Dark Love Chapter 4 (NUGU??!!)

Gambar

Author: karinapp26

Genre: Horor, Family, Romance

Cast:

  • Im Yoona
  • Jessica Jung
  • Wu Yi Fan
  • Xi Luhan
  • Other

Ranting: PG 13+

Tittle: Dark Love

Summary:

Saat aku mengucapkan sesuatu kau langsung hilang begitu saja saat bulan purnama – Im Yoona

Mengapa kau datang saat yang tak tepat dan mengapa kau pergi disaat aku membutuhkan mu – Jessica Jung

DONT BE SILENT READERS ^^

“TOLONG!!!” Namja-namja itu hanya tertawa. Oh, ini bodoh. Suasana sudah sangat sepi. Bagaimana ada yang mau menolong?

“Shit!!!” ucap Yoona berusaha berlari dan menjauh. Kedua tangan nya sudah di tarik oleh para namja-namja itu.

“Lepas!” ucap Yoona menendang kaki Namja yang memegang tangan nya. Yoona hampir saja bisa kabur, tapi naas, dia tetap tertahan.

Yoona langsung berjongkok sambil menutup matanya. Dia pun mendengar orang merintih kesakitan. Dia pun perlahan melihat sekeliling.

“KALIAN??!”

Yoona kaget melihat ketiga sahabat nya yang memukuli para Namja-namja itu. Dari mana mereka dapat kekuatan?

Taeyeon yang memukul 3 Namja dengan kayu yang ia temukan di pinggir jalan.

Jessica yang memukuli 4 Namja dengan dua tongkat baseball.

Sunny memukuli 2 Namja dengan kayu yang lebih kecil dari Taeyeon.

Yoona hanya melongo melihat aksi ketiga sahabat tersayang nya itu. Dia megharapkan Namja-namja tampan lah yang datang. Tapi, malah ketiga sahabat nya yang datang.

“Yoona ayo pergi!” ucap Sunny sambil menarik tangan Yoona. ke-empat sekawan itu berlari menjauh dari preman-preman itu.

“Apa yang kalian lakukan?!” bentak Yoona kepada sahabat-sahabat nya. Sahabat-sahabat nya hanya menyengir tak jelas.

“Ya! bukan nya bilang terima kasih malah membentak!” pekik Jessica sambil memukul pelan bahu Yoona. Taeyeon dan Sunny mengangguk.

“Tadi, kami ingin menginap dirumah mu, karena kami kasian melihat mu sendiri di rumah” tutur Sunny sambil merangkul Yoona. Taeyeon dan Yoona tersenyum.

“Ada bibi kim yang menemani ku.” ucap Yoona lalu menggandeng tangan Taeyeon.

“Yoon, bolehkan?” tanya Taeyeon menatap iris mata rusa itu. Yoona berpikir sebentar lalu tersenyum jahil.

“Boleh apa?” Tanya Yoona tersenyum jahil. Mengetahui Yoona mengerjai mereka, Taeyeon pun juga mempunyai ide.

“Oh, begitu, baiklah, sebaiknya aku panggil preman-preman itu tadi” Jessica dan Sunny menahan tawa mereka. Sementara Yoona mendengus kesal.

“Aku hanya bercanda Taeng!”

Akhirnya Taeyeon, Sunny dan Jessica tertawa melihat ekspresi Yoona yang mengembungkan pipi nya.

“Ne.. ne.. arraseo nona Im.” ucap Jessica sambil merangkul Sunny. Semua nya tertawa senang.

“Ah, aku lapar.” tutur Yoona memasang wajah polos nya. Ketiga sahabat nya menghembuskan nafas nya.

“Baik, ayo kita ke.. kemana ya??” tanya Taeyeon bingung harus kemana.

“Kita ke mobil dulu Taeng” ucap Sunny menggeleng melihat sikap Taeyeong yang gampang sekali lupa sesuatu.

“Ya! maksud ku itu! ayo!” ucap Taeyeon mengajak tiga sekawan nya yang menatap nya kesal.

“Kita ke resturan mana Yoong?” tanya Jessica. Karena, hanya Yoona lah yang hapal toko-toko dekat rumah nya.

“Bagaimana kalo kita ke Cafe Barista? disana makanan nya enak-enak kok!” usul Yoona sambil menatap ketiga sekawan nya. Menunggu jawaban dari mereka.

“Aku sih tak apa, asalkan gratis, hem…” ucap Sunny diikuti Taeyeon dan Jessica. Mereka bertiga menatap Yoona.

“Baiklah, akan ku traktir!” ucap Yoona akhirnya. Dia menghembuskan nafas nya mendengar suara teriakan sahabat-sahabat nya yang merasa senang ia traktir.

“Ice Lemon tea dan Ramen satu.” pesan Yoona. Yoona melihat ke arah sahabat-sahabat nya yang masih bingung ingin memesan apa.

“Hot Chocolate dan Beef Sandwich satu!” ucap Jessica sambil menaruh jari di mulut nya.

“Corn Soup dan Ice Tea nya satu.” Sunny tersenyum sambil mengancungkan jari nya ke atas.

“Ice Ocean Vanila.” Pesan Taeyeon sambil tersenyum kepada pelayan itu. Pelayan itu mengangguk.

“Baik saya ulangi….” Ucap Pelayan menyiapkan perkataan selanjut nya sambil menghembuskan nafas nya.

“Ice lemon tea dan ramen nya satu, Hot Chocolate dan Beef Sandwich nya  satu, Corn Soup dan Ice tea nya satu, Ice Ocean Vanila nya satu.” Taeyeon, Sunny, Jessica dan Yoona saling menatap lalu mengangguk tersenyum.

“Yoong, kau melihat mereka?” bisik Jessica sambil menyikut lengan Yoona. Yoona menoleh ke arah Jessica sambil mengangkat satu alis nya.

“Namja itu!” ucap Jessica menunjuk segerombolan namja. Yoona melirik ke arah segerombolan namja yang sedang bercanda tawa sambil memakan makanan mereka.

Dia pun memukul pelan tangan Jessica. Jessica meringis kesakitan sambil memukul pelan pundak Yoona.

“Jangan menunjuk orang!” Yoona menatap yeoja yang sedang menyengir itu. Yoona lalu mendecak sebal melihat senyuman Jessica.

Walau wajah itu terlihat familiar di mata Yoona. Yoona tetap membuang perhatian dari segerombolan namja-namja itu.

“Yoong, kurasa kau mulai berurusan dengan si Chorong.” Suara Taeyeon memecah keheningan yang tercipta di kamar Yoona.

“Lalu?” ucap Yoona tak peduli. Dia tetap tak beralih dari Tablet putih kesayangan nya itu.

“Yoon, apa kau tak tau Chorong itu seperti apa?” tanya Jessica sambil menyikut bahu Yoona. Yoona hanya mengedikan bahu sambil menatap Jessica datar.

“Dia ganas.” Ucap Sunny sambil memasang wajah menakutkan. Tapi, tetap saja Yoona tetap fokus ke tablet putih nya.

“Yoona!” Yoona menoleh menatap ketiga sahabat nya saat ia mendengar Sunny meneriaki nama nya. Dia hanya memberi senyum tanpa dosa nya.

“Kau melihat apa sih?” tanya Jessica menghampiri Yoona yang duduk di kasur. Taeyeon dan Sunny pun juga ikut menghampiri Yoona.

“Di temukan beberapa jejak kaki serigala dan mayat-mayat orang-orang yang meninggal di hutan dekat  Yeoidu Park.” Bacaan judul dengan suara merdu Jessica membuat semua nya saling bertatapan.

“Bukan kah itu hutan saat kita hilang Yoon?” tanya Jessica. Tangan Jessica sudah gemetar, Yoona memikirkan sesuatu.

“Maka dari itu, aku sangat curiga dengan….” Yoona menggantukan kalimat nya, membuat sahabat-sahabat nya bingung.

“Dengan?” tanya Sunny sambil melihat Yoona.

“Namja itu.” ucap Yoona singkat lalu menatap Jessica. Jessica juga sudah menatap Yoona dengan rasa takut.

“Aku harus mengetahui nya!” Yoona mengepalkan tangan di dada nya. Taeyeon, Sunny dan Jessica menggeleng.

“Apa yang akan kau lakukan? kau akan menjadi Naked Girl eoh?” pekik Jessica memukul pelan pundak Yoona.

“Kalian pikir aku seperti apa?” tanya Yoona dengan nada dingin nya. Dia memajukaan bibir nya.

“Yoon, itu membahayakan!” ucap Taeyeon sambil merangkul Yoona, lalu menatap manik mata itu.

“Kau tak lihat Ada kata Mayat-mayat orang yang meninggal, kau mau menjadi salah satu dari mereka Yoon?” sanggah Sunny sambil menunjuk kata yang ia sebutkan.

“Ani..” ucap Yoona pelan sambil menatap layar tablet itu lagi. Dihembuskan nafas kekecewaan nya.

“Kau ini kenapa jadi begini?” tanya Jessica menatap Yoona. Yoona menatap ketiga teman nya lalu menunduk.

“Aku.. ingin sekali bertemu dengan Namja itu.” Tutur Yoona sambil mematikan tablet putih nya. Ditaruh di pangkuan nya.

“N..nugu?” Tanya Taeyeon. Semua langsung menatap Yoona serius. Yoona menghembuskan nafas nya.

“Luhan.” Jessica tersentak kaget mendengar kata Luhan. Taeyeon dan Sunny saling bertatapan tak mengerti.

“Nuguya? Luhan?” Yoona mengangguk kan kepala melihat ke arah Taeyeon. Sunny dan Taeyeon berpikir sebentar.

“Dia, yang menyelamatkan ku dan Yoona.” ucap Jessica singkat, nada bicara nya berubah membuat Taeyeon, Yoona dan Sunny bergidik ngeri.

“Ya! tak usah takut seperti itu!” pekik Jessica sambil memukul pelan sahabat-sahabat nya dengan bantal.

“Yasudah! sekarang tidur! besok kita sekolah bukan??!!” Sunny membuat semua nya menjadi kacau, karena terburu-buru untuk persiapan esok.

…..

Anak murid baru!

Jinjja? Namja? yeoja?

Kau lihat? Namja, katanya sih tampan sekali!

Anak kelas mana?

Kita tunggu saja!

Apa dia bisa jadi flower boy?

Keempat sekawan itu merasa bingung mendengar bisikan atau bahkan gosipan siswa-siswi Seoul Art High School.

“Kupikir, akan ada siswa baru.” tebak Sunny sambil menatap ketiga sekawan nya menunggu jawaban mereka.

“Aku setuju dengan mu.” ucap Yoona sambil memegang bahu Sunny. Sunny dan Yoona menatap Jessica dan Taeyeon.

Jessica dan Taeyeon hanya mengangguk sambil tersenyum.

“Park Chorong! kembalikan!!” Yoona berteriak mengejar Chorong yang membawa kalung kesayangan nya itu.

Chorong pun berhenti di dekat balkon lalu melempar nya kebawah. Yoona membelakakan mata nya melihat kejadian itu.

“Park Chorong!” Yoona menatap tajam Chorong. Chorong hanya menatap nya datar lalu melangkah pergi.

Yoona menatap kalung itu dari lantai atas. Ditatap nya kalung yang sudah pecah itu.

Kalung sepeninggalan Adik nya, sebelum meninggal. Perlahan, mata Yoona mulai memanas. Tak tahan mengingat ketulusan sang adik memberi kalung kepada nya.

“Mian, Hana…” guman Yoona. Dia perlahan mengeluarkan buliran air mata.

“Jangan menangis.”

To Be Continued

Note: Annyeong Reader ^^ mian, FF ini agak lama di post nya, author nya agak sibuk sama jadwal sekolah😀 Mian kalo FF ini kurang panjang ._. Ok, leave a comment ne😉