Dark Love Chapter 3 (파이팅!)

Gambar

Author: karinapp26

Genre: Horor, Family, Romance

Cast:

  • Im Yoona
  • Jessica Jung
  • Wu Yi Fan
  • Xi Luhan
  • Other

Ranting: PG 13+

Tittle: Dark Love

Summary:

Saat aku mengucapkan sesuatu kau langsung hilang begitu saja saat bulan purnama – Im Yoona

Mengapa kau datang saat yang tak tepat dan mengapa kau pergi disaat aku membutuhkan mu – Jessica Jung

DONT BE SILENT READERS ^^

Happy Reading ^^

“Kau kemana? aku harus pergi, aku ingin mengucapkan terima kasih”  gumam yoona mencari-cari keberadaan seorang namja.

Xi Luhan.

“Aku percaya kau masih disini, tolong keluarlah!” pinta Yoona sambil memutar-mutarkan badan nya.

“Baiklah jika begitu, aku pergi” ucap Yoona melihat jam yang terpasang di tangan nya. Dia pun berjalan menuju perkemahan dan bersiap untuk kembali ke sekolah.

“Aku mendengarmu.”

..

Sebuah surat mengenai kepala gadis itu. Gadis itu pun menoleh sambil memegang pucuk surat nya. Dia juga mengelus pelan kepala nya itu. Dibuka nya pucuk surat itu.

Terima Kasih,

Aku juga ingin bertemu dengan mu lagi. Mungkin jika takdir, kita akan dipertemukan.

Gadis itu mengangkat satu alis nya. Dia menoleh ke kanan dan ke kiri. Tapi nihil, tak ada satu pun orang disana. Dia kemudian menggenggam erat kertas lusuh berwarna kuning itu.

“DORR!”

Gadis itu terlonjak kaget saat ketiga sahabat nya mengagetkan nya. Gadis itu mendengus dan menggembungkan pipi nya, Sementara ketiga sahabat nya hanya menyengir tak jelas.

“Kalian mengagetkan ku!” protes Yoona sambil memukul pelan pundak ketiga sahabat nya. Ketiga sahabat nya lalu duduk disebelah Yoona.

“Makanya, jangan melamun! Hayo?! memikirkan siapa?” tanya Sunny sambil menggoda Yoona. Di elus nya dagu lancip gadis itu. Yoona menyikut tangan Sunny yang mengelus dagu nya.

“Hei, Yoona! kau tau, katanya, akan ada murid baru!” ucap Jessica sambil menepuk pundak Yoona. Yoona menatap Jessica lalu mendekatkan dirinya ke Jessica.

“Jinjja? Namja atau Yeoja?” tanya Yoona memegang bahu Jessica. Jessica hanya mengangkat bahu nya menandakan bahwa ia tak mengerti.

“Kudengar, sepertinya, dia seorang Yeoja, yang Katanya…” Taeyeon menggantung kan kalimat nya sambil menekan omongan ‘Katanya’.

“Ya! palli! jangan membuat kita penasaran!” oceh Sunny sambil memukul pundak Taeyeon. Taeyeon memegang pundak nya sebentar lalu menghembuskan nafas nya.

“Katanya, ada 3 yeoja tukar pelajar. Nah katanya Yeoja-yeoja itu sih jutek, galak dan sombong. Aku sih tak tau! dan tak akan mengurusinya!” ucap Taeyeon cuek sambil mengangkat bahu nya. Yoona, Jessica dan Sunny saling bertatapan.

“Bukan kah mereka akan masuk ke kelas kita?” tanya Jessica sambil menatap ke-tiga sahabat nya. Yoona dan Sunny saling bertatapan. Sementara Taeyeon seperti sedang berpikir.

“Aku dengar sih juga begitu!” ucap Taeyeon mengacungkan satu Jari nya ke atas. Yoona dan Sunny lagi-lagi hanya saling bertatapan datar.

“Yasudah! ayo masuk! nanti kita telat! aku tak mau dimarahi Song Seongsangnim!” ucap Yoona menyikut pelan bahu sahabat-sahabat nya.

….

“Kalian akan dipindahkan ke kota untuk sementara.”

“MWO!!?”

“Kenapa kita di pindahkan sensei?”

“Karena gangster akan melacak disekitar hutan ini.”

“Sensei, siapa itu gangster?”

“Kalian tak perlu tau! yang penting kalian akan pindah ke kota.”

“Apa saja peraturan yang harus kita jalani?”

“Sebenarnya tak banyak!”

“Mwo?”

“Jangan keluar pada malam bulan purnama dan…”

“APA sensei? jangan membuat kita penasaran!”

“Jangan pernah mencintai manusia.”

“Annyeonghaeseyo semua” seorang Namja paruh baya memasuki kelas bercat putih itu. Di belakang Namja paruh baya itu terdapat 3 yeoja yang terlihat Unfamiliar(?) dimata siswa-siswi di kelas itu.

“Kita kedatangan beberapa siswa pertukaran pelajar dari Dongguk High School. Silahkan perkenalkan diri kalian” Song Seongsangnim sedikit memundurkan badan nya mempersilahkan ke-tiga murid itu untuk memperkenalkan diri masing-masing.

“Annyeonghaeseyo, Naneun Park Chorong imnida.”

“Annyeonghaeseyo, Naneun Yoon Bo Mi imnida.”

“Annyeonghaeseyo, Naneun Hong Yo Kyung imnida.”

Blush

Sebuah cahaya putih menerangi Rumah bercat putih itu, Sekarang, rumah itu tak berpenghuni lagi layak nya sebuah rumah kosong di pinggir hutan, Ya memang benar.

“Inilah tempat kalian.” Ucap Namja paruh baya itu. Namja paruh baya itu memakai kaca mata hitam layak nya seorang body guard.

“Ok, gumawo.” ucap ke- 5 Namja itu. Ke-5 Namja itu pun keluar dari mobil sport hitam itu lalu memasuki Gedung Pencakar langit.

Ke-5 Namja itu pun memasuki sebuah kamar, Di kamar itu terdapat seorang Namja dengan dengan bola mata yang berwarna merah cerah. Namja itu menyenderkan punggung nya di dinding bercat kuning muda.

“Sensei!”

Namja paruh baya itu tersenyum. Dia pun mengedipkan mata nya. Menjadikan warna bola matanya berubah.

“Kalian akan bersekolah di ‘Myeongdong High School, Bayaran, tak perlu takut. Dan ingat kata-kata ku sebelum nya?” Ucap Namja itu dingin.
“Baik Sensei!”

“Seragam kalian sudah di lemari, peralatan sehari-hari, semua nya sudah lengkap di kamar kalian masing-masing. Dan, jika kalian di luar bertemu dengan ku, jangan memanggil ku Sensei, banyak gangster di kota.”

..

“Hish! ternyata sifat mereka benar-benar!” ucap Yoona melihat ketiga Yeoja baru yang super jutek menurut nya.

“Heuh, sudah kubilang juga apa!” oceh Taeyeon sambil menggeleng kan kepala nya melihat kegiatan yang dilakukan oleh Chorong, Bomi, Yokyung.

Oh, mungkin hal mereka yang lakukan sedikit kekanak-kanakan, apalagi kalau bukan menyombongkan diri.

Apa mereka tak sadar? mereka sekarang kelas 2 SMA! apakah ini yang dilakukan anak berumur 16-17 Tahun? mereka benar-benar seperti anak 5 Tahun.

Dunia memang sudah berubah.

Ke-empat sekawan itu hanya mengehmbuskan nafas nya kesal saat Triple Naughty melewati mereka. ya, Triple Naughty adalah julukan yang dibuat oleh empat sekawan itu.

“Chorong, kau akan pakai dress apa nanti?” tanya Yokyung sambil menepuk pundak Chorong. Pasti kalian tau, sekali lagi.

Mereka menyombongkan diri.

“Cih, apa cantik nya sih mereka!” ucap Yoona kesal. Tak terasa, ternyata omongan Yoona sangat lah keras sampai membuat Triple Naughty itu mendengar nya.

“Ya! Yoona! kecilkan suara mu sedikit!” bisik Jessica sambil mendekatkan mulut nya dengan telinga Yoona.

“Permisi nyonya, Im. Kau pikir, kau lebih cantik dariku?” Kalian pasti akan tau siapa itu. Siapa lagi kalau bukan salah satu dari anggota Triple Naughty, Chorong.

“Semua yeoja yang ada di dunia ini cantik.” ucap Yoona simple dan membuang muka dari arah Chorong.

“Tapi tidak semua cantik kan?” tanya Chorong sambil menempelkan jari nya di jidat nya.

“Kenapa tidak?” tanya Yoona, Sebenarnya sudah di tebak, perkataan Yoona benar-benar melawan perkataan Chorong.

“Untuk apa diadakan Miss World?” Tanya Chorong tersenyum sambil menaikan satu alis nya.

“Apakah itu membuktikan bahwa hanya ada satu wanita cantik di dunia ini?” Kali Yoona tersenyum jahil ke arah Chorong.

“Baiklah.. Aku mengalah, pabo Im.” ucap Chorong meninggalkan Yoona dengan gaya angkuh nya, sementara Yoona, Jessica, Taeyeon dan Sunny tertawa.

..

Yoona menginjak kan ubin kamar nya. Dia mengehmbuskan nafas nya kesal. Melihat sekeliling hanya membuat dirinya bosan akan lingkungan ini.

Ditatap nya sebuah lukisan yang sangat lucu. Lukisan yang tergambar dari crayon dengan warna yang banyak.

Walau gambar itu tak terlihat indah, Namun itu bisa mengkukir sebuah lengkungan di bibir merah itu.

Yeoja itu menghembuskan nafas nya sekali lagi. Menghirup udara yang akan masuk ke paru-paru nya.

“Nona” seorang Yeoja paruh baya dengan badan yang agak membungkuk membuka pintu kamar Yoona.

“Ah, bibi. Ada apa?” tanya Yoona pelan sambil memamerkan senyuman indah nya itu.

“Kata Nyonya dan Tuan Im, mereka hari ini tak bisa pulang kerumah karena pekerjaan mereka lembur” Ucap Bibi kim sambil memegang gagang pintu kamar Yoona menunggu reaksi Yoona.

“Baiklah, katakan pada mereka, jangan terlalu banyak kegiatan” ucap Yoona tersenyum sekali lagi. Bibi Kim pun tersenyum menangguk lalu menutup pintu.

“Eomma, Appa, jaga kesehatan kalian ne.” guman Yoona sendiri lalu menatap gambaran kertas itu sebentar lalu tersenyum.

..

“Gumawo!” Yoona membungkukan badan nya. Dia pun berjalan ke arah pintu. Dia pun mendorong pintu itu keluar. Dia tersenyum sambil mengeratkan jaket bulu nya.

Yoona menghelang napas nya senang saat menemukan Novel yang ia cari. Ia tersenyum senang. Hembusan angin terus saja keluar dari mulut nya. Walau, Malam telah datang, Dia tetap nekat untuk ke toko buku sendiri.

Beberapa Namja dengan jaket dan masker hitam menghampiri nya. Yoona mundur beberapa langkah mencari jalan lain,

“Hey” ucap para Namja itu mendekati Yoona. Yoona berusaha tak panik dan menjauh. Tapi Namja itu terlalu banyak, jadi susah untuk Yoona menjauh dari situ.

“Tolong pergi” ucap Yoona sambil menghentakan kaki nya. Namja-namja itu tetap tak membiarkan Yoona lolos. Namja-namja itu pun menggoda Yoona. Dia memegang tangan Yoona.

“Jangan sentuh aku!” teriak Yoona. Dia mengepalkan tangan nya ke arah salah satu Namja.

“Ayo yeoja manis, ikutlah dengan kami!” perinta salah satu Namja sambil merangkul Yoona. Yoona melepaskan rangkulan itu sambil berteriak.

“TOLONG!!!” Namja-namja itu hanya tertawa. Oh, ini bodoh. Suasana sudah sangat sepi. Bagaimana ada yang mau menolong?

“Shit!!!” ucap Yoona berusaha berlari dan menjauh. Kedua tangan nya sudah di tarik oleh para namja-namja itu.

“Lepas!” ucap Yoona menendang kaki Namja yang memegang tangan nya. Yoona hampir saja bisa kabur, tapi naas, dia tetap tertahan.

Yoona langsung berjongkok sambil menutup matanya. Dia pun mendengar orang merintih kesakitan. Dia pun perlahan melihat sekeliling.

“KALIAN??!”

.

.

.

.

To Be Continued

Note: Maap ya, ini ending nya gantung dikit. Kemarin, author dapet banyaaaaakk banget’-‘ komentar readers yang meminta moment nya LuYoon nya agak banyak, tapi, mungkin di chapter 4 yang agak banyak moment nya😀