Dark Love Chapter 11 (aside)

darklove

Author: karinapp26

Genre: Horor, Family, Romance

Cast:

  • Im Yoona
  • Jessica Jung
  • Wu Yi Fan
  • Xi Luhan
  • Other

Ranting: PG 13+

Tittle: Dark Love

Summary:

Saat aku mengucapkan sesuatu kau langsung hilang begitu saja saat bulan purnama – Im Yoona

Mengapa kau datang saat yang tak tepat dan mengapa kau pergi disaat aku membutuhkan mu – Jessica Jung

Poster by TiffanyTania

DONT BE SILENT A READERS ^^

Tetapi, sebuah gantungan jatuh begitu saja, membuat Yoona membuka tangan nya.

Dilihat nya gantungan yang tepat jatuh di depan sepatu Yoona. Yoona mengambil gantungan itu. Ditatap nya lekat, sangat lekat.

“I-ini, pu-punya s-siapa?” suara lirih yoona kali ini bertambah, sepetinya emosi nya akan benar-benar keluar.

“T-tadi jatuh dari celana Luhan.” ucap Sehun sambil menunduk. Mereka sudah tak berani melihat amarah dari jessica dan Yoona.

Mereka lemah akan ini, kekuatan mereka berkurang, menjadi sangat lemah.

“K-kau lulu?!” Yoona menatap wajah Luhan lekat, luhan kaget lalu menggeleng kepala bingung.

“Siapa Lulu?” tanya Luhan. Yoona meremas gantungan itu lalu menutup wajah nya lagi.

Dia pun berlari meninggalkan Jessica dan kelima namja itu. Jessica pun berusaha menyusul nya dari belakang.

“Kemana kau Lulu?”

“Jangan tinggalkan aku!”

“Kau rela meninggalkan ku?!”

“Dimana kau?! LULU!!”

….

“Bagaimana kalian ini?!” bentak namja paruh baya yang sangat terlihat muda itu, tapi kebalikan umur nya yang sudah sangat panjang.

“Mian, sensei.” suara lirih dari namja berparas itu menunduk, selaku dia adalah yang paling tua diantara yang lain.

“Kau! bagaimana bisa suatu benda jatuh! kan ku bilang hati-hati!” Namja berparas itu lagi-lagi menudukan kepala nya.

“Kalian akan di beri hukuman yang lebih berat.” suara itu akhirnya menurun, dia juga tak tega melihat anak-anak nya menerima hukuman.

“Sensei, kita akan mencoba lagi, tolong jangan beri hukuman.” Namja tinggi dengan wajah cool itu nampak sangat kelelahan.

Tapi, tiba-tiba saja dengan cahaya yang sangat menerangkan berwarna biru laut, namja paruh baya itu hilang.

‘Follow me if you love me.’

Yoona terbangun saat mendengar suara bisikan, dia menatap ketiga sahabat nya yang masih saja terjaga oleh mimpi mereka.

Yoona pun mengedikan bahu lalu kembali tidur, tetapi. sebuah bisikan itu terdengar lagi di telinga yoona.

Yoona kali ini menutup telinga nya, ia sangat tak berani untuk membuka matanya. Ia takut, takut.. sangat lah takut.

….

“Yoona.” Chorong datang sambil membawa sebuah surat untuk nya. Tunggu dulu, apa lagi yang ingin dilakukan chorong untuk nya?

“Berhati-hatilah.” Bo Mi memperingati Yoona. Yoona hanya acuh saja, toh setelah apa yang dilakukan Triple Naughty untuk nya.

“Kali ini kami hanya memperingati, bukan menakut-nakuti.” Yo Kyung mengakhiri pembicaraan. mereka pergi begitu saja meninggalkan yoona yang merasa bingung akan surat itu.

“Mereka ini… haish!” Yoona mengehentakan kaki nya, lalu terdegar suara riuh dari arah gerbang. Merasa penasaran, ia pun akhirnya pergi menuju gerbang.

Yoona memberhentikan langkah nya saat melihat namja-namja yang sedang di kerubungi banyak yeoja. Dia perlahan berjalan mundur menjauhi kerumunan itu.

Apa yang dirasakan nya, hanyalah sebuah perasaan yang terlalu sakit untuk dirasakan. kali ini ia benar-benar merasa tersakiti. Apa yang ia terima terlalu sulit untuk ia lakukan.

Akhirnya dengan berat hati, ia membuka surat yang tadi di berikan chorong and the gank.

Yoona mendesah kesal. Apa yang ia pikirkan sekarang benar-benar sudah di depan mata. Sebuah kertas dengan satu kalimat. Yoona benar-benar pusing.

Ini seperti fake world.

‘Follow me if you love me’

Yoona berlari ke arah kelas nya, tunggu ada apa ini? dia melihat Taeyeon yang bermuka merah sehabis menangis, sedangkan di depan nya terdapat kelima namja yang sedang menahan emosi.

“W-wae?” Yoona bertanya pelan, tapi semua pasang mata melirik ke arah nya, tapi tidak untuk taeyeon.

“Mereka!” tunjuk Sunny sambil menatap tajam kelima namja itu. Kelima namja itu menatap Yoona dengan tatapan yang sulit diartikan, membuat Yoona tak berani menatap mereka dengan tajam.

‘Follow me if you can’

Yoona menutup telinga nya sebentar, bisikan itu terdengar lagi, sangat terdengar. tapi kali ini, yoona bukan lah melihat dia berada di kelas, melainkan berada di tengah hutan.

Apa yang dilihat nya saat ini membuat dia tak percaya, hutan. Hutan dimana ia merasa kenal dengan hutan itu. Hutan yang mempunyai pohon yang banyak dan rindang.

Di sebuah hutan itu terdapat seorang namja tinggi tegap dan terlihat muda. Namja itu umur nya sudah lebih dari 1 abad. Namja itu tersenyum pada Yoona.

“Yoona.”

Yoona bingung ketika namja itu memanggil nya. Tak ada satu pun rasa takut yang menyelimutinya, hanya ada rasa bingung yang merajai nya.

“Nugu?” Yoona melangkah pelan mendekati namja itu. Namja itu tersenyum smirk lalu dengan satu angin hembusan nya, langkah yoona terhenti begitu saja.

“Apa kau, mencintai mereka?” Yoona menatap manik mata itu dalam, namja itu pernah ia lihat! tapi, sepertinya, terdapat luka bakar yang berada di dekat mata kanan nya.

“Nugu!” bentak Yoona. tak tau keberanian dari mana, yoona membentak namja itu. Namja itu berdecik seperti meremehkan.

“Apa kau mau ikut dengan ku?” Namja itu menawarkan tangan nya kepada Yoona. Yoona melihat tangan itu lalu menggeleng.

“ANI!” Yoona berteriak ke arah namja itu. Seketika bayangan nya hilang, semua hilang. Badan nya pun terasa berat. Tapi, bayangan wajah namja misterius itu masih terlihat jelas di mata yoona.

Semua menatap yeoja yang terbaring itu khawatir. Taeyeon yang tadi emosi, sekarang hanya terdiam sambil menggigit jari nya.

Jessica dan Sunny pun saling berangkulan, mereka menatap yeoja yang berada di kasur itu dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.

“Bagaimana kejadian nya?” Hwang seongsangnim sudah selesai memeriksa keadaan yoona, dia memang guru IPA, sehingga tentang kejadian seperti itu, dia lah yang menguasainya.

“Kami tak tau, tadi dia masuk kelas, dia melamun begitu saja, akhirnya dia berteriak lalu pingsan.” Jelas Taeyeon sambil membuang muka dari Hwang seongsangnim.

Bukan nya ia tak mau menatap gurunya itu, tetapi perhatian nya sudah ke sahabat nya. Ia tak mau sahabat nya terkena penyakit ataupun,

pergi duluan.

“Sepertinya, dia kecapean, tunggu lah saja.” Jessica, Sunny, dan Taeyeon mengangguk, Hwang seongsangnim pun tersenyum lalu meninggalkan mereka bertiga.

“Taeng, kau sudah selesaikan masalah mu dengan mereka?” Pertanyaan Sunny sukses membuat Jessica memegang dadanya.

Ya, masalah Taeyeon dan kelima namja itu memang belum selesai, Kelima namja itu tadi berusaha mengambil buku yang tak sengaja di bawa Taeyeon, karena Taeyeon orang yang jahil. Taeyeon pun menggoda mereka, alhasil dengan terpaksa, mereka mengambil buku itu dengan kekerasan.

Tapi, Jessica masih memikirkan waktu malam kemarin. Dimana kelima namja itu memperlihatkan bola mata merah nya kepada Yoona. Tetapi ia tak yakin itu mereka! tak yakin!

Itu memang sulit untuk di percaya, tetapi Jessica masih bingung dengan maksud gangster. Mengapa ia bisa tau tentang kelima namja itu? ah tapi itu bukan urusan Jessica!

Jessica anak yang tak peduli terhadap urusan yang terlalu dalam, kecuali dengan sahabat nya. Tetapi ini berbeda, setelah apa yang telah di lalui nya bersama seorang namja yang saat itu menemani nya ke taman bermain.

Kris.

Saat itu ia menangis karena ia bertengkar dengan adik nya, dan perkataan adik nya membuat sakit hati, ia pun berlari ke taman untuk mengihur diri, datanglah kris, dia mengajak jessica pergi ke taman bermain untuk menghibur jessica.

Pengalaman itu sangat ia ingat! sangat! Tetapi, perasaan apa yang membuat ia merasa nyaman dengan Kris,itu sangatlah aneh, dia belum pernah merasakan cinta.

Tetapi dia bukan yeoja yang labil, tetapi, belum pernah ada namja yang menempati posisi di hatinya. Dia memang tak seperti Taeyeon yang dulu suka gonta-ganti pacar.

tetapi, ia bukan Jessica yang dulu. Senyuman nya suka tertutupi oleh kesedihan dan ketakutan, dia sama hal nya dengan Yoona.

Ceria, manja, suka tersenyum, tertawa. Tapi, apa dia sekarang? seorang pencemberut? ini bukan jessica! mana jessica yang dulu?

Tapi, dia menemukan keganjalan di dalam hati seorang Im Yoona, sahabat dekat nya.  Dia merasa Yoona memang bukan Yoona yang dulu. Ini jauh berbeda, sangat jauh.

Yoona baru pernah melakukan ini pertama kali, dan Yoona jarang sekali menangis, apa yang membuat nya bisa jatuh begitu saja, Yoona itu yeoja kuat.

Bahkan, dulu dia suka di bully teman nya karena saat sahabat pertama Yoona pergi, Yoona sering tak mau bermain dengan teman dan menjadi penyendiri.

itulah sebab nya, Jessica, Taeyeon dan Sunny menjadi teman baik Yoona. Mereka memang sudah di satukan untuk takdir, tetapi, takdir memang belum menjawab semua nya. Waktu akan terus berjalan, takdir yang akan menjawab nya.

Tetapi, yang nama nya sahabat, belum tentu cepat berpisah seperti ikantan kekasih. Mereka selalu tolong menolong, mungkin jika mereka marahan, satu hari pun mereka akan langsung baikan.

Kini, Jessica mengeluarkan air mata nya, dia terharu dengan masa lalu bersama sahabat nya. Dia pernah mandi bersama dengan ketiga sekawan nya, masak bersama, belajar bersama, tidur bersama.

Itu terlalu perih jika ditinggalkan. Tetapi, sekarang, dia melihat Sunny yang sudah menggenggam tangan nya erat, begitu pun juga Taeyeon yang sekarang sudah menggenggam tangan nya erat.

Tangisan nya akhrinya pecah, sangat pecah, dia melepaskan genggaman dari kedua sahabat nya itu. Dia menutupi muka nya yang sembab karena menangis.

Apa yang di dapat kan nya di dunia ini terlalu istimewa, tetapi, ia percaya, ia masih mempunyai sesuatu yang tak istimewa, adik nya yang tak menyayanginya, seseorang yang hampir membuat nya, eerr– jatuh cinta.

“Sica-ya, waeyo?” Jessica menggeleng pelan sambil masih menutup matanya, Dia berdoa dengan tuhan dan berterima kasih kepadaNya memberikan sahabat yang terlalu baik untuk nya.

“Sica, Uljima.” Hibur Taeyeon sambil menepuk pundak Jessica, mereka berdua pun memeluk Jessica. Apa yang mereka lakukan benar-benar membuat Jessica terharu.

“Gumawo.” Suara serak Jessica memenuhi ruangan, sekarang jessica tenang, perasaan bingung dan ketakutan nya di tutupi oleh kasih sayang.

….

“Kumohon, beritau aku.” Tanpa rasa takut Taeyeon dan Sunny pun pergi ke apartemen milik kelima namja itu. Mereka merasa, ada yang sedikit hubungan diantara kedua sahabat mereka dan kelima namja itu.

“Maksud kalian apa?” Sehun pura-pura tak tau dengan pertanyaan mereka, kelima namja itu tak mau rahasia langsung terbongkar kemana-mana.

“Apa hubungan kalian dengan Jessica dan Yoona?” Sunny menatap mereka berlima tajam. Tetapi, bukan nya kelima namja itu takut dengan mereka, mereka hanya tak mau menambah musuh di dunia manusia.

“Kami tak ada hubungan apa-apa!” tegas Tao menatap mereka berdua. Taeyeon dan Sunny menghelang napas panjang, mereka akhirnya menyerah setelah beberapa kali memaksa kelima namja itu untuk menjelas kan semuanya.

..

Taeyeon dan Sunny berencana ke Sugo Gangnam Cafe, Mereka sudah lelah sehabis ‘memaksa’ kelima namja itu untuk menjelaskan nya, tapi usaha mereka sia-sia.

Yah, mau bagaimana lagi? mereka tak bisa memaksa bukan? Orang tak bisa begitu saja di paksa, mereka sekarang menyerah, ya, yang mereka bisa lakukan sekarang hanyalah alur takdir.

Mereka duduk di di kursi yang berada dekat di Jendela besar yang terlapisi tralis.

Tetapi, pandangan mereka berhenti kepada seorang namja dengan pakaian yang elegan bersama teman-teman nya.

“Bukan kah itu—-” Taeyeon memiringkan kepala nya agar bisa lebih jelas melihat mereka. Taeyeon dan Sunny saling bertatapan lalu mengedikan bahu bersama.

“Sensei, kau tau siapa itu Chanyeol?” Namja dengan rambut merah itu memegang gelas kaca yang berisi sirup segar bewarna kuning.

“Sepertinya aku pernah mendengarnya, wae?” Namja paruh baya itu menatap kelima anak nya yang sedang berpikir satu sama lain.

“Dia, sepertinya dari kemarin mengawasi kami.” Guman Kris dan diikuti anggukan.

“Sepertinya dia berbahaya, kalian harus berhati-hati.” Mereka berlima mengangguk atas perintah sensei mereka. Mereka tak menguasai ilmu apapun, tetapi mereka mempunyai telepati dan teleporation, itu sudah sangat berguna bagi mereka, mau bagaimana pun, mereka tetap wolf.

….

Yeoja itu begitu nekat masuk ke dalam hutan, ya ia benar-benar masuk ke dalam hutan yang baru saja masuk ke dalam pikiran nya.

Tetapi, kali ini, ia benar-benar melakukan sesuatu yang bisa membahayakan nyawanya, tempat dimana ia dulu berkemah, bertemu kelima namja itu dan, di tolong pertama kali oleh Luhan.

Dengan pikiran atas dirinya, ia berjalan menuju tengah hutan, ia ingat, begitu ingat dimana ia dan Jessica tersasar.

Tetapi, kali ini, suara bisikan itu terdengar, sangat keras, bahkan terlalu keras, sampai menggema. Hutan macam apa ini?

Tetapi, hari sudah mulai Sore, Yoona tiba-tiba jatuh ke rerumputan hijau, ia tak tau apa yang harus ia lakukan, bisikan itu mendorong nya untuk berjalan kesini.

“Apa yang aku lakukan.” Yoona meremas rumput hijau yang berada di sekeliling nya, ia menunduk, sebenarnya, ia sangat lah takut, sangat.

Tetapi, ia percaya, akan ada seseorang yang menolong nya, ia percaya, sangat percaya.

Yoona menghadap ke belakang dan terbelakak kaget saat sudah melihat kelima namja di belakang nya. Dari mana mereka tahu Yoona berada disini?

Yoona menggeleng pelan dan berusaha mengucek-ucek matanya, mungkin ia rasakan hanya bayangan mereka, tetapi, senyuman konyol mereka lah yang Yoona lihat.

“Ini sungguhan.” Celetuk Sehun sambil tersenyum kepada Yoona, perkataan itu diikuti anggukan dari keempat namja itu.

“Ayo kita pulang,kau tak akan tau jalan pulang.” ajak Kai mendekati Yoona, dia berinisiatif untuk menggandeng Yoona. Yoona malah bergerak mundur sambil menggeleng.

Padahal, hari hampir terganti malam, matahari pun sudah tenang kembali ke asal nya, Bulan hampir saja terbit, Yoona mengepalkan tangan nya, inilah untuk dia tau.

Yoona dibujuk dan diajak berbicara beberapa kali, tetapi dia tetap menolak dan terus menggeleng, dia ingin tak ada lagi masalah, untuk itu ia akan menemukan jawaban nya.

Bulan purnama terbit, Yoona memundurkan sedikit, kelima namja itu langsung kaget karena bulan purnama terbit. Mereka tiba-tiba tersungkur jatuh begitu saja ke rerumputan hijau yang empuk.

Tubuh mereka tiba-tiba  berbulu lebat, kelopak mata mereka pun berubah menjadi merah, Tiba-tiba air mata Yoona jatuh begitu saja saat pandangan nya bertemu dengan Luhan.

Mata yang sangat ia incar, matanya yang mirip dengan sahabat lamanya, tiba-tiba berubah menjadi mata yang menyeramkan.

‘AUUUU’

Mereka mendekati Yoona layak nya serigala yang menginginkan mangsanya, Yoona tak tau sebenarnya, jika mereka sudah menjadi serigala, mereka lupa dengan memori mereka saat menjadi manusia.

Gigi-gigi tajam mereka sudah di depan mulut, Mata mereka memerah seketika, Amarah dan emosi terdapat di pancaran bola mata mereka.

Apa yang Yoona lihat bukan sekedar ilusi atau candaan, tapi ini kenyataan. Sebuah moment yang nyata, sebuah pandangan yang nyata.

Tiba-tiba, Yoona di dekap mulutnya oleh seseorang, matanya tertutup, dia pikir ia akan mati, ia tak kan berani membuka matanya.

Apa yang Yoona lakukan memang berbahaya. Kelima namja itu sudah ingin menyelamatkan dari luas nya hutan, dia malah terlalu menyia-nyiakan kesempatan ini. Tapi dia hanya ingin tau, siapa sebenarnya mereka.

Yoona akhirnya membuka matanya, disitu, dia disekap di ruangan yang bercahaya, dia seperti merasakan pegal di bahu kanan nya, dia pun menoleh, Jessica sudah di sebelah nya dengan keadaan pingsan.

Yoona berusaha melepaskan ikatan di tangan nya dan kaki nya, Mulut nya pun sudah di plester. Apa yang yoona lakukan hanya sia-sia.

Yoona merasakan batu yang mengenai pipi nya, sontak, dia menoleh ke arah jendela yang dekat dengan nya, terdapat Taeyeon dan Sunny yang sedang nyengir disana.

Yoona kaget bukan main, darimana Jessica bisa ditangkap? Dari mana Taeyeon dan Sunny bisa berada di tengah hutan ini?

Akhirnya, Taeyeon dan Sunny masuk perlahan lewat jendela, mereka tau siapa yang menculik Yoona dan Jessica, ya mereka tau.

Yoona menghelang napas lega saat tali dan plester nya dibuka. akhirnya ia bisa bernafas juga. Lalu, mereka bertiga juga menyelamatkan Jessica, Jessica juga belum sadar.

Suara tepuk tangan terdengar, terdapat seorang namja tegap berdiri di belakang mereka.

“S-siapa kau?!” Namja itu tertawa dengan enyah nya sambil mentap mereka smirk.

“Kau mencari mereka?” Kelima namja itu sudah di sekap, tetapi mereka juga sudah berubah menjadi manusia, bulan purnama ditutupi oleh ruangan itu.

“Lepaskan kita!” bentak Tao, dia berusaha menggigit Namja yang menyekap nya, ia bergerak sana-sini untuk berusaha melepaskan tali yang terpasang di tangan dan kaki nya.

“Kalian akan bertemu dengan ketua dari kami.” Guman namja tegap tadi, ia pun berjalan ke samping untuk memberikan jalan kepada atasan nya.

“Kita bertemu lagi, sunbae.” Seketika, semuanya membelakakan matanya, mulut mereka pun sudah melebar.

Siapa namja itu?

Apa yang dilakukan mereka untuk menyelamatkan diri?

Akan kah mereka selamat?

To be Continued

Note: Annyeonghaeseyo ‘-‘)/ akhirnya, agak beberapa lama, ff ini jadi juga, mian agak gak nyambung, solanya ini chapter terpanjang pertama author:D thanks for read and comment juseyo ^^

11 responses to “Dark Love Chapter 11 (aside)

  1. Huaaa! Keren thor ff nyaa>.< Pertahankan ke seruannya yaa/? Semangat thor.. Jgn lama lama ya chapt selanjutnya :Dv

  2. chanyeol kah ketua gang itu??
    huwaaaa pnasaran mati. cpt update yah thor.
    oya. aku new reader.
    slam kenaalll :3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s