka.

“Jika kalian ingin kedua yeoja ini selamat, beritaukan mereka, siapa kalian sebenarnya!” ketua dari gangster itu kali ini tersenyum dengan penuh kemenangan.

“Kami hanya manusia!” Bantah Tao sambil mengepalkan tangan nya, kali ini dia sudah benar-benar ingin menghajar mereka.

“Jika kalian ingin mereka selamat! lakukan lah!” Sebuah benda tajam, berjarak satu centi dari leher Jessica dan Yoona, pisau.

“Sudah dibilang! kami hanya manusia!” Bantah Kris sambil menatap mereka tajam.

“Sekarang kalian tinggal pilih.” Suara ketua gangster itu mulai menurun. Tapi, dia tetap tersenyum smrik. Inilah yang dinantikan nya.

Menjatuh kan wolf.

Jagalah mereka dan awasi mereka, apapun yang terjadi.

Serentak, kelima namja itu menutup matanya, dan membuka nya kembali, Bola mata berwarna merah itu mulai terpancar.

Jessica dan Yoona yang masih di bekap mulut nya pun membelakakan matanya.

“Lepaskan mereka!” Luhan langsung berteriak lalu menghajar para gangster itu, begitu juga dengan yang lain.

“Mungkin kalian punya waktu untuk berbicara.” Ketua gangste itu akhirnya pergi dan melepaskan Jessica dan Yoona. Membiarkan mereka berbicara kepada kelima namja itu.

Bola mata coklat pun kembali, kembali seperti semula, Jika benar bulan purnama.

“Yoona, Jessica.”

“Jangan dekati kami!” teriak jessica. Jessica memegang tangan Yoona untuk mengajak nya mundur. Yoona mengikuti Jessica sambil berusaha mengatur nafas nya.

“Ini tidak yang seperti kalian kira” Kai berusaha mencoba menjelaskan, tetapi apa daya, kejadian sudah terjadi dan berlalu.

“Jauhi kami! kalian membuat ku kecewa! sangat kecewa!” suara terikan yoona mampu membuat menggema di ruangan itu.

“Jangan dekati kami.” kali ini suara lirih Yoona terdengar lagi, Yoona menutup wajah nya dengan tangan nya, sementara Jessica.

Ia mencoba memperkuat Yoona dan menatap kelima namja itu, matanya sudah memerah karena ingin menangis.

“Kalian.. w-wolf! j-jangan membuat aku dekat dengan kalian!” Jessica sekali lagi mencoba mundur dengan Yoona.

Tetapi, sebuah gantungan jatuh begitu saja, membuat Yoona membuka tangan nya.

Dilihat nya gantungan yang tepat jatuh di depan sepatu Yoona. Yoona mengambil gantungan itu. Ditatap nya lekat, sangat lekat.

“I-ini, pu-punya s-siapa?” suara lirih yoona kali ini bertambah, sepetinya emosi nya akan benar-benar keluar.

“T-tadi jatuh dari celana Luhan.” ucap Sehun sambil menunduk. Mereka sudah tak berani melihat amarah dari jessica dan Yoona.

Mereka lemah akan ini, kekuatan mereka berkurang, menjadi sangat lemah.

“K-kau lulu?!” Yoona menatap wajah Luhan lekat, luhan kaget lalu menggeleng kepala bingung.

“Siapa Lulu?” tanya Luhan. Yoona meremas gantungan itu lalu menutup wajah nya lagi.

Dia pun berlari meninggalkan Jessica dan kelima namja itu. Jessica pun berusaha menyusul nya dari belakang.

“Kemana kau Lulu?”

“Jangan tinggalkan aku!”

“Kau rela meninggalkan ku?!”

“Dimana kau?! LULU!!”

.

.

.

.

.

TO BE CONTINUED

Note: Annyeong’-‘)/ akhirnya FF amberadul ini jadi juga, maaf karena keterlambatan untuk FF Waiting To You, di karenakan poster yang belom tersedia, ditunggu aja ne readers^^ if you read, comment juseyo