Dark Love Chapter 8 (Us!)

Gambar

Author: karinapp26

Genre: Horor, Family, Romance

Cast:

  • Im Yoona
  • Jessica Jung
  • Wu Yi Fan
  • Xi Luhan
  • Other

Ranting: PG 13+

Tittle: Dark Love

Summary:

Saat aku mengucapkan sesuatu kau langsung hilang begitu saja saat bulan purnama – Im Yoona

Mengapa kau datang saat yang tak tepat dan mengapa kau pergi disaat aku membutuhkan mu – Jessica Jung

Poster by TiffanyTania

DONT BE SILENT A READERS ^^

Ini lah permulaan nya, tunggulah!

“Dari mana kalian tau?!” Suara nyaring Yoona mampu membuat Kelima namja itu menatap Yoona tajam. Yoona hanya tersenyum polos.

“Hanya mengetahui saja.” Jawab Sehun santai. Yoona mengerucutkan bibir nya lalu terkekeh pelan.

“Dasar Stalker!” Kelima Namja itu lagi-lagi menatap Yoona tajam, tak terima apa yang dikatakan Yoona barusan.

Candaan, tawa dan senyuman terus di keluarkan Yoona. Kelima Namja itupun terhanyut oleh kebersamaan mereka.

“Ah ne, apa yang ditangan kalian? simbol apa itu?” kelima namja itu saling bertatap, Keheningan muncul lagi. Yoona pun bingung tatapan dengan tatapan mereka.

“Hey!” Sekian cukup lama menunggu jawaban mereka. Akhirnya Yoona meneriaki para Namja itu. Namja itu kaget dan langsung merasa salah tingkah.

“Ini, hanya sebuah tato.” Sanggah Tao sambil tersenyum. Walau dia terlihat santai, tapi di dalam hatinya, dia sangat merasa takut. Takut jika akan ketahuan.

“Ah, begitu, menarik!” Yoona menganggukan kepala nya tanda mengerti. Dia pun lalu menghembuskan nafas nya berat. Dilirak nya jam putih yang sudah tak bergerak karena basah.

“Ngomong-ngomong, kalian tau aku disini dari mana?” tanya Yoona. Dia pun menoleh ke arah kanan dan kiri. menatap namja-namja yang sedang berpikir itu.

“Hanya insting.” Kai mengedipkan satu matanya. Yoona mengangguk lagi sambil mem-pout kan bibir nya. Dia lalu tersenyum.

“Yongie!!” Yoona menoleh lalu tersenyum mendapatkan sahabat nya yang sudah berkeringat banyak. Sepertinya mereka kewalahan mencari Yoona.

Yoona pun berdiri lalu mendekati mereka. Taeyeon, Jessica dan Sunny kaget. Kaget melihat penampilan Yoona, tapi mereka juga bingung, mengapa ada Namja-namja itu.

“Yoong! ada apa dengan seragam mu?!” protes Jessica melihat Yoona dari ujung rambut hingga bawah kaki, Yoona hanya menyengir menanggapi protesan Jessica.

“Biasa, Triple Naughty!” Dengan santai nya Yoona menjawab. Sunny dan Taeyeon lalu berpandangan Mereka lalu mengepalkan tangan nya.

“Ya! mereka lagi!! haish!! Yoon! kau mau cari mati??!!” Sunny menyanggah omongan Yoona. Yoona mengerucutkan bibir nya lalu menggeleng.

“Dari kapan?” Taeyeon berkata sambil memandang sesuatu. Yoona mengikuti pandangan Taeyeon. Yoona terkikik kecil lalu tersenyum.

“Sini!” Yoona melambaikan tangan nya ke arah lima namja itu. Namja itu mengangguk pelan lalu mendekati mereka.

“Maksud mu mereka kan?” Yoona bertanya kepada Taeyeon. Taeyeon mengangguk. Dia masih bingung, kenapa tiba-tiba yoona bisa sedekat ini dengan mereka?

“Ah, mereka tadi memberiku jaket ini.” Tunjuk Yoona pada jaket tebal berbulu itu. Taeyeon, Jessica dan Sunny mengangguk mengerti.

“Yasudah, kita pergi dulu ne.” Jessica pamit kepada namja-namja itu. Namja-namja itu mengangguk lalu tersenyum.

“Annyeong!” Yoona melambaikan tangan nya ke Namja-namja itu. Namja-namja itu balas melambai ke arah Yoona.

“Yoong, apa mereka yang menyelamatkan kita di hutan?”

“Benar! kau benar sekali!”

….

Terdengar dering ponsel yang bergetar di kasur berwarna pink muda itu. Sang empu nya hanya melihat lalu tersenyum. Dia pun mengambil ponsel nya itu.

Dipencet nya tanda telepon berwarna hijau. Ditunggu nya suara dari seberang sana.

‘Yeobuseyo?’

‘Yongie-ya, Eondiseo?’

‘Rumah, waeyo?’

‘Mau ikut jalan-jalan?’

‘Kemana?”

‘Ya, kemana saja, otthe?’

‘OK, kalian jemput aku saja ya?”

‘Memang kami sudah di depan rumah mu.”

“Kalian! baiklah, aku akan keluar, tunggu sebentar lagi.”

“Jangan lama-lama tuan putri!”

“Ya!”

Yoona menghembuskan nafas kesal nya. Lagi-lagi sahabat nya, Sunny mengejek nya dengan sebutan itu. Yoona benci! benci sekali dengan ejekan itu!.

////

“Yoon, besok jika sudah besal, kau mau menjadi apa?” tanya seorang Namja mungil pada sahabat nya. Mereka sedang asyik bermain membuat puzzle.

“Aku ingin jadi penyanyi, kata eomma, penyanyi itu akan mempunyai banyak teman!” Yeoja itu bersorak riang.

“Kau tak ingin belteman dengan ku?” Namja itu kali ini meperlihatkan ekspresi kesedihan nya. Yeoja kecil itu pun juga ikut tertunduk.

“Lalu, aku halus jadi apa?” Yeoja itu pasrah. Dia tak mau membuat sahabat nya kecewa akan pilihan nya.

“Bagaimana jika kau menjadi tuan putli?” Namja itu menatap sang yeoja dengan senyum menggembang di bibir nya.

“Kata eomma, Putli itu sangat cantik! dia akan memakai baju yang sangat panjang dan indah!” Lanjut nya. Dia mendekatkan kedua tangan di dada nya.

“Tapi, menjadi tuan putli itu susah!” protes sang yeoja kecil itu. Yeoja kecil itu mengerucutkan bibir nya.

“Apa nya yang susah?” Namja kecil ini terlalu ingin tau. Rasanya menjadi tuan putri, dia tau, dia namja. Tapi tak ada salah nya bukan menanyakan hal seperti itu?

“Kita halus sopan! dan.. memakai baju panjang itu melepotkan! nanti kita tak bisa belmain sepeda-sepedaan ataupun lompat tali!” Walaupun yeoja ini masih kecil. Tapi, dia sudah cukup hebat untuk menyimpulkan suatu hal.

“Benal juga ya!” Namja kecil itu setuju dengan perkataan sahabat nya. Dia terkagum dengan pemikiran sahabat nya itu.

“Kau ingin menjadi apa?” Yeoja mungil itu menatap kelopak mata sahabat nya. Menunggu jawaban darinya.

“Seorang pangelan!” jawab Namja mungil itu. Dia terseyum gembira saat menyebutkan cita-cita nya.

“Wae?” tanya Yeoja mungil itu. Namja mungil itu berpikir sebentar lalu tersenyum.

“Pangelan itu tampan! bisa menjaga tuan putli! dan sangat baik!” ungkap namja kecil itu. Yeoja kecil itu hanya mengangguk mengerti.

////

“Kita kemana?” Tanya Yoona saat sudah berada di mobil audi hitam itu. Milik Taeyeon.

“Kemana saja!” jawab Jessica asal.Jessica sibuk dengan ponsel nya tak tau siapa yang mengirimkan.

“Kita ke… lotte world saja bagaimana?” Usul Sunny dan diikuti oleh anggukan Taeyeon dan Yoona.

“Let’s go to the Lotte World!” Taeyeon bersorak ria sambil mengumumkan. Mereka lalu tertawa bersama.

….

“Rintangan apa lagi yang tuan berian untuk anak-anak ku?” Namja berambut coklat muda itu terlihat khawatir. Dia menatap sang ketua sembari menunggu jawaban.

“Tunggu saja!” Namja berambut Hijau itu tersenyum ringan. Dia merasa tak ada masalah baginya.

“Tapi tuan jangan terlalu…..” Suara itu tiba-tiba berhenti dengan potongan omongan yang dikeluarkan oleh namja berambut hijau itu.

“Jung Myeon, percayalah, ini tak sebanding dengan rintangan esok yang mereka lewati.” Namja itu duduk layak nya manager di kantor.

“Apa itu rintangan lagi?”Namja berambut coklat muda itu menatap ketua nya. Ketua nya menggeleng.

“Bukan! bukan rintangan!” Protes nya. Dia mengangkat satu jari nya. Jari manis. Di jari itu terdapat sebuah simbol.

“Lalu?” Dengan tegas nya, Namja berambut coklat muda seperti sedikit memprotes ke ketua nya.

“Tadir.” Dengan santainya, Namja berambut hijau itu tersenyum remeh. Dia ingin tau, seberapa kuat anak-anak asuh Jung Myeon.

“Apa maksud tuan?” Namja berambut coklat itu tak mengerti apa perkataan ketua nya.

“Tadir, yang membuat mereka menjadi benar-benar wolf. yang benar-benar mempunyai kekuatan!” Kali ini, suara Namja berambut hijau itu makin tegas dan sensai nya langsung berbeda.

“Lalu, kapan mereka akan berpindah ke tempat tinggal seharus nya?” Namja berambut coklat itu tak henti-hentinya bertanya pada sang ketua.

“Jika mereka benar-benar wolf!” Namja berambut hijau itu kini merubah kelopak matanya menjadi berwarna merah. Senyum mengembang di bibirnya.

“Tapi, anak-anak ku benar-benar wolf!” Protes namja berambut coklat muda itu. Tuxedo yang dikenakan nya itu sedikit ternodai akibat suatu darah yang terciprat ke arah nya.

“Jung Myeon dengarkan!” Kali ini, Namja berambut hijau itu harus benar-benar sabar dengan bawahan nya ini.

“Legenda Wolf itu tak dipercaya manusia. Dan, tapi tetap saja, ada manusia yang ingin membuktikan bahwa wolf memang ada. Mereka menemukan tanda-tanda kita. Kau tau? mereka benar-benar niat untuk memburu kita. Walau, tidak ada manusia yang pernah menemukan kita! tapi hanya ada satu orang yang pernah menikan dengan wolf!”

Napas itu di keluarkan nya lagi. Dia bersiap-siap lagi untuk melanjut kan ceritanya, dia pun menutup mata nya sebentar.

“Dan, Tak semua wolf itu benar-benar wolf. Mereka harus mempunyai rintangan yang berat. Bahkan sangat berat, dan takdirlah yang akan mereka bawa kesini!”

….

“Seru! sangat seru!” ucap Yoona sambil memakan lolipop yang ia beli di Lotte World.

“Besok kita ke Lotte world lagi!” pinta Jessica dengan nada Manja. Taeyeon dan Sunny tertawa.

Taeyeon pun menyalakan mesin mobil dan menjalankan mobil nya. …

Dengan suara yang begitu kurang enak di dengar. Mobil itu tiba-tiba saja berhenti begitu saja.

“Sial! ada apa dengan mobil ini!” umpat Taeyeon sambil memukul stir kemudi. dia pun mencoba menyalakan mesin berulang-ulang, tapi hasil nya nihil. Tetap tak bisa.

“Waeyo Tae?” Tanya Sunny menatap khawatir Taeyeon. Jessica dan Yoona yang duduk di belakang pun menjadi kaget.

“Sepertinya mobil ku macet, coba kita keluar!” suruh Taeyeon, Mereka berempat pun serempak keluar.

Dibuka nya bagian depan mobil. Dilihatnya oli nya yang sudah habis. Asap berterbangan dimana-mana.

Taeyeon memencet nomor di ponsel nya lalu menelpon. Selang beberapa menit, Taeyeon tersenyum.

“Mobil ini akan diambil oleh bengkel tempat ahjussi Dong bekerja, kita berjalan saja ke rumah Yoona. Hanya satu meter bukan??” Taeyeon menatap Yoona. Yoona menjadi gemetaran.

“Kau kenapa Yoon?” tanya Jessica yang berada di sebelah Yoona. Tangan Yoona menjadi kaku. Dia diam terpaku.

“Gwenchana?” Sunny mendekati Yoona. Yoona masih tetap dia dalam pendirian nya.

Tempat ini tak begitu mengerikan. Memang sepi, tapi tak mengerikan, walau sudah malam.

“Ini kawasan gangster” suara Yoona hampir seperti suara bisikan. Taeyeon, Jessica Sunny menutup mulut nya.

Tak lama kemudianm terdengar suara riuh tepuk tangan. Di sekitar mereka, terdapat namja-namja yang memakai masker dengan bertepuk tangan.

“Mencari mati rupanya.” Sepertinya Namja itu adalah pemimpin dari gangster. Sekarang, empat sekawan itu hanya bisa memandangi namja-namja yang berada di sekitar mereka.

“M-mian, tapi, mobil kami baru saja mogok.. dan.. dan..” Jessica tergagap berbicara. Biasa nya dia berani saja berbicara pada preman, tapi ini lain. Dia menemukan suatu keganjalan disini.

“Tapi apa?!” Ketua gangster itu membentak mereka. Mereka hanya bisa bergenggaman tangan sambil menutup mata.

“Sepertinya, kita mempunyai mangsa baru!” keringat dingin bercucuran di kening empat sekawan itu.

Kali ini mereka menunduk. Diam seribu kata. Tanpa pergerakan apapun. Keringan dingin sudah meluncur di pelupuk kening masing-masing. Tanpa melihat, mereka terus melakukan seperti itu.

Mereka akhrinya membuka mata. Dilihat nya, pertengkaran antar namja. Tunggu? mereka?!

Luhan, Kai, Sehun, Tao, dan Kris dengan gesit nya melawan para Namja itu. Yoona, Jessica, Sunny dan Taeyeon bersorak-sorak.

Tiba-tiba ada suatu yang mengganjal. Pada saat Luhan melawan ketua gangster itu.

“Akhrinya, aku menunggu mu sejak lama!” Mata ketua gangster itu melihat suatu simbol yang tertempel di tangan Luhan.

“Wae?!!” Luhan membentak ketua gangster itu. Namja itu malah tersenyum remeh menatap Luhan.

“Kau.. Wolf?” Luhan memberhentikan aktifitas nya melawan ketua gangster itu. Luhan lalu membulatkan matanya.

Di tonjok nya pipi namja itu. Namja itu pun tersungkur jatuh. Tiba-tiba kelopak mata Luhan menjadi berwarna merah. Dan Yoona melihat itu. Dia melihat dengan mata kepala nya sendiri.

Ketua gangster itu akhirnya menjauh dari Luhan, diikuti kerumunan nya, Kelopak mata Luhan berubah lagi menjadi coklat.

“Gumawo.” Taeyeon membungkukan badan nya pada kelima namja itu. Kelima namja itu balas membungkuk sambil tersenyum.

“N-nugu?” suara pelan Yoona mampu membuat keheningan disitu. perlahan tapi pasti, Yoona melangkah mundur.

“Wae yoong?!” Jessica memegang bahu Yoona. Bahu yoona sudah terasa gemetar.

“A-adapa dengan simbol yang ada di tangan kalian? K-kenapa mata Luhan tadi menjadi berwarna merah?” suara lirih Yoona mampu membuat Taeyeon, Sunny dan Jessica kaget.

“Kau salah lihat!” sanggah Luhan berusaha menjelaskan. Dia benar-benar harus mencoba Yoona untuk tak mengetahui identitas sebenarnya.

“A-anio, aku melihatnya sendiri…” kini suara Yoona benar-benar lirih. Dalam ketakutan yang sangat besar. “Kalian bukan lah Luhan, Kai, Sehun, Tao dan Kris. Bukan!”

“Yoong!” Sunny menepuk pundak Yoona. Mencoba menyadarkan Yoona. Yoona tetap dengan pendirian nya.

“Kalian… wolf?” terka Yoona. Yoona menatap manik mata Luhan. Manik mata itu. Pernah ia lihat sebelum nya.

Jantung Yoona berdetak empat kali lipat. Darah nya berdesir sangat kuat. Keringat dingin meluncur di kening nya sederas air terjun victoria.

“Andweyo, kami hanya manusia!” ucap Tao, dia sudah mencoba santai, sangat santai. Tapi, penebakan Yoona, tak membuat dirinya santai.

“M-mian telah merepotkan, kita pergi dulu, kajja Yoona!” tarik Taeyeon kepada Yoona. Sunny dan Jessica pun mengekor di belakang, sebelum menjauh, kedua kelopak mata itu bertemu.

Mengingat sebuah memori yang mungkin dilupakan oleh seseorang dari mereka. Kelopak mata yang sangat indah. sama seperti rusa. Kelopak mata yang berwarna coklat.

Kali ini Yoona benar-benar bingung. Apa yang dilihatnya tadi, apakah memang benar? Dan kenapa, mereka selalu tau, dimana ia berada.

Dan, kali ini yang membuat Yoona bingung, simbol di tangan luhan dan kelopak mata Luhan yang berubah warna.

Apa kah itu memang dia? Masa lalu Yoona? masa dimana dia harus pindah pergi? tapi setau Yoona, ia tak pernah berkomunikasi dengan nya lagi.

Namja itu, mirip dengan mu Lu.

.

.

.

.

.

.

TO BE CONTINUED

Note: Annyeonghaseyo ‘-‘ dengan semangat dan waktu yang senggang, akhirnya FF ini selesai juga, Maaf kalo belom ada LuYoon moment nya, karena ini ceritanya misteri, jadi belom author kasih moment nya. Btw, Jangan lupa comment ne😉 Gumawo ^^