Dark Love Chapter Chapter 9 (Ready)

Gambar

Author: karinapp26

Genre: Horor, Family, Romance

Cast:

  • Im Yoona
  • Jessica Jung
  • Wu Yi Fan
  • Xi Luhan
  • Other

Ranting: PG 13+

Tittle: Dark Love

Summary:

Saat aku mengucapkan sesuatu kau langsung hilang begitu saja saat bulan purnama – Im Yoona

Mengapa kau datang saat yang tak tepat dan mengapa kau pergi disaat aku membutuhkan mu – Jessica Jung

Poster by TiffanyTania

DONT BE SILENT A READERS ^^

“Andweyo, kami hanya manusia!” ucap Tao, dia sudah mencoba santai, sangat santai. Tapi, penebakan Yoona, tak membuat dirinya santai.

“M-mian telah merepotkan, kita pergi dulu, kajja Yoona!” tarik Taeyeon kepada Yoona. Sunny dan Jessica pun mengekor di belakang, sebelum menjauh, kedua kelopak mata itu bertemu.

Mengingat sebuah memori yang mungkin dilupakan oleh seseorang dari mereka. Kelopak mata yang sangat indah. sama seperti rusa. Kelopak mata yang berwarna coklat.

Kali ini Yoona benar-benar bingung. Apa yang dilihatnya tadi, apakah memang benar? Dan kenapa, mereka selalu tau, dimana ia berada.

Dan, kali ini yang membuat Yoona bingung, simbol di tangan luhan dan kelopak mata Luhan yang berubah warna.

Apa kah itu memang dia? Masa lalu Yoona? masa dimana dia harus pindah pergi? tapi setau Yoona, ia tak pernah berkomunikasi dengan nya lagi.

Namja itu, mirip dengan mu Lu.

….

“Yoona.” Nyona Im menyambut kepulangan Yoona. Yoona tersenyum menjawab sambutan Nyonya Im. Mereka pun berpelukan layak nya keluarga bahagia.

“Eomma, lusa akan berangkat ke Sidney” Wajah Yoona berubah lagi. Dia menatap masam wajah eomma nya yang cantik itu. Dia tersenyum simpul lalu mengangguk.

Hanya sebuah anggukan yang bisa ditunjukan oleh Yoona. Perkataan pun tak bisa ia lontarkan. Dia terlalu takut meratapi nasib nya yang sangat parah ini. Hanya senyuman paksa yang diperlihatkan nya.

Ya, hanyalah senyuman itu.

….

Di bantinkan badan nya di kasur yang super empuk itu. Dia menghelang napas nya sekali lagi. Melirik jam terpasang di tembok kamar nya itu.

“Jam sembilan.” Guman nya. lalu tiba-tiba ia teringat kejadian tadi. Kejadian yang sangat aneh.

Luhan.

Nama itu, hampir mirip dengan nama sahabat kecil nya. Yang ia biasa panggil dengan Lulu.

Ia tau, nama itu tak hanya satu di dunia ini. Ia tau, banyak sekali manusia di dunia ini.

Tapi, mengapa ia memikirkan teman masa kecil nya. Bisa dibilang sahabat. Sahabat yang sudah berjanji akan kembali, dan apa bukti nya? Yoona saat itu menangis. menangsi memkirkan kejadian itu.

/////

“Lulu, kau benal-benal beljanji akan kembali?” Air mata itu mengalir perlahan, membasahi wajah putih gadis mungil itu.

“Yoongie, kau pelcaya pada ku kan? aku kembali kok!” sanggah Namja kecil itu sambil mengusap pelan air mata yang mengalir di wajah nya.

“Kapan? kapan kau kembali? jangan lama-lama, nanti kita tak bisa belmain!” Yeoja mungil itu mengomel kepada namja kecil itu.

“Tunggu aku empat bulan lagi.” Namja itu tersenyum pahit melihat yeoja kecil di depan nya menangis terisak.

… 4 Month Later

“Eomma! aku keluar dulu!” Yeoja kecil itu bersemangat. layak nya diberi sejuta lolipop yang berwarna-warni.

“Mau kemana sayang?” Gadis paruh baya itu mengusap pelan rambut anak kesayangan nya itu.

“Yoongie mau ke taman gulun, katanya, Lulu beljanji akan beltemu dengan ku lagi disitu, 4 bulan yang lalu!” Seru gadis kecil itu bersemangat.

Gadis paruh baya itu sedikit kaget lalu tersenyum pahit. Dia mengusap pelan rambut anak perempuan nya lagi.

“Yoong, main dengan Hana saja ya? Lulu nya belom datang.” Suara lembut itu membuat Yoona menggeleng sambil mengerucutkan bibirnya.

“Anio! Hana sedang tidul eomma! Lulu sudah beljanji akan beltemu disitu!” Yoona lalu melangkah keluar dari rumah nya.

Tak peduli panggilan dari eomma nya. Yeoja mungil itu mengeluarkan sepeda pink nya lalu mengayuhnya  menuju Taman yang biasa disebut nya ‘Taman Gulun’

Taman itu banyak sekali alang-alang nya. Taman yang luas, sangat sepi pada pagi dan siang hari. Taman yang selalu membuat memori antara gadis kecil itu namja kecil itu.

Gadis kecil itu tersenyum saat sampai di taman gurun itu. Dia pun memakirkan sepeda nya dekat Taman Gurun itu.

Tapi, suatu yang membuat nya terdiam. Kosong. Tempat itu kosong, tak ada Luhan disitu.

Tak ada.

“Lulu!!” suaranya menggema di tanah luas itu. Tapi, tak ada tanda-tanda pergerakan disitu.

“Jangan belsembunyi!” suara itu lagi-lagi menggema. Yeoja kecil itu menunduk. Dia percaya, pasti, Lulu pasti ada disitu!

“Luluuu!!” Suara nya kali ini lebih panjang dan nyaring. Tapi hasil nya nihil, lahan itu tetap kosong, tak ada apa-apa.

Dia pun berjongkok dekat sepedanya, Ditekukan kakinya, Kepalanya kalut dalam lututnya. Dipeluknya Lutut nya itu.

“Aku akan menunggumu, aku pelcaya kau datang!”

Selang beberapa menit, Yeoja kecil itu tertidur. Akhrinya ia terbangun saat merasa sesuatu menyentuh pundak nya.

Dia lalu mendongak kan kepala nya, dia berpikir itu Luhan. Tapi salah, itu adalah eomma nya, eomma nya yang sedang membawa payung.

Bagaimana bisa ia tak tau kalo sedang hujan? baju nya yang basah terkena air. Yeoja itu pun berdiri lalu memeluk eomma nya erat.

“Dia tak datang eomma, dia jahat!” Yeoja kecil itu terus menangis, meluapkan amarah di lekuk pinggang eomma nya.

Wanita paruh baya itu hanya bisa menatap anak pertama nya itu. Dia mengelus rambut tebal dan panjang hitam milik gadis itu itu.

‘Maafkan eomma sayang.’

///

Yoona mencoba tersenyum paksa saat melangkah di lorong sekolah itu. Dia sedikit membungkuk saat bertemu sunbae nya ataupun teman kelas nya.

Tapi, suasana menjadi beda. Di lorong itu hening lah yang terciptakan. Yoona terdiam membisu pandangan nya beralih ke lima namja yang sudah berada di depan nya.

“Yoona, yang kemarin…..” Yoona sudah cepat-cepat berjalan mundur. Tapi pandangan itu tetap saja pada kelima namja itu.

“Percayalah, kami hanya manusia.” Seketika perkataan itu membuat langkah kaki itu berhenti. Tak tau dari mana, dia lumayan percaya dengan perkataan itu.

Yoona menoleh saat ada yang menepuk pundak nya. Sensasi horor yang tadi di rasakan nya berubah total.

“Ada apa?” Tanya Sunny sambil melirik ke arah namja-namja itu. Taeyeon dan Jessica bingung. Bukan kah kemarin Yoona sepertinya takut kepada Namja-namja itu?

“Yoong, ayo kita ke lapangan.” Jessica tak mau berlama-lama lagi. Dia menarik-narik sedikit seragam Yoona.

“Bilang saja ingin bertemu dengan sunbae yang ‘Paling tampan itu'” Yoona menekan perkataan nya. Membuat Jessica menyikut lengan nya.

“Kalian mau ikut kita?” Tawar Taeyeon melihat ke arah lima namja itu. Lima namja itu saling bertatapan lalu mengangguk.

….

“Anak-anak mu ternyata kuat juga.” Namja berambut hijau itu mengetuk kan tangan nya dengan gaya santai.

Namja di depan nya, memakai tuxedo hitam itu tersenyum puas, walau sepertinya, pemimpin nya hanya berkata seperti itu. Bukan itu sebuah peningkatan?

“Tapi, jangan senang dulu, tantangan mereka belum selesai.” Namja berambut hijau itu tau apa arti senyuman namja di depan nya.

“Arraseo.” Namja tegap itu mengguk mengerti. Dia mengangguk, tapi perasaan nya ada yang menganjal.

“Kau bisa lihat masa depan bukan?” Namja berambut hijau itu mengingatkan bawahan nya, Jung Myeon. Jung Myeon mengangguk sambil tersenyum kikuk.

Mata itu tiba-tiba saja berubah, terlihat jelas masa depan yang akan dialami.

“ANDWE!” Jung Myeon langsung mengedipkan kedua matanya saat melihat masa depan.

“Kau bisa saja melihat masa depan anak-anak mu, Tapi kau belum bisa melihat masa depan mu bukan?” Namja berambut hijau itu tersenyum smirk.

“Itu mustahil untuk di lakukan mereka.” Namja itu berkata seperti bisikan, dia tak tega melihat masa depan yang akan dilalui anak-anak asuh nya itu.

“Jika mereka benar-benar wolf, mereka akan bisa melewatinya.” Namja berambut hijau itu sama sekali tak mempunyai masalah. Toh, dia hak tertinggi.

“Tapi, itu bisa membahayakan posisi ku juga!” Namja itu memprotes. Sebenarnya dari caranya, dia sudah sangat kehilangan akal untuk menyelamatkan anak-anak nya dari rintangan hidup mereka.

“Aku tau, Yeoja-yeoja itu sangat kuat.” Namja berambut hijau itu bisa melihat masa depan melalui mata Jung Myeon.

“Anak ku, dia yang akan membantu anak-anak mu.” Namja berambut hijau itu mengehmbuskan nafas nya. Yakin akan pendapat nya.

“Jinjjayo?” Tanya Jung Myeon. Dia tak percaya akan pendapat atasan nya itu.

“Dia juga harus benar-benar menjadi wolf.” Namja berambut hijau itu tersenyum. Seketika ruangan itu menjadi gelap gulita.

….

Yoona, Jessica, Taeyeon dan Sunny terus berteriak menyemangati sunbae-sunbae nya yang sedang berlomba.

Tao, Sehun, Kai, Luhan dan Kris hanya menatap mereka ber-empat kesal. Sepertinya, keempat sekawan itu tak menyadari keberadaan namja-namja tampan itu.

….

“Ups! tak sengaja!” Sudah bisa di tebak, siapa yang menunpahkan minuman ke Yoona.

Park Chorong.

“Kau mau mati eoh?” Sunny mengepalkan tangan nya. Baru saja mereka senang karena sekolah mereka berhasil memenangkan perlombaan. Tapi di tengah kesenangan itu, ada saja masalah.

“Kau yang mencari mati!” Sanggah Bo Mi sambil menatap mereka dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Apa maksud mu?” tanya Yoona sambil mendorong pelan bahu Chorong.

“Itulah yang kurasakan.” Chorong menumpahkan semua minuman nya ke badan Yoona. Yoona menutup matanya sebentar, menahan amarah. Dia tak ingin emosi nya meluap disini.

“Ige Mwoya?!” meremas seragam nya sebentar, ini sudah kedua kalianya Chorong menumpahkan air di seragam nya.

“Apa yang kalian lakukan?!” Yoona, Jessica, Taeyeon dan Sunny serasa terdiam. Mereka merasakan, jantung nya akan copot.

“Anio Sunbae, kami hanya….” Chorong ternganga sebentar. Sunbae-sunbae pemain basket yang sangat terkenal itu sekarang berhadapan dengan Chorong.

“Gwenchana?” Yoona sedikit kaget sambil mendongakan kepala nya keatas.

“S-s-sunbae.” Yoona juga sedikit kaget saat sunbae nya, Kim Myungsoo memberinya sebuah handuk kering.

“Jangan sekali-kali membuat gara-gara!” Chorong mengangguk takut. Inilah yang ia rasakan bukan? Namja itu..

Yoona meneguk pelan salivanya. Dia sekarang berada di jalan, dimana disitu tempat nya para gangster.

‘Tuhan, tolong lah aku.’ Yoona mengepalkan tangan nya kuat. Keringat dingin sudah bercucur di pelipis nya.

Yoona sudah menebak, terdengar bisikan-bisikan samar-samar. dia sudah tau pasti itu gangster.

Yoona mempercepat langkah nya. dia tak ingin membuat permasalahan. Dia hanya bisa berdoa.

Bahu Yoona sudah di genggam erat dari belakang. Yoona tak mau melihat kebelakang. Dia sudah bisa melihat para anggota gangster mengelilinginya.

Yoona akhirnya memutuskan untuk melihat ke belakang. Lima namja sudah tersenyum pada Yoona.

“Kami berjanji akan menjaga mu.” Yoona sedikit menjauh dari kerumunan itu. Dia hanya melihat aksi permberanteman antara gangster dan kelima namja itu.

Yoona terus memperhatikan bola mata mereka. Ia ingin tau, benar apa tidak yang kemarin ia liat.

….

“Gumawo.” Mata Yoona mulai memerah. Dia menutupkan wajah nyaaa dengan kedua tangan nya.

“Gumawo-yo..” Suara isakan Yoona akhrinya terdengar. Kelima namja itu saling bertatapan lalu tersenyum.

“Gwenchana.” Luhan berbicara mewakili semuanya. Kai menepuk pundak Yoona pelan.

“Kalian, makan lah dirumah ku dulu, sebagai tanda terima kasih.” Yoona akhirnya memperlihatkan wajah nya. Matanya sedikit memerah karena habis menangis.

….

“Otthoke?” Yoona melihat ke-lima namja itu yang sedang asyik makan. Kelima namja itu dengan serentak mengangguk kan kepala mereka.

“Mian sudah merepotkan.” Yoona mengeluarkan suara yang amat pelan, sangat pelan. Hampir seperti bisikan. Tapi, pendengaran kelima namja itu sangat lah kuat, suara sekecil apapun bisa di dengar oleh mereka.

“Bagaimana jika sehabis ini kita menyanyikan lagu?” Usul Tao memecahkan keheningan. Semua saling bertatapan lalu mengangguk.

“Kalian tidak kecapean?” Yoona menatap mereka berlima khawatir. sudah jelas dari tatapan mata yoona.

“Anio, kami sama sekali tak kecapean.” Sehun menggeleng sambil tersenyum.

Sensei berkata, “Mereka sudah bisa kalian jaga, hanya dua yeoja yang mempunyai sesuatu yang amat besar, kalian harus mengetahui dan menghidarinya, tapi hanya satu yeoja yang harus kalian jaga, dan satunya lagi, harus kalian awasi.”

 Nal annaehaejwo

 yeah~ geudaega salgo inneun gose nado hamkke teryeogajwo

Oh sesangui kkeuchirado dwittara galteni

Budi nae siyaeseo beoseonaji marajwo achimi wado sarajiji marajwo oh

Kkumeul kkuneun georeum geudaen namanui areumdaun nabi woo hoo hoo woo hoo hoo woo hoo hoo

Lantunan lagu dengan suara amat merdu terdengar di halaman belakang rumah Yoona. Dengan gitar yang dimainkan oleh Luhan.

“Bagai…” Kelima namja itu terdiam saat melihat Yoona tertidur. Mereka tiba-tiba terbius oleh kecantikan Yoona.

“Sudah,bawa dia ke kamar nya ayo!” Kris menyadarkan mereka. Mereka berempat pun mengangguk.

She’s Sleeping Beauty.

….

Setelah menidurkan Yoona. Mereka juga menyelimuti Yoona, tak mau Yoona terganggu sedikit pun.

Tapi, perhatian Tao pun beralih ke sebuah bingkai berwarna putih yang terpampang jelas di meja belajar Yoona.

“Ini mirip dengan mu Lu.” suara Tao nampak seperti bisikan, tapi pasti sudah bisa didengar oleh keempat namja itu.

“Mana lihat!” Perhatian Kris pun juga beralih, tak hanya kris, Sehun, Luhan dan kai pun juga ingin melihat fotonya.

Seorang Namja kecil dan Yeoja kecil tengah berangkul di taman yang begitu luas. Rambut yeoja kecil itu berkibar, Namja itu pun juga tersenyum.

Dengan dua kertas tulisan yang tertempel di bingkai itu. ‘Dengan cuaca yang begitu menyejukan! happy holiday!’

Dan satu kertas lagi, tepat diatas kertas itu. ‘Aku kangen dengan mu Lulu, cepatlah kembali.’

“Lulu, siapa dia?” Sehun menatap keempat saudara nya itu. Dan dia hanya dibalas dengan bahu yang diangkat.

“Sudahlah, ayo, kita harus pulang!” usul Luhan diikuti anggukan dari keempat namja itu.

Wajah itu, bahkan mirip dengan ku.

.

Apa yang dipikirkan oleh Luhan tentang foto itu?

Apa yang terjadi pada mereka di masa depan?

.

.

.

.

TO BE CONTINUED

Note: Annyeonghaeseyo semua, Ini lagi masa-masa nya hiatus, makanya ff ini di post agak lama😀 mian buat yang udah nungguin, jangan lupa comment juseyo ^^