Dark Love Chapter 6 (Mwoya?!)

Gambar

Author: karinapp26

Genre: Horor, Family, Romance

Cast:

  • Im Yoona
  • Jessica Jung
  • Wu Yi Fan
  • Xi Luhan
  • Other

Ranting: PG 13+

Tittle: Dark Love

Summary:

Saat aku mengucapkan sesuatu kau langsung hilang begitu saja saat bulan purnama – Im Yoona

Mengapa kau datang saat yang tak tepat dan mengapa kau pergi disaat aku membutuhkan mu – Jessica Jung

DONT BE SILENT A READERS ^^

Mungkin ini sudah sedikit membocorkan cerita dalam novel ber-genre romance itu.

“Xiao Lu.” Namja itu menoleh ketika nama nya di panggil oleh seseorang. Dia mendapatkan namja disebelah nya yang wajah nya berseri-seri.

“Wae, Jongin-a? sepertinya kau sedang sangat senang.” guman Luhan yang ikut tersenyum melihat saudara nya itu.

“Katanya, kita punya misi baru.” suara nyaring Kai mendapat perhatian dari Kris, Sehun dan Tao.

“Misi apa?” tanya Kris sambil berjalan mendekat ke arah Kai dan Luhan. Diikuti oleh Sehun dan Tao.

“Nanti, Sensei akan kesini, kalian tunggu saja.” ucap Kai santai sambil menatap keempat saudara nya itu.

Sebuah suara parau dan cahaya biru menerangi sedikit ruangan bercat putih itu. Munculah satu Namja yang mungkin usia nya sudah ratusan tahun. Tapi apakah kalian akan percaya bahwa dia seperti berusia 20 tahun?

Kelopak mata merah itu menatap sekeliling sambil menghirup udara yang bisa di sebut ‘baru’. Beberapa Namja sudah berdiri tegap di depan nya. Namja itu pun tersenyum. Kelopak mata nya pun berubah menjadi berwarna Coklat.

“Sensei, akan memberikan misi apa?” tanya Tao sambil menatap Sensei nya itu. ‘Kim Jung Myeon’. Walau, sedikit menakutkan sensei mereka itu sangat baik, Hanya kadang

Susah ditebak.

“Apa kalian benar-benar siap?” tanya Kim Jung Myeon sambil tersenyum remeh kepada Namja-namja di depan nya. Mereka saling bertatapan lalu mengangguk mantap. Kim Jung Myeon pun menghelang napas.

“Apa kalian benar-benar tau apa itu menjaga?” tanya Kim Jung Myeon sambil melangkah ke kanan-kekiri sambil mengetuk meja yang berada di dekat nya.

“Tentu saja!” Ucapan sehun sudah mewakili pemikiran yang lain nya. Kim Jung Myeon kemudian menatap mereka bertiga secara intens, lalu mengangguk.

“Im Yoona, Lee Sunny, Jessica Jung, Kim Taeyeon.” Kim Jung Myeon menatap mereka bertiga dengan senyuman kemenangan. Tapi di kelopak mata nya bukan lah bau kemenangan yang ia cium, hanya lah masa depan, yang akan mereka alami.

“Cukup Familiran.” Guman Kris sambil memegang dahi nya. Mereka sedang mencerna perkataan Sensei. Walau mereka wolf yang sangat di takuti orang-orang, tapi jangan salah. Mereka mempunyai perasaan dan pemikiran yang belum sempurna.

“Sen…” Sehun celingak-celinguk melihat Sensei yang sudah tak ada. Mereka lalu saling bertatapan lalu mengangguk sambil mengeluarkan senyuman mereka.

“Merekalah yang harus kita jaga.” Luhan seperti menggurui mereka. Mereka mungkin akan menganggap menjaga yeoja saja? gampang bukan!

Tapi, kali beda, benar-benar beda!

Yeoja itu berjalan sambil menutup mata nya. Dia menghirup udara yang akan masuk ke pori-pori nya. Dia pun tersenyum, memandang beberapa tanaman yang berada di bawah balkon nya.

“Jessica!”

Yeoja itu menoleh melihat tiga sahabat nya berada di pagar pintu rumah nya. Dia pun terkekeh lalu turun ke bawah. Dia pun segera membuka gerbang yang membatasi Bangunan rumah itu dengan jalan perumahan.

“Kalian datang cepat sekali!” keluh Jessica sambil menatap ketiga sekawan nya. Mereka bertatapan lalu memasang wajah kesal, Jessica pun bingung apa yang dilakukan mereka.

“Ya! Ige mwoya! kau tak punya jam? kita saja telat 30 menit!” Yoona memukul lengan jessica pelan lalu menatap yeoja yang tengah menyengir itu.

“Ya! cengirang mu itu sangat jelek!” Sunny mengejek sambil menjulurkan lidah. Mungkin, jika mereka bertiga ditanya ‘hal apa yang tidak disukai mereka’ mungkin mereka akan menjawab ‘melihat Jessica ber-aegyeo ataupun melihat nya menyengir’

Walau wajah nya tak terlalu jelek, tapi, wajah itu sangat memaksakan. Dengan tampang seperti ice itu, bagaimana jadinya ia melakukan aegyeo.

“Sudahlah! Jess, kau belum ganti baju?” Taeyeon melihat penampilan Jessica dari atas sampai bawah. Jessica hanya tersenyum tanpa dosa lalu terkekeh.

“Sudah sana, kita akan tunggu di mobil.” Sunny membawa Taeyeon dan Yoona ke mobil putih nya. Dia pun membuka pintu depan untuk nya.

Suatu hal yang mungkin tak akan kau temukan di dunia ini, Dunia mimpi. Tapi, aku tak ingin itu terjadi. Hanya berada di dalam mimpi, aku melihat unicorn, ataupun sebagai nya.

Akan kah cintaku juga hanya akan kulihat dalam mimpi?

Yoona menaikan alis nya saat membaca sedikit kalimat yang berada dalam sebuah novel bersampul hijau toska itu. Dia lalu mengamati dengan seksama novel itu, sedikit membuat perhatian untuk nya.

‘Love Fall’

Mungkin ini sudah sedikit membocorkan cerita dalam novel ber-genre romance itu. Yoona tersenyum lalu mengangguk. Dia pun menuju kasir sambil membayar novel yang ia beli.

Ia tersenyum saat mengingat kejadian tadi bersama sahabat-sahabat nya. Ya, mereka bertujuan ke kebun binatang. Apalagi kalau bukan untuk bersenang-senang.

Di mobil, Yoona senyum-senyum sendiri mengingat kejadian itu. Dia teringat, bukan kah hari ini eomma dan appa nya pulang?

Yoona menancapkan gas nya untuk mempercepat laju audi putih nya. Dia lalu melihat jam casio nya.

“Shit!” umpat nya sambil memperlambat laju mobil nya. Dia hampir saja sampai, tapi, sekarang dia sudah telat.

Dia menghembuskan nafas nya kecewa. Teringat pada kenangan masa lalu nya, dimana ia menjemput adik nya, Hana. Telat.

Walau begitu, Hana tetap setia menunggu eonni kesayangan nya itu. Yoona meminta maaf atas keterlambatan nya. Dan Hana hanya mengatakan

“Aku percaya eonni datang, aku tau eonni sibuk.”

Yoona tersenyum pahit mengingat kejadian itu. Lalu, dia mengingat detik-detik kematian Hana.

Yoona pun menggeleng.

Tidak, dia tidak mau mengingat nya. Tak akan pernah, karena itu. Itulah kenangan yang sangat buruk bagi nya.

Walau ia tahu, bukan hanya ia yang merasa kehilangan. Tapi, kedua orang tua nya juga. Pasti sangat merasa kehilangan.

Ia juga tahu, eomma nya lah yang merasakan perasaan yang sama seperti dia. Merasakan kehilangan putri muda nya, Hana.

Ia juga akan mengerti, Perasaan itu seperti apa.

Dunia memang tak akan pernah ada yang menebak. Walau itu semacam ramalan atau hanya fakta. Dunia hanyalah tempat kita hidup sebentar. Akhirnya, kita hidup di alam yang berbeda.

Tapi takdir, itu lah hal yang kita alami. Terkadang menyusahkan terkadang menyenangkan. Entahlah, Takdir sangat susah untuk di deskrisipkan. Tapi apa boleh buat, kita hanya bisa menjalani nya bukan?

 

“Aku pulang.”

suara serak Jessica menggema di rumah nya. Dia menghembuskan nafas kesal nya lagi.

Lagi-lagi begini. Di rumah, dengan suasana terlalu cuek. Eomma nya yang sedang berlibur bersama teman-teman nya di Bali.

Appa nya yang sibuk bekerja bersama rekan-rekan bisnis perusahaan nya.

Dan adik nya Gaeul. Berbalik dengan Yoona, Jessica dan Adik nya Gaeul. Bermusuhaan. Itulah yang tidak di ketahui Jessica sampai sekarang.

Kenapa adik nya sangat membenci nya?

Semenjak insiden kecelakaan nya, dia malah dibenci oleh adik nya sendiri. Apakah itu salah? Bukan kah harus nya adik nya menjaga nya, kenapa malah membenci nya?

Jessica sudah sering mendekati Gaeul. Tapi itu hanya sia-sia. Gaeul tetap cuek kepadanya bahkan di Sekolah, dia tak mau menganggap Jessica sebagai eonni.

Tidakkah itu berlebihan?

Jessica tersenyum saat melihat adik nya keluar dari kamar nya. Tatapan mereka saling bertemu.

“Annyeong.” Gaeul hanya mengangguk cuek lalu pergi dengan santai nya. Jessica mengangkat bahu nya lalu mendengus.

“apa yang dia benci sih! lupakan!” Jessica berjalan ke arah kamar besar nya itu. Dia pun mengehempasan tubuh nya di kasur setelah menyalakan lampu dan AC.

“Hah.. benar-benar lelah.” Celoteh nya lalu menengok ke kanan. Dilihat nya ponsel putih berlayar sentuh itu.

Tiba-tiba ponsel itu mengeluarkan suara dan getaran. Jessica pun tersenyum lalu kembali duduk dan mengambil ponsel putih nya.

“Yeobuseyo?”

“Sica-ssi.”

“Taeyeon, wae?”

“Besok, bisa jemput aku?”

“Baik!”

“Jangan terlalu siang!”

“Siap bos!”

Jessica mengakhiri telpon nya lalu tersenyum senang. Dengan begitu, ia merasa terhibur.

//

“Lulu..” Yeoja dengan jemari kecil itu pun memanggil sahabat kesayangan nya. Dia pun menepuk pundak sahabat nya.

“Wae?” Namja kecil itu lalu menggenggam tangan Yeoja kecil itu. Terdapat suatu keganjalan di kelopak mata nya.

“Kudengal kau akan pelgi.” Dengan suara lirih, Yeoja kecil itu mencoba tersenyum kepada sahabat nya.

Sementara, Namja itu hanya menunduk. Dia harus rela pergi meninggalkan yeoja kecil di depan nya ini. Yeoja yang menjadi teman bermain nya, menjadi teman berbagi ceritanya, dan teman pembelanya.

“Mian.” Hanya satu kata yang mampu di ucapkan namja kecil itu. Namja kecil itu berusaha menatap kelopak mata sahabat nya.

“Kapan kau akan kembali?” Perlahan, air mata keluar dari kelopak mata gadis kecil itu. Wajah putih nya pun ternodai dengan aliran air yang mengalir dari mata indah nya itu.

“Uljima.” Namja itu tak menjawab pertanyaan dari gadis kecil itu. Gadis kecil itu lalu meremas ujung dress nya pelan.

“Jawab pertanyaan ku Lu!” walau terkesan seperti menyeramkan, tapi. Suara gadis itu sangatlah parau dan kecil.

“Nae mollayo.” Namja kecil itu perlahan mendekati sahabat nya lalu memegang pipi nya. Jari kecil nya mengusap air mata yang mengalir di pipi gadis itu.

“Kau janji akan kembali pada ku?” Yeoja itu kemudian mengelap air mata yang jatuh dari matanya.

“Yaksok!” dengan keyakinan nya, Namja kecil itu memeluk sahabat nya. Dia akan menyiapkan rindu yang harus ia jaga.

“Lu… Jangan lupakan aku.” Isakan kecil itu terdengar. Namja itu mempererat pelukan nya dengan sahabat nya. Sedetik kemudian dia melepaskan pelukan itu.

“Ddo.” Namja itu memberikan sebuah liontin kepada sahabat nya itu. Liontin kecil berbentuk love, dengan tulisan deer di bawah nya.

“Gumawo Lu.”

////

“Yoong.” Yoona menoleh saat menemukan kedua sahabat nya berjalan menyusul nya. Yoona pun berhenti lalu tersenyum.

“Sunny, eondisseo?” Yoona celingak-celingukan. Dia tak melihat sunny diatara kedua sahabat nya. Kedua sahabat nya hanya menggeleng sambil mengangkat bahu.

“Mungkin, Sunny sudah di kelas, kajja!” Jessica kemudian memimpin di depan. Taeyeon dan Yoona saling bertatapan lalu mengikuti Jessica.

“Eits.. tunggu!”

Ketiga Yeoja itu menghembuskan nafas nya kesal. Melihat satu kelompok yang ingin mereka hajar. Kemudian, Taeyeon membisikan sesuatu ke Jessica dan Yoona.

Jessica dan Yoona hanya mengangguk.

“Apa maumu?” tanya Yoona. Yeoja yang bisa disebut ‘ketua’ dari kelompok itu pun tersenyum remeh.

“Kalian, bawakan buku-buku ini ke perpustakaan!” Bo Mi melempar beberapa buku dari dalam tas nya.

Yoona mengepalkan tangan nya berusaha menahan emosi. Sepertinya, Taeyeon dan Jessica pun juga melakukan hal yang juga dilakukan oleh Yoona.

“Oppss…” sengaja maupun tak sengaja, Bo Mi melemparkan buku terakhir. Dan itu mengenai wajah yoona.

“Kau mau mati eoh?” Yoona akhir nya mengeluarkan emosi nya juga. Jessica sudah menatap 3 yeoja ‘centil’ itu dengan tajam. Taeyeon membisikan sesuatu lagi ke Yoona.

“Fine, itu tak sengaja bukan? baiklah.. ayo kita pergi, buang waktu!” keluh Yo kyung. Chorong dan Bo Mi pun tersenyum senang bisa mengerjai tiga sekawan. Yah tiga sekawan, without Sunny.

Yoona memegangi pipi nya yang memerah akibat pukulan buku tadi. Dia meringis sedikit.

KYAAA!!

gerombolan yeoja melewati Yoona, Jessica dan Taeyeon. Alhasil, buku yang akan mereka bawa, berserakan kemana-mana.

Jessica, Taeyeon dan Yoona mengumpat sambil mendesis.

Mereka meneriaki siapa sih??

“Ya! berjalan pelan-pelan!” teriak Jessica. Namun sayang, teriakan itu tidaklah sebanding dengan teriakan puluhan yeoja.

Aish. Mereka bertiga benar-benar kewalahan sekarang mengambil beberapa buku yang berserakan.

Gotcha! mereka sekarang sudah mendapatkan semua buku yang berserakan itu. Yoona mengelap tengkuk nya yang banyak keringat, begitu pun juga Jessica dan Taeyeon.

“Mari sini kita bantu.” Sekarang suasana menjadi hening. Teriakan yang menggema di telinga Jessica, Taeyeon, Yoona pun sekarang berhenti. Tetapi, Yoona, Jessica dan Taeyeon sama sekali tak menyadari.

“Ghansamhamnida, keurom a….” Jessica menganga saat melihat siapa yang menolong mereka. Yoona dan Taeyeon saling bertatapan.

Tapi, tatapan Yoona berhenti pada satu namja. Sepertinya, ia namja yang berada di balkon saat yoona menangis… dan sepertinya! ah!!! bukan kah dia namja yang berada di hutan itu!

Yoona membisikan sesuatu ke Jessica. Jessica juga kaget saat mendengar bisikan Yoona. Taeyeon yang ingin tau apa bisikan itu, segera diberi isyarat dari Jessica akan diberitau nanti.

Yoona menatap namja itu sekali lagi. Ternyata namja itu juga menatap nya. Tapi, bukan nya yoona menghindari tatapan nya, malah ia semakin nyaman bertemu dengan tatapan nya.

Mata itu.

mata yoona tiba-tiba terasa panas. Dia lalu segera pergi cepat ke perpustakaan. Taeyeon dan Jessica pun berusaha menyusul nya, mereka ingin meminta penjelasaan apa maksud nya ini.


Yoona! Yoona!!

Teriakan demi teriakan terdengar di lorong sekolah itu. Yoona tetap berlari, tak tau mengapa rasanya mata nya sudah memerah.

“Apa yang salah padaku?!” guman Yoona pelan. Saat ia sampai di depan perpustakaan, ia pun masuk sambil memperlambat jalan nya.

“Yoona!”

Kedua sahabat itupun akhirnya menemukan Yoona. Walaupun terdengar nyaring, tapi suara mereka sangat lah pelan.

Ini perpustakaan, jika ada yang berisik, penjaga perpsutakaan tak segan-segan memberi hukuman yang berat.

Tapi bagi Yoona, sekarang itu tak penting. Yang ia hanya pentingkan yaitu

Kenapa tatapan Namja itu serasa berbeda?

Kenapa ia bisa terhanyut oleh tatapan namja itu?

Siapa sebenarnya namja itu??!

TO BE CONTINUED

Note: Annyeong’-‘)/ kita kembali lagi readers*abaikan* Mian ne yang udah nunggu moment LuYoon nya. disini masih belom ada ._. mungkin baru dikit. Biar ada misteri nya gitu’-‘ , udah read kan? comment juseyo ^^ gumawo