Dark Love Chapter 5 (Danger!)

wolf

Author: karinapp26

Genre: Horor, Family, Romance

Cast:

  • Im Yoona
  • Jessica Jung
  • Wu Yi Fan
  • Xi Luhan
  • Other

Ranting: PG 13+

Tittle: Dark Love

Summary:

Saat aku mengucapkan sesuatu kau langsung hilang begitu saja saat bulan purnama – Im Yoona

Mengapa kau datang saat yang tak tepat dan mengapa kau pergi disaat aku membutuhkan mu – Jessica Jung

DONT BE SILENT READERS ^^

Ternyata benar, mereka memang berakting, Apakah semua orang pasti ber-akting?

“Park Chorong! kembalikan!!” Yoona berteriak mengejar Chorong yang membawa kalung kesayangan nya itu.

Chorong pun berhenti di dekat balkon lalu melempar nya kebawah. Yoona membelakakan mata nya melihat kejadian itu.

“Park Chorong!” Yoona menatap tajam Chorong. Chorong hanya menatap nya datar lalu melangkah pergi.

Yoona menatap kalung itu dari lantai atas. Ditatap nya kalung yang sudah pecah itu.

Kalung sepeninggalan Adik nya, sebelum meninggal. Perlahan, mata Yoona mulai memanas. Tak tahan mengingat ketulusan sang adik memberi kalung kepada nya.

“Mian, Hana…” guman Yoona. Dia perlahan mengeluarkan buliran air mata.

“Jangan menangis.”

Yoona menoleh saat mendengar suara lirih. Dia terlonjak kaget melihat namja yang sedang menatap manik matanya.

“N..nuguya?!” Yoona memegang dadanya yang hampir meloncat melihat wajah itu. Yoona memiringkan kepala nya, melihat lebih dalam manik mata coklat itu.

“Kau akan tau nanti.” Tangan putih dan halus sehalus sutra itu mengacak pelan rambut coklat panjang milik gadis yang masih terdiam itu. Perlahan, namja bertubuh tinggi itu meninggalkan Yoona yang masih diam di tempat.

“Namja itu…” Yoona melirik ubin putih yang dia injak. Dia lalu mengangkat kepala nya. “Apa aku amnesia?”

Yoona menggeleng kuat. Dia lalu mendesah pelan. Wajah nya sudah menampakan kekesalan yang kuat.

Tangan kurus itu mengambil kalung berlian itu. Jari-jari nya mengusap-usap permata yang kotor dan pecah itu.

“Park Chorong! kau benar-benar berurusan dengan Im Yoona!” Yeoja itu mengepalkan tangan nya kuat. Dia membuang nafas kasar lalu berjalan ke arah kelas.

Alis Yoona terangkat satu saat melihat kerumunan yeoja. Paling itu hanya namja-namja baru yang diomongkan tadi, pikirnya. Toh, nanti dia juga akan berkenalan.

Kaki itu melanjutkan kegiatan nya menuju kelas. Bibir itu mengerucut. Yoona langsung membanting tubuh nya di kursi, membuat perhatian sahabat-sahabat nya terarah padanya.

“Wae?” Yoona menatap ketiga sahabat nya itu lalu menghembuskan nafas nya kesal. Sunny, Taeyeon dan Jessica saling bertatapan.

“Yoona!” Yoona menatap kalung nya itu lalu menatap ketiga sekawan itu dengan tatapan…er, kesal mungkin?

“Park Chorong! dia menyebalkan!!” Yoona mengerutkan dahi nya sambil mengeluarkan hembusan yang membuat Taeyeon, Sunny dan Jessica saling bertatapan.

“Makanya, jangan berurusan dengan dia, Yoon.” Taeyeon menasihati Yoona sambil menepuk pundak sahabat kesayangan nya itu.

“Sudah kubilang apa!” Celetuk Sunny sambil menjitak pelan jidat putih milik Yoona. Yoona meringis lalu menatap Sunny datar.

“Yoon, apa kau tau kenapa di luar rame sekali?” Jessica menggati topik pembicaraan sambil menatap Yoona, menunggu jawaban dari yeoja itu.

“Namja baru yang tadi di gosipkan.” Yoona menatap datar ketiga sahabat nya itu. Sahabat nya mengangguk mengerti.

“Besok katanya salju akan datang.” ucap Jessica sambil menatap ketiga sahabat nya itu.

“Lalu?” tanya Taeyeon mengerutkan dahi nya. Jessica menatap ketiga sahabat itu kesal.

“Liburan musim dingin datang!” Jessica menepuk pelan pundak Taeyeon. Sunny dan Yoona terkekeh pelan melihat adu tatapan diantara Taeyeon dan Jessica.

“Ah, apa kalian nanti ada acara?” Sunny bertanya kepada ketiga sahabat nya. Sahabat nya mengangguk semua, Wajah Sunny berubah drastis.

“Shit!” umpat nya sambil mengembungkan pipi nya.

“Waeyo?” tanya Taeyeon sambil mencolek pipi sunny yang mengembung itu.

“Ani..” Sunny menggelengkan kepala nya sambil tersenyum. Menyembunyikan kesedihan nya.

….

Yeoja itu mengehelang napas panjang saat menemukan keheningan di rumah nya.

“Aku pulang.”

Sekali lagi, nafas itu terdengar. Gumpalan nafas memang keluar dari hidung Yoona. Yoona kesal!

Sampai kapan orang tuanya akan selesai kerja?

Sampai kapan mereka bisa makan bersama seperti dulu lagi?

Sampai kapan orang tua yoona bisa memerhatikan nya?

Memori-memori yang tercipta 4 tahun lalu, dimana ia, Hana dan kedua orang tua mereka berlibur. Sampai, pada dimana, Hana menghilang. Dan pada saat ditemukan Hana, Badan nya sudah sangat lemah.

Ada bekas gigitan dan cakaran disana. Yoona tak kuasa melihat adik nya yang begitu manis. Suara nyaring nya yang begitu lucu masih terdengar di telinga yoona.

Dan, disinilah Yoona. Di rumah bersama para pembantu nya. Yoona berani bertaruh, mungkin ia lebih memilih mati bersama hana daripada harus hidup tanpa ada kebersamaan keluarga.

Sebenarnya, itu tak akan terjadi jika, 1 tahun lalu. Perusahaan kedua orang tua Yoona bangkrut dan harus mempromosikan lagi keluar negri.

Mungkin, jika Hana tak meninggalkan nya sendiri. Yoona akan selalu menampakan senyuman nya. Bercerita panjang dengan adik nya.

Tapi sekarang, Yoona berbeda dengan yang dulu. Walau, ketiga sahabat nya menemani nya dengan setia, apakah itu cukup untuk nya? sahabat nya hanya akan menemani nya di sekolah bukan?

Yoona membanting tubuh nya di kasur empuk. Ditutup perlahan mata nya. Dihirup oksigen yang akan masuk ke paru-paru nya.

Suara anak kecil, kebahagiaan, dan keceriaan yang ia ingin kan sekarang. Kapan itu terjadi?

Yoona bukan lah kecewa karena orang tua nya tak ada dirumah, tapi dia hanya khawatir dengan kondisi orang tua mereka.

Ke Amerika, Australia, Jepang, Cina, Perancis. Yoona tak ingin meluapkan masalah nya pada orang tua nya. Karena ia tau, orang tua nya sudah mempunyai masalah yang lebih banyak darinya.

Bahkan, 4 bulan yang lalu, Yoona merayakan ulang tahun tanpa orang tua nya. Senyum, itulah yang ia persembahkan untuk teman-teman dan pembantu nya yang selalu setia menemani Yoona.

Yoona menoleh mendengar suara telepon berdering. Dia mengambil ponsel nya sambil melihat nama yang terpampang di ponsel itu.

“Yeobuseyo?”

“Yoong, Hamsinika?”

“Eomma, Gwenchana, Wae?”

“Eomma, satu minggu lagi baru bisa pulang, otthoke?”

“Eomma, Gwenchana?”

“Ne, nan gwenchana, Jaga juga kesehatan mu.”

Yoona tersenyum pahit. Kata-kata yang selalu dilontarkan eomma nya ‘Gwenchana’

Ia tahu eomma dan appa yang pasti sangat lelah.

Menjadi manager dan direktur perusahaan Im corp. Perusahaan yang cabang nya sudah ada di berbagai belahan dunia.

Bagaimana mungkin mereka mengatur dan mempromosikan usaha mereka tapi, mereka selalu bilang mereka baik-baik saja.

Apa mereka sedang akting?

Kenapa harus ada yang nama nya akting?

Tapi, Yoona tersenyum tulus dan manis, setidak nya, eomma nya masih meng-khawatirkan nya dan perhatian padanya.

Batu nisan yang kotor itu dibersihkan oleh Yeoja manis itu. Yeoja itu menghelang napas panjang mempersiapkan kata-kata yang harus ia lontarkan,

“Hana… mianhae, jeongmal..” Yeoja itu memaksakan sebuah senyuman yang sebenarnya adalah sebuah tangisan. Yeoja itu lalu menaruh sebuah pecahan berlian dari kalung berantai perak itu.

“Mianhe..”

Tangan putih itu menaburi beberapa bunga melati putih di tanah itu. Memberi sedikit air di batu nisan putih itu.

“Hana.. apa kau mendengar ku? kau bisa melihatku?” perlahan air mata itu jatuh, jatuh dari kelopak mata yeoja itu.

“Nan bogoshipo.. jeongmal bogoshipo” Yoona meremas kuat ujung dress putih nya.

“Hana.. jaga dirimu baik-baik disana ne, cepat atau lambat, aku kan menyusul mu, dan kita akan bermain petak umpet bersama lagi” guman yeoja itu tersenyum.

Buliran air mata masih terjatuh dari kelopak mata coklat nya. Dia pun mengelap pipi nya yang basah dengan telapak tangan nya.

Berdiri, dan membersihkan sedikit tanah yang tertempel di dress putih nya, itulah yang dilakukan Yoona sekarang.

Perlahan, kaki nya mulai melangkah menjauh dari kuburan sang adik. Adik yang telah meninggalkan dia 4 tahun silam.

Yoona berani bersumpah, siapa yang membuat adik nya seperti itu, akan dibantai habis-habisan oleh nya.

Sebuah kamar di apartemen itu serasa ramai. Beberapa Namja memulai aktifitas yang disebut berbeda.

Seperti hal nya manusia, toh. Mereka memang bukan manusia, Mencari sensai baru di dunia manusia.

Itu masih disetujui bukan?

Dengan satu aturan yang terdengar sangat lucu untuk di dengar.

Jangan pernah menyukai Manusia

Siapapun yang mendengar pasti tertawa. Dunia yang berbeda tak akan pernah menyatukan pasangan, itu pun jika mereka rela, melawan takdir.

“Xiao Lu.” Namja itu menoleh ketika nama nya di panggil oleh seseorang. Dia mendapatkan namja disebelah nya yang wajah nya berseri-seri.

“Wae, Jongin-a? sepertinya kau sedang sangat senang.” guman Luhan yang ikut tersenyum melihat saudara nya itu.

“Katanya, kita punya misi baru.” suara nyaring Kai mendapat perhatian dari Kris, Sehun dan Tao.

“Misi apa?” tanya Kris sambil berjalan mendekat ke arah Kai dan Luhan. Diikuti oleh Sehun dan Tao.

“Nanti, Sensei akan kesini, kalian tunggu saja.” ucap Kai santai sambil menatap keempat saudara nya itu.

To Be Continued

Note: Annyeong”-)/ akhir nya FF ini bisa author publish juga, Author tumben lho bisa buat cepet._. gak ada 3 jam udah selesai, biasa nya buat ff bisa sampe semingguan.. Ok, comment juseyo ^^