Dark Love Chapter 7 (Help!)

Gambar

Author: karinapp26

Genre: Horor, Family, Romance

Cast:

  • Im Yoona
  • Jessica Jung
  • Wu Yi Fan
  • Xi Luhan
  • Other

Ranting: PG 13+

Tittle: Dark Love

Summary:

Saat aku mengucapkan sesuatu kau langsung hilang begitu saja saat bulan purnama – Im Yoona

Mengapa kau datang saat yang tak tepat dan mengapa kau pergi disaat aku membutuhkan mu – Jessica Jung

DONT BE SILENT A READERS ^^

“Yoona!”

Kedua sahabat itupun akhirnya menemukan Yoona. Walaupun terdengar nyaring, tapi suara mereka sangat lah pelan.

Ini perpustakaan, jika ada yang berisik, penjaga perpsutakaan tak segan-segan memberi hukuman yang berat.

Tapi bagi Yoona, sekarang itu tak penting. Yang ia hanya pentingkan yaitu

Kenapa tatapan Namja itu serasa berbeda?

Kenapa ia bisa terhanyut oleh tatapan namja itu?

Siapa sebenarnya namja itu??!

“Yoona-ssi.” Yoona menoleh saat mendapatkan satu kelompok namja itu.

Lagi.

“Wae?” Kali ini Yoona mencoba tersenyum. Dia bingung, kenapa mereka masih ingat dia, sementara, yoona tak hafal nama mereka.

“Bolehkan kita membantu mu membawa buku itu, ke ruang kepala sekolah kan?” Kai berbicara dengan nada sedikit canggung, membuat yeoja itu terkekeh pelan.

“Ini berat.” Suara kecil yang habis terkikik itu pun terdengar. Yoona hanya tersenyum saat mengeluarkan jawaban yang berupa suara tak dapat terlihat.

“Kami kan Namja!” sanggah Tao sambil tersenyum santai. Di masukan kedua tangan nya kedalam saku celana nya. Tapi hanya telapak tangan nya saja yang ia muatkan.

“Tak usah.” Tolak Yoona. Bukan nya Yoona merasa merepotkan mereka, akan tetapi, dia hanya tak suka dengan yeoja-yeoja yang menatap nya tajam.

“Tak apa, kita tak keberatan.” Luhan tersenyum menatap Yoona. Yoona pun berpikir sebentar lalu melihat beberapa namja itu.

“Baiklah.” Yoona pasrah, akhirnya dia memberikan buku-buku itu kepada Kris, kris pun menyalurkan kepada sahabat-sahabat nya.

“Ingat ya, kasih ke Hwang Seongsangnim, dan bilang itu dari Kelas Fisika.” Suara yoona, mampu membuat namja-namja itu mengangguk tersenyum.

“Sebelum nya, Gumawo.” Yoona pun pergi setelah mengucapkan kata-kata itu. Punggung nya ditatap oleh namja-namja itu.

“Tunggu apalagi, ayo!” Sehun menyemangati sodara-sodara nya. Mereka pun mengangguk lalu tersenyum sambil berjalan ke arah ruangan Hwang Seongsangnim.

….

Suara getaran itu terdengar lagi. Getaran yang belum pernah dirasakan oleh seseorang, ingat seseorang.

Terkecuali Wolf.

Wolf itu beda dengan manusia. Mereka memang satu dunia. Dalam alam yang sama, tapi itu hampir tak meyakinkan.

Alam itu ada dua menurut Wolf. Alam manusia dan Alam Wolf. Sebenarnya, Legenda wolf menurut manusia hanya cerita belaka.

Legenda dari nenek moyang, sampai ke cucu-cucu nya. Cerita turun temurun yang langsung secara lisan dan jelas di ceritakan oleh beberapa orang.

Tapi, belum ada satupun orang yang melihat langsung perubahan Manusia menjadi wolf ataupun sebalik nya.

Mereka hanya menemukan jejak ataupun barang-barang yang berbau Wolf. Sebagian orang di dunia tak percaya ada nya keberadaan WOLF jadi-jadian.

Sebenarnya susah untuk membedakan antara Wolf asli dengan Wolf Jadi-jadian. Seratus tahun yang lalu, pernah ditemukan jasad Wolf Jadi-jadian. Itulah yang membuat legenda turun menurun.

Tapi, sekarang tak pernah ditemukan jasad Wolf jadi-jadian lagi. Hanyalah beberapa bulu ataupun daging yang bekas dimakan mereka, itu pun tak tau kebenaran nya.

Sebenarnya Wolf jadi-jadian itu memang benar-benar ada. Dan memang benar-benar ada, tetapi, belum pernah ada Kisah percintaan antara Wolf dan Manusia.

Jika benar-benar terjadi, salah satu dari mereka harus melawan takdir. Mengubah diri mereka, mengubah semua yang ia punya, yang ia miliki, yang ia rawat, Tapi tak pernah ada seperti itu, menurut penelitian.

Apa yang ada di dunia ini memang nyata. memang benar, tapi memang semua tak bisa membuktikan nya langsung.

Apakah ini misteri?

….

Lembaran-demi lembaran di Novel itu di buka oleh sang pembaca. Dia terlalu asyik melihat tulisan-tulisan kecil yang tergores di kertas putih itu.

Hanya dengan beberapa kalimat saja, membuat bibir mungil itu membentuk sebuah lengkungan indah.

ocehaan demi ocehan tak membuat yeoja itu memindahkan pandangan nya dari gorensan-gorensan kecil di lembaran-lembaran novel itu.

“Yoona!” kali ini Gadis itu menurun kan Novel ke paha nya. Dia pun menatap ketiga sekawan nya yang sudah menunggu jawaban nya.

“Mwo?” Satu kalimat yang membuat ketiga yeoja itu saling bertatap lalu menghembuskan nafas kesal,

“Kau ini! ayo ke kantin! cacing di perut ku sudah beraksi!” Jessica mengeluh. Yoona pun akhirnya tersenym=um.

“Kajja!”

“Aku ke kamar mandi dulu.” Yoona tengah berpamit kepada kawan-kawan nya. Ketiga sekawan itu dengan kompak mengangguk kan kepala nya.

Suara tangisan itu terdengar. Yoona langsung bersembunyi di balik pintu. Layak nya SPY, dia mengintip apa yang ada di dalam kamar mandi.

“Mian.” Isakan demi isakan terdengar di telinga yoona. Yoona semakin penasaran apa yang terjadi di dalam kamar mandi.

Akhinya, penasaran Yoona sudah sangat tinggi. Dia akhirnya membuka pintu kamar mandi.

Dan, apa yang ia lihat tak jauh beda dengan apa yang di pikirkan nya. Seorang yeoja tengah disiram air dingin oleh sekelompok Yeoja.

Mungkin sudah bisa di tebak siapa yang membuat ulah dengan adik kelas nya. Dan memberikan pembalasan yang ‘keterlaluan’

Triple Naughty.

Yoona menghelang napas berat. Ditatap nya manik mata yeoja yang menangis itu. Ketakutan, kesedihan.

“Ya!” Yeoja itu dan Triple Naughty langsung melihat Yoona yang berada di ambang pintu.

“Apa yang kalian lakukan dengan anak kelas 10?! kalian ini sunbae!” Yoona dengan tegas menasihati Triple Naughty.

Triple Naughty saling bertatapan lalu bertepuk tangan. Yoona pun bingung apa yang dilakukan mereka.

Apa mereka gila?

“Oh! Nyonya Im, ini bukan  urusan mu, lebih baik kau keluar.” Yoona mengepalkan tangan nya menahan emosi nya. Perkataan Chorong sangat meremehkan dirinya.

Apa ini bisa dia terima? langsung saja di suruh pergi? sunbae macam apa dia jika tak menolong adik kelas nya. Walau itu tak terlalu penting untuk nya, tapi ia tau.

Itu sangat penting bagi adik kelas nya.

“Chorong, hentikan!” Yoona berteriak sekali lagi. Dia meghentakan kaki nya dengan keras, poni nya pun bergeser, menutupi sedikit bagian wajah nya.

Dia harus menolong adik kelas itu. Dia ingat bagaimana saat dia dan Jessica kesasar di hutan. Walau begitu, pasti perasaan adik kelas dan apa yang ia rasakan sama.

Sangat ketakutan.

Dia akan membalas. Ini tekad nya. Masalah nya, sebelum nya, Yoona sangat malas berhadapan seperti ini. Bukan nya ia takut, tapi ia tak mau mencari masalah. Apalagi, yang seperti ini.

“S-s-sunbae, pergilah.” Yoona terdiam. Suara itu hampir mirip dengan suara khas milik Hana. Ia jadi teringat saat Hana menyuruh nya untuk pergi karena Yoona telah membuat kesalahan.

Tiba-tiba matanya mengubah wajah itu menjadi wajah Hana. Wajah yang ia ingin langsung melihat dari dulu. Wajah yang ingin ia cium.

Tanpa ia sadari, Triple Naughty menyadari lamunan Yoona. Ide terbesit di otak mereka.

Byurrr

Se-ember air dingin tumpah mengenai baju Yoona. Mulai dari rambut, hingga sepatu, semua nya basah.

Ia akhirnya sadar dari lamunan nya. Ia menatap ketiga Triple Naughty itu dengan artian ‘Kalian-Mau-mati-ya?!’

“Puas nyonya IM?” Bo Mi mengeluarkan suara khas remehan dan tawa nya yang sangat tak enak di dengar.

“Come on Girls!” Yo Kyung kali ini memimpin Triple Naughty. Mereka dengan santai nya pergi dari kamar mandi.

“Sunbae tak apa?!” Yeoja itu kepanikan sambil mendekati Yoona. Yoona yang masih terdiam menatap wajah yeoja itu.

“Nuguya?” Yoona akhirnya mengeluarkan kata-kata nya. Di kontrol kan pikiran nya yang sudah melayang jauh entah kemana.

“K…kim Jangni imnida.” dengan suara gugup dan ketakutan. Jangni menunduk, ia pikir Yoona akan langsung menampar nya, karena ia telah membuat nya seperti ini.

“Jangni, Gwenchana?” diluar dugaan nya, suara lirih Yoona membuat Jangni tambah khawatir. Ia tak mau dituduh sebagai adik kelas yang menyakiti sunbae nya.

“Jangni, aku harus pergi, annyeong.” Dengan cepat Yoona keluar dari kamar mandi itu. Ia tak peduli dengan bisikan ataupun pasang mata yang melihat nya terus.

Dia malu jika harus ke kantin. Ia tau, memang ia tak populer. Tapi, pasti banyak yang akan melihat nya, dan akan membuat perhatian.

Akhirnya, Yoona memilih ke balkon. Disana sangat sepi, hanya suara angin yang terdengar di tempat itu.

Akhirnya, ia duduk dekat balkon itu. Tapi, di balkon itu sangat dingin, bahkan dingin sekali.

Yoona memeluk dirinya sendiri. Nafas nya berhembus keluar. Rambut nya yang basah mampu membuat nya semakin menggigil.

Dengan nafas nya membara dia menundukan kepala nya. Sekarang yang bisa ia lakukan hanya menunggu sahabat-sahabat nya mencarinya.

Tiba-tiba, yoona merasa hangat. Dia pun menoleh ke arah seragam nya. Ada sebuah jaket hitam yang bertengger di seragam nya.

Dia pun menoleh ke atas. Dilihat nya kelima Namja yang sedang tersenyum menatap nya. Akhirnya, kelima namja itu duduk di sebelah Yoona.

“Gumawo.” suara pelan Yoona memecah keheningan yang mereka buat. Mereka saling bertatapan lalu tertawa.

“Wae? kenapa tertawa? ada yang lucu?” tanya Yoona menatap kelima Namja yang duduk di sekitar nya.

“Ani.” Satu kalimat yang dilontarkan oleh kai mampu membuat semua nya kembali terdiam.

“Kau mau mencari mati ya?” tanya Luhan. Yoona menatap Luhan bingung. Luhan pun terkekeh pelan.

“Berurusan dengan Triple Naughty itu?” Yoona mengangguk lalu diam sebentar. Tunggu mengapa Luhan tau julukan yang dibuat oleh Keempat sekawan itu?

Bukan kah yang mengetahui hanya mereka. Bahkan, Chorong, Yo Kyung dan Bo Mi belum tau julukan apa yang dibuat keempat sekawan itu untuk mereka.

“Dari mana kalian tau?!” Suara nyaring Yoona mampu membuat Kelima namja itu menatap Yoona tajam. Yoona hanya tersenyum polos.

“Hanya mengetahui saja.” Jawab Sehun santai. Yoona mengerucutkan bibir nya lalu terkekeh pelan.

“Dasar Stalker!” Kelima Namja itu lagi-lagi menatap Yoona tajam, tak terima apa yang dikatakan Yoona barusan.

Candaan, tawa dan senyuman terus di keluarkan Yoona. Kelima Namja itupun terhanyut oleh kebersamaan mereka.

“Ah ne, apa yang ditangan kalian? simbol apa itu?” kelima namja itu saling bertatap, Keheningan muncul lagi. Yoona pun bingung tatapan dengan tatapan mereka.

.

.

.

.

.

.

TO BE CONTINUED

Note: Annyeong ‘-‘ Akhirnya FF abal-abal ini jadi juga ._. mian kalo pendek atau apalah._. comment juseyo ^^